Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan
  • Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
  • Hadiri Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ingatkan Warga Jaga Kerukunan
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:05 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Khazanah » Budaya

Kemeriahan Grebeg Suro Berpusat di Makam Prabu Sri Aji Jayabaya Kediri

RedaksiMinggu, 7 Agustus 2022 - 16:40 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220807 161754
Arak-arakan tumpeng menuju Makam Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya dalam Tradisi Grebeg Suro
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KEDIRI.LIPUTAN11.COM – Warga Desa Kewedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur memperingati tahun baru islam 1444 Hijriah dengan tradisi Grebeg Suro.

Beragam tradisi seni ditampilkan dalam gelaran kali ini, setelah dua tahun terakhir ditiadakan karena adanya pandemi Covid -19.

Suasana hujan lebat dalam prosesi adat tradisi jawa tak menyurutkan warga yang rindu dengan hadirnya pertunjukan pun ramai-ramai datang untuk memeriahkan tradisi Grebeg Suro ini.

Arak-arakan tumpeng yang di iringi seni jaranan tradisional jawa menuju area Makam Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya.

Menurut kepercayaan warga, kegiatan ritual ini dilakukan agar Desa Kewedusan dijauhkan dari musibah, bencana serta mendapatkan kemakmuran dan Loh jinawi atas Ridlo Alloh SWT.

“Kita usung tema Nguri – Nguri Tradisi Jawa” dengan acara ini masyarakat tidak lupa dengan tradisi nenek moyang kita, leluhur – leluhur kita, agar kita sebagai anak cucu harus bisa melestarikan dan menjaga tradisi adat Jawa, bersedekah, berdoa tiap bulan Suro, agar hidup makmur,” kata Zaenuri tokoh warga Desa Kewedusan, Minggu (7/8/2022).

Baca Juga:  Relawan Sobat Anis Kediri Raya Deklarasi Dukung Anis Baswedan Calon Presiden 2024

IMG 20220807 161913

Zaenuri menambahkan, adanya Tumpeng, hasil bumi yang diarak keliling, di awali dari Desa Donganti menuju Makam Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya di Desa Kewedusan, menapak tilas perjalanan Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya merupakan wujud rasa syukur atas panen melimpah yang didapat warga.

 

Grebeg Suro bagi warga Desa Kewedusan merupakan tradisi turun temurun yang tidak bisa dihilangkan.

Warga meyakini grebek suro merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta yakni Alloh SWT.

“Setelah sebelumnya dilaksanakan secara sederhana akibat pandemi Covid – 19, tahun ini panitia sengaja menggelar Grebeg Suro secara meriah, sehingga antusias warga sangat tinggi, jadi banyak yang datang ke sini biarpun diguyur hujan,” ujarnya.

Baca Juga:  Edarkan Pil Koplo dan Penadah Motor Hasil Curian, Buruh Tani di Kediri Diamankan Polisi

Usai diarak keliling desa menuju Makam Eyang Prabu Sri Aji Jayabaya dan melakukan doa – doa, tumpeng langsung jadi rebutan ratusan warga.

IMG 20220807 161833

Sementara, Sofyan salah satu warga berharap dengan grebek suro, keberkahan bagi masyarakat Desa Kewedusan dan sekitarnya tetap terjaga. Selain itu, warga dijauhkan dari segala musibah terutama bencana Gunung Kelud.

“Acara grebeg syuro Ini bertujuan agar Desa Kewedusan menjadi desa gemah ripah loh jinawi, yang artinya murah sandang pangan, murah air, murah sumber rezeki, serta jauh dari segala musibah dan bencana” harapnya. (Eko)

Berita kediri Grebeg Suro Makam Prabu Sri Aji Jayabaya Kediri
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Wujud Rasa Syukur, Nelayan Pantai Popoh Tulungagung Gelar Labuh Laut Larung Sembonyo

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:59 WIB

Wakil Walikota Kediri Hadiri Halal Bihalal Bersama PGRI, Tingkatkan Kualitas Pendidikan Untuk Kediri Mapan

Senin, 13 April 2026 - 15:05 WIB

Pj Sekda Endang Kartika Sari di Lantik Walikota Kediri

Senin, 13 April 2026 - 14:47 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.