JOMBANG,Liputan11.com – Hitungan hari menuju pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang semakin dekat. Di tengah tingginya perhatian terhadap agenda akbar tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mengintensifkan persiapan agar Jombang benar-benar siap menjadi tuan rumah.
Rabu (19/8/2026), Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si. turun langsung meninjau venue utama pembukaan Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang. Peninjauan ini dilakukan bersama Wakil Bupati Salmanuddin, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Daerah Agus Purnomo, S.H., M.Si., serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kedatangan rombongan pemerintah daerah disambut Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, Tim Kreatif Muktamar ke-35 NU Helmy M. Noor, dan jajaran panitia lokal.
Di lokasi, pembahasan tidak hanya berkutat pada kesiapan panggung dan tenda. Sejumlah kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat turut menjadi perhatian, mulai dari lalu lintas, keamanan, penerangan, kebersihan, sanitasi hingga pelayanan kesehatan.
Pemkab Jombang menyatakan siap memberikan dukungan penuh melalui penataan lalu lintas, pengamanan lokasi, penyediaan toilet portable, penerangan jalan umum, tenaga kebersihan, publikasi serta dukungan pelayanan kesehatan bagi peserta maupun masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah kesiapan layanan kesehatan bagi muktamirin yang berasal dari luar Jombang.
Bupati Warsubi menjelaskan bahwa Pemkab Jombang telah melakukan perubahan terhadap Peraturan Bupati terkait Jamkesmaskin agar masyarakat dari luar daerah yang berada di Jombang selama pelaksanaan Muktamar tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Kami sampai merubah Perbup terkait Jamkesmaskin. Dengan adanya Muktamar ke-35 NU, masyarakat di luar Jombang jika mengalami masalah kesehatan bisa berobat di Kabupaten Jombang secara gratis,” jelas Warsubi.
Bagi Bupati, Muktamar ke-35 NU bukan sekadar agenda organisasi. Kehadiran ribuan muktamirin dan tamu dari berbagai daerah menjadi momentum penting yang sekaligus menempatkan Jombang sebagai sorotan nasional.
Karena itu, seluruh kepala OPD terkait diminta bekerja secara maksimal dan tidak menunggu persoalan muncul. Koordinasi dengan panitia lokal harus dilakukan secara intensif agar kebutuhan di lapangan dapat segera diselesaikan.
“Dengan koordinasi yang baik ini, semoga semua ini berjalan dengan baik. Kami yakin ini akan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan untuk masyarakat, karena Muktamar ke-35 NU yang diadakan di Kota Santri ini adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Jombang,” tegasnya.
Venue Pembukaan Disiapkan dengan Konsep Representatif
Sementara itu, Tim Kreatif Muktamar ke-35 NU, Helmy M. Noor, memaparkan sejumlah kesiapan venue utama pembukaan yang berada di Lapangan Untung Suropati. Lokasi tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 5.000 orang.
Di atas lapangan telah berdiri tenda roder berukuran besar yang terbagi dalam tiga sektor. Tenda A berukuran 20 x 60 meter disiapkan untuk para undangan. Tenda B berukuran 25 x 60 meter diperuntukkan bagi Presiden, staf kepresidenan, menteri dan jajaran. Sedangkan Tenda C berukuran 20 x 60 meter disiapkan bagi dzurriyah Pondok Pesantren Tambakberas Jombang.
Namun, konsep venue tidak hanya mengedepankan kapasitas. Panitia juga berusaha menghadirkan suasana yang lebih modern dan menarik sehingga kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari pengalaman masyarakat selama Muktamar berlangsung.
Sejumlah spot foto disiapkan, termasuk gerbang utama yang dirancang khusus serta videotron panjang di bagian depan lapangan.
“Yang menarik, di tempat ini kami bikin suasana yang instagramable, serta banyak tempat untuk mengambil spot foto. Gatenya juga keren, akan ada videotron panjang di depan Lapangan Untung Suropati. Sehingga yang biasanya apabila masyarakat melintas yang biasanya gelap gulita, kini mulai tanggal 21 Agustus akan terlihat sparkling,” ungkap Helmy.
Selain area utama, panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti holding Presiden, VIP Presiden, mushola darurat serta toilet portable yang dilengkapi pendingin ruangan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna.
Masyarakat Bisa Ikuti Pembukaan Melalui Titik Nobar
Tidak semua masyarakat dapat menyaksikan pembukaan secara langsung dari dalam venue. Karena itu, panitia lokal menyiapkan sejumlah titik nonton bareng (nobar) untuk masyarakat.
Videotron akan ditempatkan di sejumlah lokasi, salah satunya di sekitar Gedung Tsanawiyah Bahrul Ulum dan beberapa titik di sepanjang jalan raya. Fasilitas tersebut diharapkan membuat masyarakat tetap dapat mengikuti momentum pembukaan Muktamar meski tidak berada di dalam venue utama.
Dengan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026, waktu persiapan kini tinggal menghitung hari.
Pemkab Jombang pun memastikan koordinasi lintas sektor terus dikebut. Infrastruktur pendukung, lalu lintas, keamanan, kebersihan, penerangan dan layanan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan Jombang sebagai tuan rumah.
Muktamar ke-35 NU akhirnya bukan hanya tentang bagaimana sebuah agenda besar digelar, tetapi juga tentang bagaimana Jombang menunjukkan kapasitasnya sebagai Kota Santri yang siap menyambut tamu dari berbagai penjuru dengan pelayanan yang aman, tertib dan humanis.(im)
