Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Disperkim Tulungagung Perkuat Sanitasi Layak, Pembangunan Jamban Keluarga Dituntut Tepat Sasaran dan Akuntabel
  • Perhutani KPH Bondowoso Sosialisasikan Agroforestry dan Pupuk Bersubsidi, Bupati Saksikan Penandatanganan PKS dengan Masyarakat Desa Hutan
  • Pengadaan Gabah DKPP Jombang Rp395,32 Juta Disorot, Harga Kontrak dan Proses Penunjukan Penyedia Perlu Transparansi
  • Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Sosialisasi Implementasi ETPD, Bapenda Tulungagung Dorong Transaksi Non-Tunai Hingga Perdesaan
  • *AKSI DI KPK BATAL, PENGADUAN TETAP JALAN: LSM Siti Jenar Ubah Strategi Kawal Anggaran Situbondo*
  • *Kepala Sekolah (*Saiful Hasan 2 *) Penerima Program Revitalisasi di Situbondo Sampaikan Terima Kasih ke Kementrian Pendidikan Pemerintah Pusat dan Pemkab Situbondo*
  • Proyek Revitalisasi TK (*Saiful Hasan*) Rp700 Juta Tercium Amis: Material Diduga “Sunat” Spek, Mutu Bangunan Memprihatinkan
  • Panji Kidul Tatap Masa Depan: Gelar Musrenbangdes Tahun Anggaran 2026/2027, Fokus pada Pemerataan Pembangunan
Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah

Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian

redaksiKamis, 17 September 2026 - 11:50 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

IMG 20260917 WA0009

JOMBANG,Liputan11.com — Kebutuhan peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menyiapkan rencana pengembangan rumah sakit. Namun, di tengah keterbatasan lahan, pengembangan tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.

Aspek lingkungan, tata ruang hingga dampak terhadap masyarakat sekitar menjadi bagian yang harus diperhitungkan sejak awal. Karena itu, RSUD Jombang menggelar sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sekaligus konsultasi publik, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bung Hatta RSUD Jombang tersebut menjadi salah satu tahapan penyusunan dokumen AMDAL untuk rencana pengembangan aktivitas rumah sakit.

Forum itu mempertemukan unsur rumah sakit, pemerintah daerah, tenaga ahli, masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas rencana pengembangan sekaligus menggali berbagai masukan mengenai kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang, Anang Sumariono, S.Kep., Ns., M.Kes., mengungkapkan bahwa keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan RSUD Jombang.

Saat ini, luas lahan rumah sakit disebut tidak lebih dari empat hektare. Namun, total luas bangunan apabila dihitung berdasarkan keseluruhan lantai telah mencapai lebih dari lima hektare.

Kondisi tersebut membuat RSUD Jombang harus mencari pola pengembangan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan tanpa mengabaikan daya dukung lingkungan.

“Lahan kita terbatas. Karena itu bagaimana kita memaksimalkan lahan yang ada untuk menunjang pelayanan,” kata Anang.

Salah satu konsep yang dipilih adalah pengembangan secara vertikal. Penambahan fasilitas diarahkan ke atas sehingga penggunaan lahan dapat lebih efisien.

Meski demikian, pengembangan vertikal tetap harus diimbangi dengan mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH). Anang menyebut saat ini RSUD Jombang masih memiliki RTH dengan luasan lebih dari 20 persen.

Baca Juga:  Bupati Warsubi Ajak Kajari dan Ketua PN Baru Perkuat Sinergi Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera

Keberadaan RTH tersebut menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam rencana pengembangan ke depan. Sebab, rumah sakit bukan hanya membutuhkan bangunan dan fasilitas pelayanan, tetapi juga lingkungan yang mendukung kenyamanan pasien, keluarga pasien maupun para pekerja.

Aktivitas Rumah Sakit Terbilang Kompleks

Tantangan pengembangan RSUD Jombang tidak hanya berkaitan dengan bangunan dan lahan. Besarnya aktivitas pelayanan juga membuat rumah sakit memiliki kompleksitas kegiatan yang cukup tinggi.

Saat ini, RSUD Jombang memiliki sekitar 1.507 karyawan. Lebih dari 1.000 orang di antaranya merupakan pegawai non-ASN atau BLUD, sementara jumlah ASN kurang dari 500 orang.

Jumlah tersebut menggambarkan besarnya aktivitas yang berlangsung di lingkungan rumah sakit setiap harinya.

Karena itu, menurut Anang, berbagai aktivitas RSUD Jombang memiliki keterkaitan dengan aspek lingkungan dan potensi dampak yang harus dikelola.

“Setiap yang dilakukan RSUD Jombang, baik pelayanan, pembangunan dan sebagainya, kita selalu ada hubungan dengan analisa lingkungan dan dampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyusunan AMDAL diharapkan dapat memastikan rencana pengembangan rumah sakit tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

Tidak hanya pembangunan fisik, aspek tata ruang, lingkungan, masyarakat hingga tata kelola pembangunan juga menjadi perhatian.

Anang menyadari setiap pembangunan berpotensi menghadirkan dampak, baik positif maupun negatif. Karena itu, proses AMDAL diperlukan untuk mengidentifikasi potensi tersebut sekaligus menentukan langkah pengelolaannya.

“Harapannya semua yang kita lakukan tidak menyalahi aturan, baik tata ruang, lingkungan, masyarakat maupun tata kelola pembangunan di Kabupaten Jombang,” tegasnya.

Baca Juga:  SMK Negeri 3 Jombang Gelar TKA: Wujudkan Semangat Jujur, Gembira, dan Berprestasi

Masyarakat Diberi Ruang Menyampaikan Masukan

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Jombang yang diwakili Rahma Fitriana, S.S., M.Kebijakan Publik, menyampaikan bahwa AMDAL merupakan instrumen penting dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penyusunan AMDAL RSUD Jombang mengacu pada PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Permen LHK Nomor 04 Tahun 2021 tentang daftar usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL, UKL-UPL atau SPPL.

Konsultasi publik menjadi bagian dari tahapan penyusunan dokumen tersebut. Masyarakat dan pemangku kepentingan diberi kesempatan untuk mengetahui rencana kegiatan sekaligus menyampaikan pandangan maupun masukan terkait dampak yang mungkin muncul.

“Masukan masyarakat menjadi bagian yang penting dalam proses penyusunan dokumen AMDAL,” demikian substansi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Penyusunan AMDAL melibatkan tenaga ahli dengan Nasikhah Imamah, S.T., M.T., sebagai Ketua Tenaga Ahli Penyusun AMDAL.

Selain itu, proses tersebut melibatkan DLH Provinsi Jawa Timur, DLH Kabupaten Jombang, Dinas Kesehatan, Kecamatan Jombang, Kelurahan Kepanjen, tokoh masyarakat, PKK, kepolisian, Koramil, LSM serta unsur terkait lainnya.

Melalui proses konsultasi publik dan kajian lingkungan tersebut, rencana pengembangan RSUD Jombang diharapkan mampu menjawab kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus memastikan pembangunan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Pengembangan rumah sakit bukan semata soal menambah gedung dan fasilitas. Di tengah lahan yang terbatas, tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas pelayanan tanpa mengorbankan lingkungan dan ruang hidup masyarakat di sekitarnya.(im)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Disperkim Tulungagung Perkuat Sanitasi Layak, Pembangunan Jamban Keluarga Dituntut Tepat Sasaran dan Akuntabel

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Pengadaan Gabah DKPP Jombang Rp395,32 Juta Disorot, Harga Kontrak dan Proses Penunjukan Penyedia Perlu Transparansi

Selasa, 3 November 2026 - 06:49 WIB

Pangkas Birokrasi Pelayanan, Dispendukcapil Jombang Gandeng Rumah Sakit: Bayi Pulang Langsung Bawa Akta dan KK

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:43 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Disperkim Tulungagung Perkuat Sanitasi Layak, Pembangunan Jamban Keluarga Dituntut Tepat Sasaran dan Akuntabel

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Sosialisasikan Agroforestry dan Pupuk Bersubsidi, Bupati Saksikan Penandatanganan PKS dengan Masyarakat Desa Hutan

Selasa, 3 November 2026 - 10:12 WIB

Pengadaan Gabah DKPP Jombang Rp395,32 Juta Disorot, Harga Kontrak dan Proses Penunjukan Penyedia Perlu Transparansi

Selasa, 3 November 2026 - 06:49 WIB

Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Sosialisasi Implementasi ETPD, Bapenda Tulungagung Dorong Transaksi Non-Tunai Hingga Perdesaan

Senin, 2 November 2026 - 21:04 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.