Tulungagung, liputan11.com, Petani bersama pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Jaya Abadi Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung memasang plastik penahan air pada saluran irigasi. Plastik tersebut untuk mencegah kebocoran air yang melewati retakan di beberapa ruas saluran.
Sekretaris Desa Tanggulwelahan Guruh Tri Basuki menyambut baik langkah pengurus Bumdes dalam mencari solusi cepat memasang plastik di sepanjang saluran irigasi yang retak. Air dari hulu bisa tersalurkan maksimal ke lahan sawah yang membutuhkan di tengah musim kemarau saat ini.
Selain itu, karena ada perbedaan masa tanam padi yang tidak serempak yakni sekitar 5 hektar tanaman padi baru berumur 30 hari membutuhkan pengairan yang cukup sedangkan 43 hektar padi yang akan panen lahannya harus kering.
“Langkah Bumdes bersama petani tersebut merupakan solusi yang tepat, lahan yang membutuhkan air secepatnya mendapat pengairan cukup dan yang akan panen lahannya bisa tetap kering, sama- sama tidak ada yang dirugikan,” ungkap Guruh, Jumat (24/7/2026).

Pengurus Bumdes Jaya Abadi Muhidin mengakui bahwa saluran air memang ada keretakan di beberapa ruas. Keretakan itu disebabkan faktor usia pakai, kontur tanah dan cuaca.
“Jika dipaksa dialiri air, lahan padi yang akan panen akan tergenang dan berlumpur menyulitkan mesin potong padi sedangkan perbaikan memerlukan waktu beberapa hari,” ucapnya.
Disisi lain tanaman padi yang baru sebulan ditanam membutuhkan air yang cukup, kalau tidak segera dialiri air tanaman akan mati. Maka solusi cepatnya dipasangi plastik di sepanjang saluran yang retak agar air tidak merembes dan menggenangi lahan sebelah yang hampir panen.
“Alhamdulillah, bersama petani kompak, akhirnya ada solusi terbaik dengan memasang plastik kurang lebih sepanjang 300 meter menutupi saluran yang retak. sekarang bisa mengalir lancar sampai menggenangi 5 hektar lahan padi, air tidak rembes, lahan padi yang akan panen pun tetep kering,” lanjutnya.
Sebagai pengelola pompa air unit Bumdes yang mengairi lahan sawah, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola, manajemen dan pelayanan terhadap kebutuhan air masyarakat petani.
“Harapannya bisa menanam padi sepanjang tahun, hasil panen melimpah dan Bumdes untung” tandasnya.
Sementara itu, Dulgani salah satu petani meminta kepada pengurus bumdes untuk memberi pelayanan yang baik.
Ia berharap sebagai badan usaha profit milik desa untuk ditingkatkan tata kelola dan manajemennya. Petani merupakan konsumen yang membeli air untuk sawahnya.
“Kalau sawah membutuhkan air, waktunya dialiri ya jangan ditunda atau telat disalurkan, kerusakan saluran air ya cepat diperbaiki, sehingga petani sebagi konsumen tidak dirugikan, Bumdes ada keuntungan dan Pendapatan Asli Desa meningkat,” pungkas Dulgani.
Untuk diketahui, Bumdes Jaya Abadi Desa Tanggulwelahan mempunyai unit usaha pompa air bertenaga listrik, berkontribusi nyata mengubah lahan tadah hujan menjadi lahan produktif.
Empat tahun berjalan, unit usaha Bumdes terus berbenah hingga mampu mengairi 48 hektar sawah. (Nuha)
