Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Ikuti KAI JLS 100 Tulungagung
  • Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan
  • RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen
  • Sidak Proyek Pekerjaan Gorong-gorong dan Trotoar di Jalan Teuku Umar, Plt Bupati Tulungagung Targetkan Selesai Desember 2026
  • Dinas Pertanian Serahkan Alsintan Pada Kelompok Tani, Plt. Bupati Tulungagung: Untuk Meningkatkan Produksi Padi
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Tinjau Revitalisasi Empat Los dan Pembenahan Fasilitas Pasar Ngemplak
  • Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0
  • Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib
Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:49 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Transparansi Dipertaruhkan: Polemik Tiang Fiber di Sentul Jombang.

Kamis, 25 September 2025 - 18:20 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20250925 WA0011
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tiang Fiber Star Berdiri di Jalan A. Yani, Desa Sentul Barat, Tembelang Jombang, Diduga Tanpa Izin Resmi.

JOMBANG,Liputan11.com – Maraknya pemasangan jaringan kabel fiber optik di Kabupaten Jombang mulai menuai sorotan tajam. Pemerintah Kabupaten memang tengah gencar melakukan penertiban, namun di lapangan justru muncul dugaan praktik pemasangan yang tidak memenuhi aturan. Salah satunya terjadi di Jalan A. Yani, Desa Sentul Barat, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, di mana sejumlah tiang fiber milik Fiber Star tampak berdiri tanpa kejelasan izin resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan penyedia jaringan tersebut diduga belum mengantongi rekomendasi teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang. Selain itu, persyaratan administratif berupa deposit perawatan selama satu tahun yang menjadi kewajiban perusahaan kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), disebut-sebut juga tidak terpenuhi. Jika benar demikian, maka pemasangan ini jelas melanggar aturan yang berlaku.

Seorang narasumber yang memahami mekanisme perizinan, namun meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menegaskan bahwa pemasangan tiang fiber tanpa rekomendasi teknis dari PUPR merupakan pelanggaran serius.
“Kalau tiang sudah berdiri di jalan kabupaten, itu masuk domain PUPR. Harus ada rekom teknis, harus ada deposit di Dispenda. Kalau tidak ada, ya otomatis ilegal. Ini bisa merugikan daerah sekaligus masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Situbondo Ungkap Kasus Penipuan Penjualan Emas Palsu

Kepala Desa Sentul, Misbahkhul Arifin, saat dikonfirmasi pada Kamis (25/9/2025) tidak menampik keberadaan tiang fiber tersebut. Ia menyebutkan, di wilayah desa memang ada pemasangan tiang, namun secara prinsip tidak masalah jika berada di jalan lingkungan. Berbeda halnya dengan pemasangan di jalan kabupaten yang menurutnya wajib melalui izin resmi.

“Kalau di jalan desa kami tidak mempermasalahkan. Tapi kalau sudah masuk jalan kabupaten, tentu harus ada dasar izinnya. Saya sudah tanyakan ke pihak lapangan, katanya sih sudah ada izin. Tapi buktinya sampai sekarang tidak pernah ditunjukkan ke saya,” terang Misbahkhul dengan nada ragu.

Lebih lanjut, awak media mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Agung Setiadji, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Jombang, serta beberapa stafnya. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban maupun klarifikasi resmi dari pihak PUPR. Padahal, sesuai kewenangannya, perizinan pemasangan utilitas seperti tiang fiber di jalan kabupaten sepenuhnya menjadi tanggung jawab PUPR.

Sikap bungkam ini semakin menimbulkan spekulasi di masyarakat. Ada dugaan, ketidakjelasan izin tersebut sengaja dibiarkan atau bahkan berpotensi terjadi “pembiaran sistematis” demi keuntungan pihak tertentu. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat Jombang sedang gencar mendorong keteraturan tata ruang dan infrastruktur.

Baca Juga:  SMA PGRI 1 Jombang Gelar Upacara HUT RI ke-80, Tekankan Pendidikan sebagai Wujud Perjuangan Kemerdekaan

Persoalan pemasangan tiang fiber tanpa izin bukan sekadar soal administrasi. Jika dibiarkan, ada sejumlah dampak yang bisa timbul. Pertama, secara tata ruang, keberadaan tiang yang tidak teratur dapat merusak estetika kota sekaligus mengganggu pembangunan trotoar dan drainase yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah. Kedua, dari aspek keselamatan, tiang yang berdiri tanpa standar teknis rawan membahayakan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor.

Selain itu, dari sisi keuangan daerah, hilangnya kewajiban penyetoran deposit dan retribusi jelas merugikan pendapatan asli daerah (PAD). Padahal, dana tersebut seharusnya bisa digunakan kembali untuk perawatan jalan dan infrastruktur lainnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah Pemkab Jombang benar-benar serius melakukan penertiban, atau sekadar menjadikannya jargon? Publik kini menunggu sikap tegas dari PUPR dan Dispenda untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait legalitas tiang fiber di Sentul. Transparansi adalah kunci, agar tidak muncul kesan bahwa aturan hanya ditegakkan kepada pihak tertentu sementara yang lain dibiarkan bebas beroperasi.

Jika ketegasan tidak segera ditunjukkan, dikhawatirkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan semakin luntur. Penertiban yang mestinya menjadi langkah memperbaiki tata kelola justru bisa berubah menjadi panggung inkonsistensi dan dugaan praktik “tebang pilih” dalam penegakan aturan. Bersambung.. (lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Pemkab Jombang Gelar POPKAB 2026 Piala Bupati, SMP Budi Utomo Perak Tampil Perkasa dengan Kemenangan 5-0

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Satpol PP Jombang Perkuat Pengamanan Jombang Bersholawat, Pastikan Jamaah Aman dan Tertib

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:33 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Plt Bupati Ahmad Baharudin Ikuti KAI JLS 100 Tulungagung

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Gelar Panen Raya Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:06 WIB

RSUD Jombang Angkat Suara Hati Tenaga Kesehatan Lewat Buku, Kesehatan Mental Jadi Perhatian Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Sidak Proyek Pekerjaan Gorong-gorong dan Trotoar di Jalan Teuku Umar, Plt Bupati Tulungagung Targetkan Selesai Desember 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:20 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.