Tulungagung, Liputan11.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengajak komunitas ojek online Sahabat Grab Community (SGC) Tulungagung ikut memperkuat persatuan, menjaga kondusivitas daerah, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmad Baharudin saat menghadiri peringatan HUT ke-3 SGC Tulungagung di Waroeng Jadoel Wina, Rabu (9/9/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Bersinergi untuk Tulungagung Hebat”.
Menurut Ahmad Baharudin, komunitas ojek online memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Peran tersebut dapat dikembangkan tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan pariwisata daerah.
“Senyampang masih dalam suasana peringatan HUT RI ke-81, mari kita bersama-sama perkuat semangat persatuan dan kesatuan serta gotong royong guna menciptakan Tulungagung yang aman dan damai,” kata Ahmad Baharudin.
Ia menilai kondisi daerah yang aman dan kondusif akan berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi. Semakin tinggi aktivitas masyarakat dan transaksi ekonomi, semakin besar pula peluang usaha yang terbuka dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin banyak aktivitas masyarakat dan transaksi ekonomi maka akan semakin besar pula peluang usaha dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Ahmad Baharudin juga mendorong anggota SGC mengambil peran lebih besar dalam mendukung sektor pariwisata Tulungagung.
Para driver, kata dia, berada pada posisi yang strategis karena menjadi salah satu pihak yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Karena itu, mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan yang ramah sekaligus informasi yang benar mengenai destinasi wisata maupun kuliner lokal.
“Jika kondisinya kondusif maka orang luar kota akan tertarik datang berwisata ke Tulungagung maka perekonomian juga akan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia berharap peran tersebut ikut membangun citra Tulungagung sebagai daerah yang indah, bersahabat, ramah, dan aman bagi wisatawan.
Sementara itu, Ketua SGC Tulungagung Budi Novianto mengatakan, perjalanan tiga tahun SGC tidak lepas dari dukungan para anggota dan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, berkat dukungan rekan-rekan dan semua pihak SGC saat ini genap berusia tiga tahun,” kata Budi.

Ia menjelaskan, SGC yang bermula dari komunitas kecil kini telah berkembang dengan sekitar 160 driver. Selama ini, komunitas tersebut berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat Tulungagung.
Budi menegaskan, transportasi memiliki peran lebih luas dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Transportasi bukan hanya sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi, khususnya UMKM,” ujarnya.
Karena itu, SGC siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata, budaya, dan UMKM.
Di bidang pariwisata, para driver SGC akan didorong tidak hanya mengantar wisatawan ke berbagai destinasi, tetapi juga membantu memberikan informasi mengenai objek wisata dan kuliner lokal.
“Selain mengantarkan wisatawan, anggota komunitas juga siap memberikan informasi mengenai destinasi wisata dan kuliner lokal,” ungkapnya.
Sedangkan dalam pengembangan UMKM, anggota SGC diharapkan ikut menggerakkan ekonomi melalui pembelian, promosi, hingga membantu distribusi produk-produk lokal.
Selain sektor ekonomi dan pariwisata, SGC juga menegaskan komitmennya mendukung ketertiban lalu lintas.
Budi mengajak seluruh anggota untuk berkendara secara tertib, tidak ugal-ugalan, melengkapi dokumen kendaraan, serta memenuhi kewajiban membayar pajak.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam tertib berlalu lintas. Tertib di jalan dan tertib administrasi adalah bentuk nyata pengabdian kami bagi Kabupaten Tulungagung,” tegasnya.
SGC juga berkomitmen menjaga solidaritas antar-komunitas ojek online. Perbedaan komunitas, menurut Budi, tidak boleh menjadi penghalang untuk menjaga kekompakan dan persaudaraan di jalan.
“Kami juga siap menjaga solidaritas antar-komunitas ojek online. Meskipun berasal dari komunitas berbeda, kami akan tetap menjaga kekompakan dan persaudaraan di jalan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga meminta masyarakat maupun komunitas tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan kepada pemerintah atau dinas terkait.
Namun, penyampaian persoalan tersebut diharapkan dilakukan secara baik dan konstruktif agar dapat menjadi bagian dari upaya perbaikan bersama.
“Pemerintah merasa terbantu dengan adanya panjenengan. Panjenengan juga merasa terbantu dengan pemerintah yang melaksanakan tugasnya dengan baik. Mari kita benahi dan bangun Tulungagung bersama-sama,” ajaknya.
Peringatan HUT ke-3 SGC Tulungagung tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, sejumlah kepala OPD terkait, pengurus dan anggota SGC, perwakilan komunitas ojek online dari Tulungagung dan daerah sekitar, serta tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi antara komunitas, pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mewujudkan Tulungagung yang aman, kondusif, dan semakin bergeliat secara ekonomi. (Tot)
