Si
*liputan11SITUBONDO –* Aliansi Media Peduli Situbondo (AMPS) mengapresiasi langkah respons cepat Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur yang langsung turun tangan menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas Pabrik Gula (PG) Asembagus di Kabupaten Situbondo.
Dalam investigasi ini, Ditreskrimsus Polda Jatim menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur. Penyelidikan bermula dari laporan resmi AMPS terkait keluhan warga ihwal polusi yang diduga bersumber dari pabrik gula tersebut.
Sebagai bagian dari prosedur pembuktian, tim gabungan memasang perangkat *High Volume Sampler (HVS)* di titik-titik krusial terdampak, salah satunya di kawasan Gang Arimbi, RT 01/RW 05, Dusun Barat, Desa Gudang. Alat tersebut dioperasikan secara intensif selama 24 jam penuh mulai Senin (05/10/2026) hingga Selasa (06/10/2026).

Alat HVS ini krusial untuk menguji parameter kualitas udara, termasuk mengukur kadar debu atau partikulat seperti PM10, PM2.5, dan TSP, serta konsentrasi gas polutan di pemukiman warga.
Sampel udara yang telah dihimpun selama 24 jam kini dibawa ke laboratorium independen guna dianalisis secara komprehensif. Polda Jatim menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan dibuka secara transparan kepada pihak pelapor maupun publik.
Jika terbukti terjadi pelanggaran baku mutu lingkungan atau unsur pencemaran yang merugikan warga, aparat penegak hukum memastikan akan memproses kasus ini secara profesional dan tegas.

Langkah sigap aparat penegak hukum ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.”Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas respons cepat dan langkah tegas Polda Jatim serta DLH Provinsi Jawa Timur dalam merespons keresahan masyarakat Situbondo,” ujar Ketua AMPS, David Haryono.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LBH Cakra DPC Situbondo, Novika Syaiful Rahman (Opek), menyatakan pihaknya akan terus mengawal proses hukum ini.
Ia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara objektif dan transparan demi melindungi kesehatan serta kepentingan masyarakat luas.
*(sup)*
