
JOMBANG,Liputan11.com – Semangat demokrasi kembali tumbuh subur di lingkungan SMK Negeri 1 Jombang. Melalui rangkaian Pemilihan Ketua OSIS (PEMILOS) Masa Bakti 2026–2027, seluruh peserta didik diberikan ruang untuk menentukan pemimpin pilihannya secara langsung, bebas, dan demokratis. Kegiatan ini bukan sekadar memilih ketua organisasi, melainkan menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mengajarkan pentingnya kepemimpinan, tanggung jawab, sportivitas, serta penghargaan terhadap setiap perbedaan pilihan.
Sehari menjelang pelaksanaan pemungutan suara, atmosfer demokrasi begitu terasa di lingkungan sekolah. Berbagai ajakan untuk menggunakan hak pilih menggema melalui media informasi sekolah maupun kampanye yang dilakukan masing-masing kandidat. Pesan yang disampaikan sederhana namun bermakna, yakni mengajak seluruh siswa agar tidak bersikap apatis dan ikut menentukan masa depan organisasi yang menjadi wadah pengembangan potensi serta kreativitas peserta didik.
Calon Ketua OSIS nomor urut 1, Diotama Fairussani dari kelas XI AKL 1, hadir dengan visi membawa OSIS menjadi organisasi yang lebih progresif melalui slogan “Bersama Nomor 1, Selangkah Lebih Maju.” Sementara kandidat nomor urut 2, Adelia Ayu Putri Andriansyah dari kelas XI BD 2, menawarkan semangat perubahan melalui slogan “Berani Berubah, Santun Berkarya.” Dalam penyampaian visi dan misinya, Adelia menegaskan bahwa dirinya tidak menjanjikan kesempurnaan, namun siap terus belajar, mendengarkan aspirasi seluruh siswa, dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan SMKN 1 Jombang.
Persaingan kedua kandidat berlangsung sehat, penuh rasa saling menghormati, dan mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang menjadi tujuan utama pelaksanaan Pemilos. Seluruh tahapan, mulai dari penyampaian visi dan misi, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara, berjalan tertib, aman, serta mendapat antusiasme tinggi dari warga sekolah.
Setelah seluruh suara dihitung, Diotama Fairussani (Nomor Urut 1) berhasil memperoleh kepercayaan mayoritas pemilih dan resmi ditetapkan sebagai Ketua OSIS SMK Negeri 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027.
Pengumuman hasil pemilihan disambut dengan penuh semangat oleh warga sekolah. Terpilihnya Diotama menjadi awal lahirnya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menghadirkan organisasi siswa yang semakin aktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada kedua kandidat yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi serta mampu memberikan teladan kepada seluruh siswa mengenai pentingnya kompetisi yang sehat. Kemenangan maupun kekalahan dalam sebuah pemilihan merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang siap memimpin sekaligus siap menghargai keputusan bersama.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, panitia penyelenggara, dan seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Pemilos. Tingginya partisipasi warga sekolah menjadi bukti bahwa budaya demokrasi terus tumbuh dan berkembang di lingkungan SMKN 1 Jombang.
Pemilos bukan sekadar agenda tahunan organisasi siswa, tetapi menjadi sarana nyata dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta berani mengambil keputusan berdasarkan hati nurani. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat di masa depan.
Kini, harapan besar tertuju kepada kepengurusan OSIS yang baru. Di bawah kepemimpinan Diotama Fairussani, OSIS SMKN 1 Jombang diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai program yang inovatif, mempererat solidaritas antarsiswa, meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta menjadi jembatan aspirasi antara peserta didik dan pihak sekolah.
Dengan semangat kolaborasi, integritas, dan pengabdian, kepengurusan OSIS Masa Bakti 2026–2027 diharapkan mampu membawa SMKN 1 Jombang semakin maju, melahirkan lebih banyak prestasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif, inklusif, dan berkarakter. Pemilos tahun ini pun menjadi bukti bahwa demokrasi tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi benar-benar dipraktikkan sebagai budaya yang hidup di tengah warga sekolah.(im)