Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Semangat Kemerdekaan Membara di Ngoro, 162 Peserta Adu Kekompakan di Gerak Jalan ROJO 2026
  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan
  • Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:05 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital

redaksiRabu, 29 Juli 2026 - 11:40 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260729 WA0056
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, Liputan11.Com – Berlangsung di Gedung Universitas Bhinneka (UBHI) Lantai 2, Rabu (29/7/2026). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan “Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat di Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Acara dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E., tersebut menghadirkan narasumber AIPDA Ananta Bagus, S.Sos. dari Unit Sat Intelkam Polres Tulungagung serta Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP., Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Peserta kegiatan terdiri atas tokoh pemuda, mahasiswa, dan Karang Taruna sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial di Kabupaten Tulungagung.

Agus Prijanto Utomo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran para pemuda, mahasiswa, dan unsur masyarakat menunjukkan adanya kepedulian bersama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas daerah.

Dalam Menjaga persatuan dan kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tugas pemerintah ataupun aparat keamanan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Di tambahkanya, bahwa perkembangan teknologi telah membawa masyarakat memasuki era digital yang memberikan berbagai kemudahan. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik, komunikasi berlangsung semakin cepat, ruang partisipasi masyarakat semakin terbuka, serta inovasi terus berkembang pesat. Namun di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Polri, Polres Tulungagung Salurkan Bantuan Beras ke Panti Asuhan dan Ponpes di Pakel

IMG 20260729 WA0055

Menurut Agus, pola konflik sosial kini telah mengalami perubahan. Konflik tidak selalu diawali oleh persoalan di lapangan atau perkelahian fisik, melainkan sering bermula dari ruang digital melalui unggahan media sosial, komentar provokatif, potongan video yang tidak utuh, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, hingga informasi yang disebarkan tanpa proses verifikasi.

Selain itu, ia juga mengingatkan munculnya ancaman baru di era digital, seperti maraknya penipuan digital, judi online, penyalahgunaan media sosial, hingga perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk membuat deepfake, yakni gambar, suara, maupun video palsu yang sulit dibedakan dengan kondisi sebenarnya dan berpotensi memicu keresahan bahkan konflik di tengah masyarakat.

Agus menambahkan bahwa dinamika media sosial menjelang berbagai agenda penting di daerah juga berpotensi memunculkan gesekan antar kelompok apabila masyarakat tidak mampu menyaring informasi secara bijaksana. Oleh karena itu, kemampuan deteksi dini harus diperkuat agar setiap potensi konflik dapat dikenali sejak awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini merupakan kemampuan membaca tanda-tanda awal munculnya konflik sosial. Beberapa indikator yang harus diwaspadai antara lain munculnya isu provokatif yang menyerang kelompok tertentu di media sosial, ajakan berkumpul yang tidak jelas sumber maupun tujuannya, narasi kebencian yang memecah belah masyarakat, serta video yang sengaja dipotong atau dimanipulasi untuk memancing kemarahan publik.

Baca Juga:  Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung Gelar Seleksi Calon Anggota Paskibraka

Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Mahasiswa diharapkan menjadi agen literasi digital di lingkungan kampus, Karang Taruna menjadi motor penggerak ketahanan sosial di desa dan kelurahan, sedangkan tokoh pemuda diharapkan mampu menjadi penyejuk sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat.

Menurut Agus, pencegahan konflik sosial tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Polri, TNI, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat agar sistem deteksi dini berjalan efektif dan stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kewaspadaan nasional sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital. Dengan sinergi yang kuat, kita berharap Kabupaten Tulungagung tetap aman, damai, rukun, dan kondusif,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Agus Prijanto Utomo menyampaikan pesan yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut. Di era digital, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Tetapi tidak semua orang mampu menjadi penyebar kebenaran.(tot)

Bakesbangpol Tulungagung Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat di Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 Unit Sat Intelkam Polres Tulungagung
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Hadiri Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ingatkan Warga Jaga Kerukunan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:23 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Semangat Kemerdekaan Membara di Ngoro, 162 Peserta Adu Kekompakan di Gerak Jalan ROJO 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.