Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
  • Hadiri Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ingatkan Warga Jaga Kerukunan
  • Buka Liga Kemerdekaan RI ke-81, Plt Bupati Tulungagung Tekankan Sportivitas dan Persatuan
  • Plt Bupati Tulungagung Hadiri Tradisi Labuh dan Panen Raya di Ngunggahan, Petani Soroti Jalan Usaha Tani
Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:25 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Program “Anting Berlian” Antar Jombang Raih Penghargaan Kemenkes 2025

redaksiRabu, 12 November 2025 - 15:57 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251112 WA0035
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

 

JOMBANG, LIPUTAN11COM – Kabupaten Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, daerah yang dikenal dengan sebutan “Kota Santri” tersebut berhasil meraih Penghargaan Intervensi Spesifik Terbaik Regional 1 Tahun 2025 tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Rakornas PPS) Tahun 2025, yang berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, di Ruang Leimena, Lantai 2 Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenkes, perwakilan pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Kemenkes memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat serta capaian signifikan dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi yang nyata dan berdampak.

Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang menonjol karena mampu menyelaraskan program intervensi spesifik stunting dengan hasil penurunan prevalensi yang terukur dan signifikan. Upaya tersebut dijalankan secara terintegrasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader Posyandu, organisasi keagamaan, sektor pendidikan, hingga swasta.

Dalam ajang tersebut, penghargaan dibagi ke dalam tiga wilayah besar, yaitu Regional 1 (Sumatera, Jawa, Bali), Regional 2 (Kalimantan, NTB, Sulawesi), dan Regional 3 (NTT, Maluku, Maluku Utara, serta Papua). Dari seluruh kategori, Jombang berhasil keluar sebagai kabupaten dengan capaian intervensi spesifik terbaik di Regional 1, sekaligus menjadi salah satu daerah dengan progres penurunan stunting tercepat di Indonesia.

Baca Juga:  Tak Kapok Meski Sudah Diedukasi, Balap Liar di Duwet Dibubarkan Polisi

Keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Kabupaten Jombang selama ini dikenal memiliki sistem kerja terpadu dalam menekan angka stunting melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat. Salah satunya adalah program “Besut Buka Gerbang Emas” (Berantas Stunting dengan Gerakan Jombang Eliminasi Masalah Stunting), yang kemudian dikembangkan menjadi “Anting Berlian” (Aksi Nyata Pemkab Jombang Tangani Stunting Berkelanjutan) di tahun 2025.

Program tersebut menitikberatkan pada pendekatan lintas siklus kehidupan—mulai dari pembinaan gizi remaja putri, pendampingan ibu hamil, hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Melalui intervensi yang komprehensif dan berbasis data, pemerintah daerah mampu memastikan bahwa setiap kelompok sasaran mendapat perhatian yang sesuai.

Hasilnya, penurunan angka stunting di Jombang menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Survei Nasional, angka stunting di Jombang turun dari 22,1% pada tahun 2022 menjadi 17,2% pada tahun 2024. Sementara itu, berdasarkan data aplikasi Si Gizi Kesga Kemenkes, angka stunting turun lebih tajam lagi — dari 10,85% pada tahun 2021 menjadi hanya 3,68% pada Oktober 2025.

IMG 20251112 WA0033

Capaian tersebut menegaskan bahwa kebijakan dan program yang diterapkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benar-benar berdampak langsung terhadap masyarakat di lapangan. Bahkan, dua hari sebelum acara Rakornas PPS, inovasi Jombang telah dipresentasikan sebagai “Best Practice” nasional dalam kegiatan publikasi capaian intervensi spesifik stunting di Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Ungkap Kasus Tindak Pidana Curat Dengan Modus Kempes Ban Mobil di Berbagai TKP

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen masyarakat Jombang. Mulai dari jajaran OPD, tenaga kesehatan, organisasi keagamaan, dunia usaha, hingga para kader Posyandu yang menjadi garda terdepan dalam penanganan stunting di desa-desa,” ujar Bupati Warsubi.

Beliau menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Capaian ini bukan tujuan akhir, tapi justru menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas intervensi spesifik dan sensitif. Kami berkomitmen melanjutkan program Besut Buka Gerbang Emas dan Anting Berlian secara berkelanjutan, agar anak-anak Jombang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Semua ini demi mewujudkan Generasi Emas Jombang 2045,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kabupaten Jombang semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu menjadi contoh nasional dalam penanganan stunting berbasis kolaborasi lintas sektor. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jombang bertekad menjaga keberlanjutan program dan memastikan bahwa setiap anak Jombang mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, bahagia, dan berdaya saing tinggi.(lil)

Jombang
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:09 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:12 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.