Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Semangat Kemerdekaan Membara di Ngoro, 162 Peserta Adu Kekompakan di Gerak Jalan ROJO 2026
  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan
  • Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:05 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling

redaksiJumat, 24 Juli 2026 - 15:07 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260724 WA0138
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO — Permasalahan debu tolato (ampas serbuk kayu/jelaga sisa pembakaran) dari Pabrik Gula (PG) Asembagus kembali menjadi ancaman nyata yang berulang setiap tahun. LBH Cakra DPC Kabupaten Situbondo menyuarakan keprihatinan mendalam atas pembiaran fenomena tahunan ini, yang dinilai belum menemukan solusi konkret dari pihak manajemen.

Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (Opek), menegaskan bahwa pencemaran udara akibat debu tolato ini bukan sekadar persoalan teknis industri, melainkan ancaman serius terhadap hak-hak mendasar masyarakat, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan keharmonisan sosial.

“Masyarakat memiliki hak paten untuk mendapatkan udara yang sehat dan segar. Hak konstitusional ini tidak bisa ditukar atau digantikan dengan bantuan sosial maupun dana Corporate Social Responsibility (CSR) bentuk apa pun,” tegas Opek.

*Empat Dampak Krusial Akibat Pencemaran Debu Tolato:*

*1. Dampak Pendidikan: Mengancam Keselamatan Anak Usia Dini*

Ancaman debu tolato merambah hingga ke lingkungan sekolah. Baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan seorang murid TK di Desa Gudang terpaksa menyeka matanya yang dipenuhi tumpukan debu tolato dengan tisu, dibantu oleh gurunya secara hati-hati. Kejadian ini membuktikan bahwa anak-anak yang seharusnya belajar di lingkungan yang aman kini menjadi korban langsung dari polusi ini.

Baca Juga:  Minibus Terbakar di SPBU Sembon Tulungagung, Pengemudi Alami Luka Bakar

*2. Dampak Kesehatan: Ancaman Penyakit Pernapasan dan Penglihatan*

Setiap musim giling tiba, warga sekitar PG Asembagus terpaksa menghirup partikel debu berbahaya. Risiko Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata kronis, hingga dampak jangka panjang terhadap paru-paru warga menyoroti betapa abainya penanganan polusi ini dari tahun ke tahun.

*3. Dampak Keselamatan Jalan: Membahayakan Pengguna Jalan Nasional*

Debu tolato yang melayang hingga ke area Jalan Nasional tidak hanya mengotori pemukiman, tetapi juga mengganggu jarak pandang dan kenyamanan para pengguna jalan. Hal ini berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas yang mengancam nyawa pengendara.

*4. Dampak Sosial: Menurunnya Kualitas Hidup Masyarakat*

Meski kehadiran PG Asembagus memberikan kontribusi ekonomi berupa penyerapan tenaga kerja lokal, keabaian terhadap pengelolaan limbah udara ini menciptakan beban sosial yang berat. Kehidupan sehari-hari warga terganggu, kebersihan rumah tangga tercemar, dan hak dasar warga atas lingkungan yang layak terabaikan.

Baca Juga:  Launching CFD UPZ Desa Besuki, Baznas Tulungagung Sebut UMKM Tumbuh Pesat dan Berkembang

LBH Cakra Situbondo mengakui pentingnya aktivitas ekonomi dan industri di daerah. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, pihak manajemen PG Asembagus seharusnya sudah menerapkan teknologi modern atau alat penangkap debu (dust collector/precipitator) yang efektif untuk meminimalisir sebaran debu tolato.

“Kami tidak memblokir keberadaan industri, namun keuntungan ekonomi tidak boleh dibayar dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Manajemen PG Asembagus harus segera berbenah dan menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar membiarkan hal ini dianggap sebagai fenomena maklum tahunan,” tutup Opek.

LBH Cakra DPC Situbondo berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga masyarakat Situbondo, khususnya di wilayah Asembagus, mendapatkan haknya atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan aman.(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Bondowoso Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor , Satu Pelaku Ditangkap dan Satu Masuk DPO

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:26 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Semangat Kemerdekaan Membara di Ngoro, 162 Peserta Adu Kekompakan di Gerak Jalan ROJO 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.