liputan11SITUBONDO – Era digital membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama fenomena doomscrolling—kebiasaan mengonsumsi konten negatif secara berlebihan tanpa henti. Menjawab keresahan tersebut, siswa SMA dan SMP 1 Muhammadiyah Panji menggelar workshop edukatif bertajuk “Algoritma vs Otak: Strategi Cerdas Melawan Doomscrolling” melalui program XL.SMART AXIS rabu 12/8/2026.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula sekolah tersebut bertujuan untuk membekali para siswa dengan literasi digital yang mumpuni. Di tengah gempuran algoritma media sosial yang dirancang untuk menjaga durasi tonton pengguna, workshop ini hadir sebagai “alarm” kesadaran bagi siswa agar mampu menjadi tuan atas gawai mereka sendiri, bukan sebaliknya.
Memahami Algoritma agar Tidak Terperdaya
Workshop ini membedah bagaimana cara kerja algoritma media sosial yang sering kali menciptakan ruang gema (echo chamber) yang memicu kecemasan. Para mentor memandu siswa untuk memahami bahwa setiap klik, like, dan waktu tayang yang mereka berikan akan memperkuat konten serupa di linimasa mereka.
“Kami ingin siswa paham bahwa di balik layar, ada sistem yang mempelajari perilaku mereka. Dengan memahami mekanisme ini, mereka diharapkan bisa lebih bijak dan selektif dalam memilih konten, serta tahu kapan harus berhenti (screen break),” ujar pak (*Andi*) dari dinas kominfo situbondo.
Pak (*andi yulian haryanto*) juga menambahkan untuk Menghidupkan Kembali Fokus Otak
Sesi paling menarik terjadi ketika para siswa diajak untuk mengevaluasi dampak doomscrolling terhadap kesehatan mental dan produktivitas mereka. Teknik sederhana untuk melepaskan diri dari siklus konten negatif,dan juga
Kesadaran Kognitif Melatih otak untuk tetap kritis dan tidak mudah terhipnotis oleh arus informasi yang instan,maka
Produktivitas Kreatif Mengarahkan durasi scrolling yang tadinya sia-sia menjadi waktu untuk mempelajari keterampilan baru.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Selain sesi diskusi, para siswa diajak melakukan simulasi kritis untuk menyusun strategi “melawan balik” algoritma, yakni dengan sengaja mengkurasi konten positif dan bermanfaat sebagai preferensi linimasa mereka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata bagi keluarga besar SMP dan SMA 1 Muhammadiyah Panji dalam menciptakan ekosistem digital sekolah yang sehat. Dengan menguasai “algoritma diri” melalui kekuatan pikiran, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang unggul dan tetap menjaga kewarasan mental di tengah derasnya arus informasi.(sup)
