Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecamatan Boyolangu Gelar Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Masyarakat pada Hari Jadi ke-821 Tulungagung
  • Dinas Perikanan Tulungagung Sosialisasi Forikan, Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi
  • Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak
  • Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg
  • Rekrutmen PT XINCHAI Kabuh Disorot, MoU Belum Dilaporkan ke Disnaker, Izin Pabrik Masih Berproses
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan 152 Atlet Tulungagung ke POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
  • Wasev TMMD ke-130 di Desa Pojok, Pembangunan Fisik Tunjukan Capaian Signifikan
  • Disperkim Tulungagung Perkuat Sanitasi Layak, Pembangunan Jamban Keluarga Dituntut Tepat Sasaran dan Akuntabel
Jumat, 6 November 2026 - 05:31 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Dugaan Pemotongan Gaji Guru Honorer di Jombang, Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng

Senin, 15 September 2025 - 13:51 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
unnamed 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Ilustrasi pemotongan gaji guru honorer di Jombang

JOMBANG,Liputan11.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Jombang kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang guru honorer di salah satu Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Jombang mengaku menjadi korban praktik pemotongan gaji yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah tempat ia mengajar.

Pengakuan itu mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp pada Sabtu (13/9/2025). Dalam percakapan tersebut, sang guru menuliskan bahwa sejak awal tahun 2024, gaji yang ia terima setiap bulan tidak sesuai dengan nominal yang tertulis dalam dokumen pertanggungjawaban (SPJ).

Guru honorer tersebut menuturkan bahwa dirinya hanya menerima Rp300 ribu per bulan. Padahal, dalam SPJ yang harus ia tandatangani, tercantum jelas angka Rp500 ribu. Nominal itu sesuai dengan hasil rapat sekolah dan sistem ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang menjadi acuan resmi penggunaan dana BOS.

“Setiap kali tanda tangan SPJ tertulis Rp500 ribu. Tapi yang saya terima cuma Rp300 ribu. Sisanya Rp200 ribu dipotong, katanya untuk pengeluaran sekolah yang tidak bisa di-SPJ-kan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, praktik ini diduga sudah berlangsung lebih dari setahun, tepatnya sejak 2024. Setiap bulan, guru honorer tersebut diminta menandatangani dokumen SPJ yang mencantumkan gaji Rp500 ribu. Namun, setelah uang dicairkan, ia hanya menerima Rp300 ribu. Pemotongan sebesar Rp200 ribu dikatakan sebagai “Untuk kebutuhan sekolah yang tidak tercatat dalam laporan resmi.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas 2024, Ini Yang Disampaikan Pj Bupati Tulungagung

Guru tersebut mengaku awalnya diam karena takut kehilangan pekerjaannya. Namun, setelah lebih dari setahun kondisi ini terus berulang, ia akhirnya memberanikan diri untuk bersuara. “Saya bukan tidak ikhlas membantu sekolah. Tapi kalau gaji kami yang sudah kecil dipotong, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari? Kami juga punya keluarga,” keluhnya.

Tidak hanya guru honorer yang bersangkutan, beberapa rekan guru lain juga disebut mengetahui adanya praktik serupa. Mereka bahkan menduga kasus ini bukan hanya terjadi di satu sekolah saja, melainkan berpotensi meluas di sekolah-sekolah lain yang dikelola oleh oknum kepala sekolah yang tidak bertanggung jawab.

Salah seorang aktivis pendidikan di Jombang menegaskan bahwa kasus ini harus segera diusut oleh pihak Dinas Pendidikan. “Guru honorer adalah tulang punggung sekolah, terutama di daerah. Jika hak mereka saja dipermainkan, berarti ada masalah serius dalam tata kelola keuangan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Bupati Bersatu, Warsubi, Hanindhito Himawan Pramana, dan Marhaen Djumadi Dorong Flyover Mengkreng Atasi Kemacetan Parah

Kasus pemotongan gaji honorer ini, jika benar terbukti, bisa berdampak besar terhadap moral tenaga pendidik. Guru honorer yang selama ini sudah bekerja keras dengan penghasilan minim, tentu akan semakin tertekan dengan praktik tidak adil seperti ini.

Selain itu, kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan bisa tercoreng. Dana BOS yang sejatinya ditujukan untuk menunjang kualitas pembelajaran, dikhawatirkan justru disalahgunakan oleh oknum tertentu. Padahal, pemerintah telah menekankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan dana pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang maupun kepala sekolah yang disebut-sebut melakukan pemotongan gaji belum memberikan keterangan resmi. Publik berharap lembaga terkait segera mengambil langkah investigasi, agar persoalan ini jelas duduk perkaranya dan tidak menimbulkan keresahan lebih luas di kalangan guru honorer.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Jombang. Guru honorer yang sejatinya berjuang untuk mencerdaskan generasi bangsa, justru harus menghadapi kenyataan pahit dengan gaji yang tidak utuh. Harapan mereka sederhana: hak dibayarkan sesuai ketentuan, tanpa ada potongan yang merugikan.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg

Kamis, 5 November 2026 - 09:02 WIB

Rekrutmen PT XINCHAI Kabuh Disorot, MoU Belum Dilaporkan ke Disnaker, Izin Pabrik Masih Berproses

Rabu, 4 November 2026 - 13:26 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Kecamatan Boyolangu Gelar Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Masyarakat pada Hari Jadi ke-821 Tulungagung

Kamis, 5 November 2026 - 15:45 WIB

Dinas Perikanan Tulungagung Sosialisasi Forikan, Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi

Kamis, 5 November 2026 - 11:40 WIB

Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg

Kamis, 5 November 2026 - 09:02 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.