Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Aspirator dan Ketua Kelompok Sekabupaten Situbondo Di duga Potong Anggaran Hingga Cacat Administrasi, (*LBH Cakra*) MeLaporkan 42 Penerima P3-TGAI Tahun 2026 
  • Dinsos Tulungagung Peringati HUT ke-19 PKH, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan Peserta Touring Lintas Jalur Selatan Besuki – Kalidawir
  • Disperindag Tulungagung Gelar Kurasi Promosi Dagang Daerah 2026, Perkuat Perluasan Jaringan Pasar IKM dan UMKM
  • *Antusias Dan Kompak Warga RT 03/08 Mimba’an Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggiran Sungai*
  • Tradisi Petik Padi di Desa Kalidawir, Plt Bupati Tulungagung Siap Dukung Program Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional
  • Petani bersama Bumdes Tanggulwelahan Tulungagung Pasang Plastik di Saluran Irigasi Minimalisir Kebocoran Air
  • Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling
  • Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan KUA-PPAS 2027, Plt. Ahmad Baharudin Sampaikan Apresiasi
Senin, 27 Juli 2026 - 18:47 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Aspirator dan Ketua Kelompok Sekabupaten Situbondo Di duga Potong Anggaran Hingga Cacat Administrasi, (*LBH Cakra*) MeLaporkan 42 Penerima P3-TGAI Tahun 2026 

redaksiSenin, 27 Juli 2026 - 18:47 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260727 WA0102
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO — LBH Cakra DPC Kabupaten Situbondo resmi melayangkan laporan pengaduan terkait dugaan penyelewengan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap I Tahun Anggaran 2026. Laporan tersebut menargetkan 42 kelompok penerima program dan ditujukan kepada Sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Aparat Penegak Hukum (APH).

Dalam laporannya, LBH Cakra mensinyalir adanya indikasi kuat pemotongan anggaran, kejanggalan administrasi, hingga ketidaksesuaian pelaksanaan fisik proyek di lapangan.

Ketua LBH Cakra DPC Situbondo Nofika Syaiful Rahman (Opek) menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil tidak secara asal-asalan, melainkan didasari hasil temuan dan pemantauan langsung timnya di berbagai titik lokasi pengerjaan.

Baca Juga:  Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT di Kabupaten Tulungagung Berlangsung Aman Dan Tertib

“Laporan kami memiliki dasar yang kuat dari hasil pengawasan lapangan. Kami menemukan adanya indikasi pemotongan anggaran serta pelaksanaan proyek yang berpotensi cacat administrasi maupun teknis ,Kami Juga Sudah Mengambil Sample Kegiatan Di Setiap Titik Lokasi,” tegas Opek.27/7/2)26

Atas temuan tersebut, LBH Cakra DPC Situbondo mendesak pihak-pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas berupa:

• Evaluasi & Cek Fisik Menyeluruh : Mendesak Kementerian PUPR dan APH turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta verifikasi fisik ke seluruh 42 titik lokasi penerima P3-TGAI.
• Pemeriksaan Para Pihak : Meminta APH segera memanggil dan memeriksa para Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) / Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Aspirator, serta instansi/pihak terkait yang terlibat dalam rantai penyaluran dan pengawasan program tersebut.

Baca Juga:  Cari Jerami di Sawah, Seorang Warga Pelem Campurdarat Meninggal Secara Mendadak

LBH Cakra menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan program bantuan pemerintah benar-benar mengalir penuh untuk kesejahteraan para petani di Kabupaten Situbondo tanpa dipangkas oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Dalam pernyataan terahir opek menyampaikan bahwa harus memotong mata rantai aspirator, karena program ini murni dari kementrian bukan dari Dewan, dan bukan pula di jadikan ajang politik. Oleh karena ini kejahatan yang terstrukrur sehingga dalam melakukan kejahatan bersama_sama/berjamaah.ujarnya(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

*Antusias Dan Kompak Warga RT 03/08 Mimba’an Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggiran Sungai*

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:03 WIB

Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:07 WIB

Polres Situbondo Tetapkan 2 Warga Bawa Clurit sebagai Tersangka dan Ditahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:59 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Aspirator dan Ketua Kelompok Sekabupaten Situbondo Di duga Potong Anggaran Hingga Cacat Administrasi, (*LBH Cakra*) MeLaporkan 42 Penerima P3-TGAI Tahun 2026 

Senin, 27 Juli 2026 - 18:47 WIB

Dinsos Tulungagung Peringati HUT ke-19 PKH, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan Peserta Touring Lintas Jalur Selatan Besuki – Kalidawir

Senin, 27 Juli 2026 - 05:29 WIB

Disperindag Tulungagung Gelar Kurasi Promosi Dagang Daerah 2026, Perkuat Perluasan Jaringan Pasar IKM dan UMKM

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:42 WIB

*Antusias Dan Kompak Warga RT 03/08 Mimba’an Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggiran Sungai*

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:03 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.