Tulungagung Liputan11.Com,-Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian Kodim 0807/Tulungagung dalam pelaksanaan program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026. Upaya ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal di Kabupaten Tulungagung.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pemberdayaan UMKM yang berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Campurdarat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian TMMD ke-130 yang dipusatkan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat.
Pasiter Kodim 0807/Tulungagung, Kapten Inf. Dony Widianto, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan TNI dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan pemahaman mengenai peluang usaha, pengelolaan ekonomi, serta pengembangan aktivitas usaha di tingkat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Kodim menghadirkan narasumber dari PT Agrinas, termasuk manajer operasional pendistribusian barang, untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme distribusi, kesiapan pasokan, serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
“Untuk saat ini, Koperasi Merah Putih sudah akan beroperasi. Yang kami undang ke sini adalah manajer operasional untuk pendistribusian barang dari Agrinas, yang bertanggung jawab terkait barang yang datang serta sarana dan prasarana sebelum operasional Koperasi Merah Putih berjalan,” ujar Kapten Inf. Dony Widianto.

Menurutnya, kesiapan operasional dan kelancaran distribusi merupakan aspek penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi serta pemahaman seluruh pihak perlu diperkuat agar pelaksanaan program berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Dony juga menekankan pentingnya kejelasan landasan hukum, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) dan standar operasional prosedur (SOP), sebagai pedoman pelaksanaan agar setiap kegiatan memiliki kepastian aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa di Kabupaten Tulungagung terdapat sebanyak 140 gerai yang telah disiapkan untuk beroperasi. Kecamatan Campurdarat menjadi wilayah pertama yang mendapatkan sosialisasi secara langsung dengan menghadirkan narasumber dari unsur operasional pendistribusian barang.
Dalam konteks pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi desa diharapkan mampu membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan dukungan dalam meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen usaha, memperluas jaringan kemitraan, serta membangun daya saing agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kodim 0807/Tulungagung berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan pelaku UMKM dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kendala administratif maupun operasional diharapkan dapat diatasi sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang.
Pemberdayaan UMKM tidak boleh berhenti sebatas sosialisasi, tetapi harus bermuara pada terbukanya kesempatan usaha, meningkatnya produktivitas, meluasnya akses pasar, serta bertambahnya kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, potensi ekonomi desa dapat dikelola secara optimal dan menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.
Sosialisasi tersebut dihadiri para pengurus koperasi se-Kecamatan Campurdarat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung.(tot)
