Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dorong Kemandirian Siswa, Dirjen Dikdasmen Hadiri Peluncuran GEMAS di (*G S *Gelora Situbondo*)
  • *KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*
  • Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung
  • Drainase Kenayan Rampung, Pemkab Tulungagung melalui Disperkim Tegaskan Kualitas dan Fungsi Infrastruktur
  • Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian
  • DPRD dan Pemkab Tulungagung Sepakati Perubahan APBD 2026, Berikut Komposisi Perubahannya
  • SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026
  • RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile
Sabtu, 19 September 2026 - 13:45 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital

redaksiRabu, 29 Juli 2026 - 11:40 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260729 WA0056
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, Liputan11.Com – Berlangsung di Gedung Universitas Bhinneka (UBHI) Lantai 2, Rabu (29/7/2026). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan “Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat di Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Acara dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung, Agus Prijanto Utomo, S.E., tersebut menghadirkan narasumber AIPDA Ananta Bagus, S.Sos. dari Unit Sat Intelkam Polres Tulungagung serta Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP., Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Peserta kegiatan terdiri atas tokoh pemuda, mahasiswa, dan Karang Taruna sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial di Kabupaten Tulungagung.

Agus Prijanto Utomo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran para pemuda, mahasiswa, dan unsur masyarakat menunjukkan adanya kepedulian bersama dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas daerah.

Dalam Menjaga persatuan dan kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tugas pemerintah ataupun aparat keamanan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Di tambahkanya, bahwa perkembangan teknologi telah membawa masyarakat memasuki era digital yang memberikan berbagai kemudahan. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik, komunikasi berlangsung semakin cepat, ruang partisipasi masyarakat semakin terbuka, serta inovasi terus berkembang pesat. Namun di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Baca Juga:  Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

IMG 20260729 WA0055

Menurut Agus, pola konflik sosial kini telah mengalami perubahan. Konflik tidak selalu diawali oleh persoalan di lapangan atau perkelahian fisik, melainkan sering bermula dari ruang digital melalui unggahan media sosial, komentar provokatif, potongan video yang tidak utuh, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, hingga informasi yang disebarkan tanpa proses verifikasi.

Selain itu, ia juga mengingatkan munculnya ancaman baru di era digital, seperti maraknya penipuan digital, judi online, penyalahgunaan media sosial, hingga perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk membuat deepfake, yakni gambar, suara, maupun video palsu yang sulit dibedakan dengan kondisi sebenarnya dan berpotensi memicu keresahan bahkan konflik di tengah masyarakat.

Agus menambahkan bahwa dinamika media sosial menjelang berbagai agenda penting di daerah juga berpotensi memunculkan gesekan antar kelompok apabila masyarakat tidak mampu menyaring informasi secara bijaksana. Oleh karena itu, kemampuan deteksi dini harus diperkuat agar setiap potensi konflik dapat dikenali sejak awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini merupakan kemampuan membaca tanda-tanda awal munculnya konflik sosial. Beberapa indikator yang harus diwaspadai antara lain munculnya isu provokatif yang menyerang kelompok tertentu di media sosial, ajakan berkumpul yang tidak jelas sumber maupun tujuannya, narasi kebencian yang memecah belah masyarakat, serta video yang sengaja dipotong atau dimanipulasi untuk memancing kemarahan publik.

Baca Juga:  22 Balita Mendapatkan Imunisasi Rutin di Balai Desa Tanggulturus Kecamatan Besuki

Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Mahasiswa diharapkan menjadi agen literasi digital di lingkungan kampus, Karang Taruna menjadi motor penggerak ketahanan sosial di desa dan kelurahan, sedangkan tokoh pemuda diharapkan mampu menjadi penyejuk sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat.

Menurut Agus, pencegahan konflik sosial tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Polri, TNI, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat agar sistem deteksi dini berjalan efektif dan stabilitas keamanan daerah tetap terjaga.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kewaspadaan nasional sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital. Dengan sinergi yang kuat, kita berharap Kabupaten Tulungagung tetap aman, damai, rukun, dan kondusif,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Agus Prijanto Utomo menyampaikan pesan yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut. Di era digital, setiap orang bisa menjadi penyebar informasi. Tetapi tidak semua orang mampu menjadi penyebar kebenaran.(tot)

Bakesbangpol Tulungagung Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat di Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 Unit Sat Intelkam Polres Tulungagung
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung

Kamis, 17 September 2026 - 19:41 WIB

DPRD dan Pemkab Tulungagung Sepakati Perubahan APBD 2026, Berikut Komposisi Perubahannya

Rabu, 16 September 2026 - 20:39 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Bandung Bersatu Jaga Kondusivitas Wilayah

Sabtu, 12 September 2026 - 20:27 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Dorong Kemandirian Siswa, Dirjen Dikdasmen Hadiri Peluncuran GEMAS di (*G S *Gelora Situbondo*)

Sabtu, 19 September 2026 - 13:14 WIB

*KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*

Jumat, 18 September 2026 - 10:31 WIB

Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung

Kamis, 17 September 2026 - 19:41 WIB

Drainase Kenayan Rampung, Pemkab Tulungagung melalui Disperkim Tegaskan Kualitas dan Fungsi Infrastruktur

Kamis, 17 September 2026 - 18:05 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.