Tulungagung Liputan11.Com,— Regu Putra “Black Horse” dari MTs Negeri 2 Tulungagung resmi mewakili Kwartir Cabang Tulungagung dalam Lomba Tingkat (LT) IV Regu Pramuka Penggalang se-Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Jombang. Keikutsertaan ini menjadi bukti eksistensi dan semangat kepramukaan yang terus ditunjukkan madrasah tersebut .
Lomba Tingkat IV merupakan ajang bergengsi tingkat provinsi yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan para anggota Pramuka.
Melalui berbagai tantangan yang diberikan, peserta dituntut mampu menerapkan pengetahuan kepramukaan secara langsung di lapangan .
Ketua Majelis Pembimbing Gugus (Kamabigus) Pramuka MTsN 2 Tulungagung, Kak Moh Zein, menyampaikan keikutsertaan ini menjadi pengalaman berharga bagi anggota Pramuka.
“Tidak hanya berorientasi pada hasil, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter agar peserta didik semakin disiplin, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu bekerja sama,” ujarnya, usai ikuti pelepasan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tulungagung untuk mengikuti Lomba Tingkat IV (LT-IV) Regu Pramuka Penggalang Jawa Timur Tahun 2026, yang berlangsung di Pendopo Tulungagung, Jumat (6/11/2026).
“Semoga keikutsertaan- Regu Black Horse dari MTsN 2 Tulungagung dapat memberikan pengalaman berharga serta semakin meningkatkan semangat anggota Pramuka untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama madrasah khususnya dan Kwartir Cabang Tulungagung,” harap Kak Moh Zein .
Dalam arahannya, Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa LT-IV bukan sekadar ajang kompetisi kepramukaan, melainkan kesempatan bagi para peserta untuk mengukur kemampuan, menunjukkan hasil latihan, sekaligus mengasah mental kepemimpinan, kemandirian, dan karakter gotong royong.

Ia menyebut para peserta merupakan regu-regu terbaik yang telah melalui proses pembinaan dan membawa nama baik masyarakat Kabupaten Tulungagung.
Ia berpesan agar seluruh anggota kontingen mampu menjadi duta daerah yang santun, disiplin, berbudaya, dan ramah. Selain memperkenalkan kemampuan kepramukaan, peserta juga diharapkan turut mengenalkan kreativitas, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat Tulungagung.
“Keberhasilan dalam perlombaan tidak hanya ditentukan kemampuan individu, tetapi juga kekuatan kerja sama, saling mendukung, dan semangat menghadapi setiap tantangan bersama.
Selain itu, peserta diminta menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas, menaati seluruh aturan perlombaan, serta menghargai kemampuan kontingen lain. Aspek kesehatan dan keselamatan juga harus menjadi prioritas dengan mengikuti arahan pembina pendamping dan menjaga kondisi fisik selama kegiatan.
Ahmad Baharudin turut menyampaikan apresiasi kepada Ka Mabiran, Ka Kwarran, dan Ka Mabigus atas komitmen, pengorbanan, serta dukungan moril maupun materiil dalam mempersiapkan kontingen hingga mampu mencapai tingkat provinsi.
“Kepada para pembina pendamping, agar senantiasa memberikan bimbingan, memperhatikan kesehatan peserta, serta menjaga motivasi dan optimisme anggota kontingen selama mengikuti kompetisi,” pesannya.
Ahmad Baharudin berharap para peserta dapat pulang membawa pengalaman berharga, memperluas persahabatan, serta menorehkan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Bumi Gayatri di tingkat Jawa Timur.
Pelepasan kontingen kemudian ditandai dengan pernyataan resmi pemberangkatan oleh Plt Bupati Tulungagung. Dengan penuh harapan, seluruh peserta didorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga kehormatan daerah, dan membuktikan bahwa Pramuka Tulungagung mampu berprestasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan.(tot)
