Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling
  • Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan KUA-PPAS 2027, Plt. Ahmad Baharudin Sampaikan Apresiasi
  • Jangan Terburu-buru Cabut Gigi Berlubang, Dokter Spesialis RSUD Jombang: Banyak Kasus Masih Bisa Diselamatkan
  • Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Apresiasi Penunjukan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
  • Polres Situbondo Tetapkan 2 Warga Bawa Clurit sebagai Tersangka dan Ditahan
  • Polres Situbondo Raih Dua Penghargaan Pengelolaan Anggaran dari KPPN Bondowoso
  • *DUGAAN PROGRAM P3-TGAI DESA MLANDINGAN WETAN TAK SESUAI RAB Tahun 2026 JADI SOROTAN*
  • Dua Prestasi Sekaligus, Dishub Jombang Tegaskan Komitmen Hadirkan Pelayanan Publik Berkualitas
Jumat, 24 Juli 2026 - 15:08 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling

redaksiJumat, 24 Juli 2026 - 15:07 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260724 WA0138
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO — Permasalahan debu tolato (ampas serbuk kayu/jelaga sisa pembakaran) dari Pabrik Gula (PG) Asembagus kembali menjadi ancaman nyata yang berulang setiap tahun. LBH Cakra DPC Kabupaten Situbondo menyuarakan keprihatinan mendalam atas pembiaran fenomena tahunan ini, yang dinilai belum menemukan solusi konkret dari pihak manajemen.

Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (Opek), menegaskan bahwa pencemaran udara akibat debu tolato ini bukan sekadar persoalan teknis industri, melainkan ancaman serius terhadap hak-hak mendasar masyarakat, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan keharmonisan sosial.

“Masyarakat memiliki hak paten untuk mendapatkan udara yang sehat dan segar. Hak konstitusional ini tidak bisa ditukar atau digantikan dengan bantuan sosial maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) bentuk apa pun,” tegas Opek.

*Empat Dampak Krusial Akibat Pencemaran Debu Tolato:*

*1. Dampak Pendidikan: Mengancam Keselamatan Anak Usia Dini*

Ancaman debu tolato merambah hingga ke lingkungan sekolah. Baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan seorang murid TK di Desa Gudang terpaksa menyeka matanya yang dipenuhi tumpukan debu tolato dengan tisu, dibantu oleh gurunya secara hati-hati. Kejadian ini membuktikan bahwa anak-anak yang seharusnya belajar di lingkungan yang aman kini menjadi korban langsung dari polusi ini.

Baca Juga:  Redam Aksi Teror Jember, Polda Jatim Terjunkan Brimob dan Dirikan Posko Pengamanan

*2. Dampak Kesehatan: Ancaman Penyakit Pernapasan dan Penglihatan*

Setiap musim giling tiba, warga sekitar PG Asembagus terpaksa menghirup partikel debu berbahaya. Risiko Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata kronis, hingga dampak jangka panjang terhadap paru-paru warga menyoroti betapa abainya penanganan polusi ini dari tahun ke tahun.

*3. Dampak Keselamatan Jalan: Membahayakan Pengguna Jalan Nasional*

Debu tolato yang melayang hingga ke area Jalan Nasional tidak hanya mengotori pemukiman, tetapi juga mengganggu jarak pandang dan kenyamanan para pengguna jalan. Hal ini berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas yang mengancam nyawa pengendara.

*4. Dampak Sosial: Menurunnya Kualitas Hidup Masyarakat*

Meski kehadiran PG Asembagus memberikan kontribusi ekonomi berupa penyerapan tenaga kerja lokal, keabaian terhadap pengelolaan limbah udara ini menciptakan beban sosial yang berat. Kehidupan sehari-hari warga terganggu, kebersihan rumah tangga tercemar, dan hak dasar warga atas lingkungan yang layak terabaikan.

Baca Juga:  4000 Orang dari Berbagai Elemen Masyarakat Tulungagung Ikuti Apel Kebangsaan #JagaIndonesia #JogoTulungagung

LBH Cakra Situbondo mengakui pentingnya aktivitas ekonomi dan industri di daerah. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, pihak manajemen PG Asembagus seharusnya sudah menerapkan teknologi modern atau alat penangkap debu (dust collector/precipitator) yang efektif untuk meminimalisir sebaran debu tolato.

“Kami tidak memblokir keberadaan industri, namun keuntungan ekonomi tidak boleh dibayar dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Manajemen PG Asembagus harus segera berbenah dan menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar membiarkan hal ini dianggap sebagai fenomena maklum tahunan,” tutup Opek.

LBH Cakra DPC Situbondo berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga masyarakat Situbondo, khususnya di wilayah Asembagus, mendapatkan haknya atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan aman.(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Polres Situbondo Tetapkan 2 Warga Bawa Clurit sebagai Tersangka dan Ditahan

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:59 WIB

Polres Situbondo Raih Dua Penghargaan Pengelolaan Anggaran dari KPPN Bondowoso

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:56 WIB

*DUGAAN PROGRAM P3-TGAI DESA MLANDINGAN WETAN TAK SESUAI RAB Tahun 2026 JADI SOROTAN*

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:20 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:07 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan KUA-PPAS 2027, Plt. Ahmad Baharudin Sampaikan Apresiasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:45 WIB

Jangan Terburu-buru Cabut Gigi Berlubang, Dokter Spesialis RSUD Jombang: Banyak Kasus Masih Bisa Diselamatkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WIB

Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Bali Apresiasi Penunjukan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:39 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.