Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dorong Mutu Pendidikan, Khofifah Resmikan Ruang Kelas SMKN 1 Rejotangan
  • Gubernur Khofifah Resmikan Pembangunan dan Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 1 Boyolangu
  • RSUD dr. Iskak Tegaskan Sistem Proteksi Kebakaran Berlapis dan Siap Hadapi Kondisi Darurat
  • Turun Jalan, Peternak Rakyat Tulungagung Menjerit, Desak Kadin Bersikap dan Tolak Investor Asing Pengadaan Telur
  • Perhutani KPH Bondowoso Tingkatkan Patroli Preventif Cegah Gangguan Keamanan Hutan Saat Libur Panjang
  • Plt Bupati Tulungagung Dampingi Gubernur Khofifah Salurkan Bansos untuk Ratusan Warga
  • Sebanyak 898 Lulusan SMK Tulungagung Siap Bekerja ke Luar Negeri, Plt Bupati Tulungagung Apresiasi Program Magang Internasional dan Penempatan PMI
  • Gubernur Khofifah Didampingi Plt Bupati Tulungagung Resmikan Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Tulungagung
Minggu, 17 Mei 2026 - 09:08 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Dugaan Pemotongan Gaji Guru Honorer di Jombang, Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng

Senin, 15 September 2025 - 13:51 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
unnamed 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Ilustrasi pemotongan gaji guru honorer di Jombang

JOMBANG,Liputan11.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang mengaku menjadi korban praktik pemotongan gaji yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah tempat ia mengajar.

Pengakuan itu mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp pada Sabtu (13/9/2025). Dalam percakapan tersebut, sang guru menuliskan bahwa sejak awal tahun 2024, gaji yang ia terima setiap bulan tidak sesuai dengan nominal yang tertulis dalam dokumen pertanggungjawaban (SPJ).

Guru honorer tersebut menuturkan bahwa dirinya hanya menerima Rp300 ribu per bulan. Padahal, dalam SPJ yang harus ia tandatangani, tercantum jelas angka Rp500 ribu. Nominal itu sesuai dengan hasil rapat sekolah dan sistem ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang menjadi acuan resmi penggunaan dana BOS.

“Setiap kali tanda tangan SPJ tertulis Rp500 ribu. Tapi yang saya terima cuma Rp300 ribu. Sisanya Rp200 ribu dipotong, katanya untuk pengeluaran sekolah yang tidak bisa di-SPJ-kan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, praktik ini diduga sudah berlangsung lebih dari setahun, tepatnya sejak 2024. Setiap bulan, guru honorer tersebut diminta menandatangani dokumen SPJ yang mencantumkan gaji Rp500 ribu. Namun, setelah uang dicairkan, ia hanya menerima Rp300 ribu. Pemotongan sebesar Rp200 ribu dikatakan sebagai “Untuk kebutuhan sekolah yang tidak tercatat dalam laporan resmi.

Baca Juga:  Babak Baru Perseteruan Dua Selebrita Asal Tulungagung, Carolyn Ajukan Banding

Guru tersebut mengaku awalnya diam karena takut kehilangan pekerjaannya. Namun, setelah lebih dari setahun kondisi ini terus berulang, ia akhirnya memberanikan diri untuk bersuara. “Saya bukan tidak ikhlas membantu sekolah. Tapi kalau gaji kami yang sudah kecil dipotong, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari? Kami juga punya keluarga,” keluhnya.

Tidak hanya guru honorer yang bersangkutan, beberapa rekan guru lain juga disebut mengetahui adanya praktik serupa. Mereka bahkan menduga kasus ini bukan hanya terjadi di satu sekolah saja, melainkan berpotensi meluas di sekolah-sekolah lain yang dikelola oleh oknum kepala sekolah yang tidak bertanggung jawab.

Salah seorang aktivis pendidikan di Jombang menegaskan bahwa kasus ini harus segera diusut oleh pihak Dinas Pendidikan. “Guru honorer adalah tulang punggung sekolah, terutama di daerah. Jika hak mereka saja dipermainkan, berarti ada masalah serius dalam tata kelola keuangan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Minibus Terbakar di SPBU Sembon Tulungagung, Pengemudi Alami Luka Bakar

Kasus pemotongan gaji honorer ini, jika benar terbukti, bisa berdampak besar terhadap moral tenaga pendidik. Guru honorer yang selama ini sudah bekerja keras dengan penghasilan minim, tentu akan semakin tertekan dengan praktik tidak adil seperti ini.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan bisa tercoreng. Dana BOS yang sejatinya ditujukan untuk menunjang kualitas pembelajaran, dikhawatirkan justru disalahgunakan oleh oknum tertentu. Padahal, pemerintah telah menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan dana pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang maupun kepala sekolah yang disebut-sebut melakukan pemotongan gaji belum memberikan keterangan resmi. Publik berharap lembaga terkait segera mengambil langkah investigasi, agar persoalan ini jelas duduk perkaranya dan tidak menimbulkan keresahan lebih luas di kalangan guru honorer.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Jombang. Guru honorer yang sejatinya berjuang untuk mencerdaskan generasi bangsa, justru harus menghadapi kenyataan pahit dengan gaji yang tidak utuh. Harapan mereka sederhana: hak dibayarkan sesuai ketentuan, tanpa ada potongan yang merugikan.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Dishub Jombang Tegaskan Lahan Terminal Ploso Hanya Dipinjamkan untuk Penataan Pedagang, Bukan Alih Fungsi Pasar.

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:58 WIB

Ribuan Jamaah Padati Haul KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, Wapres Gibran Gaungkan Semangat Persatuan dan Kemajuan Santri

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:24 WIB

Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak, Bapenda Jombang Sosialisasikan Peran Strategis Opsen PKB dan BBNKB

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:40 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Dorong Mutu Pendidikan, Khofifah Resmikan Ruang Kelas SMKN 1 Rejotangan

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Pembangunan dan Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 1 Boyolangu

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:57 WIB

RSUD dr. Iskak Tegaskan Sistem Proteksi Kebakaran Berlapis dan Siap Hadapi Kondisi Darurat

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:03 WIB

Turun Jalan, Peternak Rakyat Tulungagung Menjerit, Desak Kadin Bersikap dan Tolak Investor Asing Pengadaan Telur

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:56 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.