JOMBANG,Liputan11.com – Potensi durian lokal Wonosalam kembali mendapat panggung. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian menggelar Kontes Durian Wonosalam 2026 di Lapangan Kecamatan Wonosalam, Sabtu (10/10/2026). Ajang ini tidak sekadar mengadu kualitas buah, tetapi juga menjadi upaya menemukan varietas unggulan baru yang berpotensi dikembangkan sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi daerah.
Sejak hari pertama, antusiasme petani terlihat dari banyaknya varietas yang didaftarkan. Sedikitnya 47 varietas durian lokal telah masuk meja penjurian. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah, seiring target panitia yang membidik lebih dari 100 peserta hingga Minggu (11/10/2026).
Berbeda dari kontes pada umumnya, penyelenggaraan tahun ini secara khusus membuka ruang bagi varietas yang belum pernah diikutsertakan dalam kompetisi sebelumnya. Durian yang sudah dikenal luas, seperti Durian Bido, tidak diperbolehkan mengikuti kontes. Kebijakan ini memberi kesempatan kepada varietas lokal lain untuk menunjukkan karakteristik dan kualitas terbaiknya.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa kekayaan durian Wonosalam tidak hanya bertumpu pada varietas yang telah populer. Di balik kebun-kebun milik warga, masih terdapat potensi genetik yang perlu diidentifikasi, dinilai, dan dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Agus Purnomo, S.H., M.Si., Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Ketua I TP PKK Ema Erfina Salmanudin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jombang Lilik Agus Purnomo.
Dalam sambutannya, Warsubi menekankan pentingnya penggalian potensi lokal secara berkelanjutan. Menurutnya, kontes durian menjadi salah satu sarana untuk menemukan varietas unggulan yang memiliki karakter khas dan layak dibudidayakan lebih luas.
“Kontes ini adalah upaya kita untuk menggali potensi durian lokal Wonosalam dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata unggulan Kabupaten Jombang. Kita ingin menemukan varietas lokal unggulan baru berdasarkan kualitas buah dan karakteristiknya untuk dibudidayakan lebih luas,” tegas Warsubi.
Pemerintah daerah berharap pengembangan durian lokal tidak berhenti pada pengenalan varietas, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas produksi, perluasan budidaya, dan penguatan daya saing komoditas pertanian Wonosalam.
Wajib Durian Jatuhan, Penilaian Ditayangkan Terbuka
Kontes tahun ini menerapkan ketentuan khusus. Seluruh durian yang dilombakan wajib merupakan buah yang jatuh secara alami dari pohonnya. Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas buah yang dinilai berdasarkan tingkat kematangan dan karakteristiknya.
Untuk menjaga objektivitas, tim juri melibatkan pakar dan praktisi lokal Wonosalam yang memahami karakter durian setempat. Hasil penilaian juga ditayangkan secara langsung di lokasi acara sehingga pengunjung dapat mengikuti perkembangan kompetisi secara terbuka.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, M.M., mengatakan pendaftaran peserta berlangsung dinamis. Petani dapat mendaftarkan durian lokal potensial begitu buahnya jatuh alami dari pohon.
Mekanisme tersebut memberi kesempatan kepada petani untuk mengikutsertakan buah terbaik sesuai waktu kematangannya. Panitia pun dapat menjaring lebih banyak varietas yang selama ini belum memperoleh kesempatan tampil dalam kontes.
Upaya pencarian varietas unggul baru ini melanjutkan langkah Pemkab Jombang yang sejak 2012 konsisten mendaftarkan kekayaan genetik durian lokal ke Kementerian Pertanian. Sejumlah varietas yang telah dikenal di antaranya Durian Bido, Durian Mrico, dan Durian SW atau Sukoco Wonosalam, yang memiliki karakter buah dengan biji sangat sedikit.
Melalui kontes ini, pencarian varietas potensial kembali dilanjutkan agar kekayaan durian lokal tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga memiliki peluang pengembangan secara lebih luas.
192 Ribu Pohon Jadi Modal Pengembangan Durian
Potensi durian Wonosalam ditopang oleh populasi tanaman yang mencapai sekitar 192 ribu pohon. Besarnya populasi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan sektor perkebunan, sekaligus membutuhkan upaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas tanaman secara berkelanjutan.
“Populasi tanaman durian di Wonosalam saat ini mencapai 192 ribu pohon. Melalui bantuan bibit, sekolah lapang, hingga teknik top working (sambung pucuk atau batang atas), kita terus mendorong regenerasi pohon tua agar menghasilkan buah berkualitas super,” jelas Much. Rony.
Dinas Pertanian mendorong petani menerapkan teknik budidaya yang lebih baik, termasuk memperbarui kualitas tanaman melalui teknik sambung pada pohon yang telah ada. Bantuan bibit dan sekolah lapang juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola kebun durian.
Pergeseran jadwal kontes ke Oktober turut berkaitan dengan kondisi cuaca dan dinamika pertumbuhan buah pada 2026. Saat ini, Wonosalam memasuki masa panen apitan dengan volume produksi sekitar 30 persen dari total produksi. Periode tersebut menjadi tahap awal sebelum memasuki panen akbar pada 2027 mendatang.
Dari Kebun Petani Menuju Penguatan Ekonomi Wisata
Kontes Durian Wonosalam juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pengunjung dari luar daerah dapat mencicipi durian yang telah dinilai, sekaligus bertransaksi langsung dengan petani.
Pola penjualan langsung ini membuka peluang bagi petani untuk memperkenalkan hasil kebun tanpa sepenuhnya bergantung pada mata rantai distribusi yang panjang. Selain memperluas pasar, interaksi langsung dengan konsumen juga dapat membantu petani membangun jaringan pembeli.
Di sisi lain, kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan aktivitas perdagangan masyarakat setempat. Durian tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga daya tarik yang dapat memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemkab Jombang berharap rangkaian upaya tersebut mampu mendorong petani semakin serius merawat tanaman, menjaga kualitas buah, dan mengembangkan varietas unggulan. Persiapan sejak masa panen apitan diharapkan menjadi bekal untuk menyambut panen akbar 2027 serta agenda KenDuren.
Melalui Kontes Durian Wonosalam 2026, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa potensi durian lokal terus berkembang, memiliki nilai tambah, dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Sebab, keberhasilan pengembangan durian Wonosalam tidak hanya diukur dari banyaknya buah yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan komoditas tersebut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya tarik Kabupaten Jombang.(im)
