liputan11*SITUBONDO* — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau P3-TGAI di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo tahun 2026 kini menjadi sorotan warga dan sejumlah lembaga pengawas.
Dugaan ketidaksesuaian antara kegiatan di lapangan dengan Rencana volume yang tidak di cantumkan di papan informasi dan juga tidak sesuai RAB mencuat setelah menemukan sejumlah item pekerjaan yang dinilai tidak sesuai spesifikasi maupun volume yang tidak tercantum di papan informasi.hanya nominal anggaran di cantumkan.
Temuan di Lapangan
Berdasarkan penelusuran awal, beberapa titik saluran irigasi yang masuk dalam paket P3-TGAI 2026 di Desa Mlandingan Wetan diduga tidak sesuai RAB.
Warga juga mempertanyakan transparansi papan informasi kegiatan. “Seharusnya di papan itu jelas tertulis volume, kalau anggaran sudah tertulis di papan informasi. Tapi yang terpasang datanya minim, jadi kami tidak bisa cek,” ujar salah satu warga yang menolak disebut namanya, 22/7/2026.

P3-TGAI sendiri merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai yang dikelola langsung oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air atau P3A. Tujuannya untuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier agar aliran air ke lahan pertanian lebih lancar.
Pihak
Ketua P3-TGAI Desa Mlandingan Wetan saat mau dikonfirmasi melalui watshap gak di angkat,apakah seluruh pekerjaan sudah sesuai kondisi dilapangan.
Di saat tim media turun kelokasi tahap awal pekerjaan mengunakan berupa semen PCC singa merah serta batu plontos,yang sebelumnya menjadi sorotan pemberitan media.seharusnya material tersebut segera diganti sesuai ketentuan dalam perencanaan anggaran biaya standart yang berlaku.

Apalagi “Dana P3-TGAI langsung masuk ke rekening ketua P3A. Kami dorong agar administrasi dan keterbukaan informasi diperbaiki supaya tidak menimbulkan prasangka,” ujarnya salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
“Program ini uang negara. Kalau RAB tidak sesuai realisasi, harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai niat baik membantu petani justru menimbulkan masalah.
Hingga berita ini ditulis, pihak yang menjadi ketua P3-TGAI tidak dapat bisa di hubungi melalui telepon seluler/watshap.(Tim)
