
Tulungagung, Liputan11.Com -Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat gerakan Jogo Tulungagung sebagai bagian dari semangat Jaga Indonesia. Kali ini, Kegiatan Jogo Tulungagung digelar di Kecamatan Pagerwojo, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan pemerintah dengan berbagai unsur elemen masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi, gotong royong, dan kepedulian terhadap kondisi wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin SM.,MM.,, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tulungagung Hari Prastijo/Yoyok, Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, SE.,MAP., Unsur Forkopimcam Pagerwojo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, para kepala desa se-Kecamatan Pagerwojo, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, serta media.
Kegiatan Jogo Tulungagung di Kecamatan Pagerwojo sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dengan tokoh dan masyarakat. Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, kepala desa, serta unsur Forkopimcam diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan kebersamaan menjaga kondusifitas wilayah.
Camat Pagerwojo, Wahyu Yuniarko, menyampaikan, bahwa Kecamatan Pagerwojo memiliki posisi penting dalam mendukung lingkungan dan sumber daya air di Kabupaten Tulungagung.
Menurutnya, Pagerwojo merupakan salah satu kawasan penyangga oksigen sekaligus penyangga air bagi masyarakat di wilayah bawah yakni waduk Wonorejo yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wahyu Yuniarko juga menyampaikan bahwa kegiatan Jogo Tulungagung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi dan kegiatan masyarakat yang ada di Kecamatan Pagerwojo.
Ia mencontohkan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu menangani persoalan infrastruktur jalan.
Menurutnya, masyarakat telah mengumpulkan sekitar 21 ton material yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu menambal sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Dengan terkumpul sekitar 21 ton material digunakan untuk membantu menambal jalan raya. Ini merupakan hasil gotong royong masyarakat,” jelasnya.
Wahyu menilai apa yang dilakukan masyarakat tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan partisipasi dalam pembangunan wilayah.
“Gotong royong ini menjadi nomor satu. Ini luar biasa, artinya kita bersinergi dengan seluruh sektor yang ada di kecamatan,” tegasnya.
Meski sejumlah ruas jalan mulai mendapatkan penanganan, Wahyu mengakui masih terdapat sejumlah titik yang kondisinya membutuhkan perhatian.
Ia menyebut masih ditemukan jalan yang berlubang dan bergelombang, termasuk di wilayah Segawe hingga Gambiran.
“Beberapa jalan sudah mulai ditangani. Namun demikian, masih ada jalan yang kondisinya kurang baik, masih berlubang dan bergelombang, terutama di wilayah Segawe sampai Gambiran,” ungkapnya.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat, dengan harapan Pemerintah dapat menjalankan kewenangannya dan masyarakat tetap mengambil peran melalui gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Di tempat yang sama, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Pagerwojo karena seluruh elemen masyarakat Pagerwojo sudah bisa berkumpul dalam semangat Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung.
Ia menegaskan, gerakan Jogo Tulungagung telah digaungkan dan disepakati di tingkat kabupaten sebagai bagian dari semangat Jaga Indonesia. Selanjutnya perlu diperkuat ke tingkat kecamatan, tingkat desa maupun lingkungan masing masing.
“Jogo Tulungagung ini secara nasional adalah Jaga Indonesia. Di Tulungagung kita sudah sepakat, bahkan sudah berikrar Jogo Tulungagung. Ini nanti juga diikuti Jogo Deso,” ujar Ahmad Baharudin.
Menurutnya, pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, serta berbagai kelompok masyarakat di desa menjadi bagian penting dalam menyinergikan Jogo Tulungagung.
Plt Bupati Tulungagung mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, gotong royong, menjaga kondusifitas wilayah, mulai dari diri kita dan lingkungan masing masing sehingga tercipta Kabupaten Tulungagung yang aman damai dan kondusif. (Tot)