liputan11BONDOWOSO- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menghadiri kegiatan penanaman bersama yang diprakarsai Komando Distrik Militer (Kodim) 0822/Bondowoso dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di petak 65G Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Brebes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klabang.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Bondowoso, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso, Wakil Kepala Kepolisian Resor Bondowoso, Kepala Desa, serta para pelajar. Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir hadir bersama jajaran manajemen serta Asisten Perhutani (Asper) BKPH Klabang dan BKPH Wonosari.
Komandan Kodim 0822/Bondowoso Letkol Inf Prawito menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bersama merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keberadaan hutan.9/9/2026
“Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi ekologis untuk menjaga fungsi hidrologis, mencegah degradasi lahan, serta memastikan lingkungan tetap produktif bagi generasi mendatang. Sinergi TNI, pemerintah daerah, Perhutani, masyarakat, dan pelajar menjadi kekuatan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh kegiatan penanaman sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan penguatan fungsi ekologis kawasan hutan.
“Pengelolaan hutan harus dilaksanakan dengan pendekatan ekosistem dan prinsip sustainable forest management, dengan menjaga keseimbangan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Penanaman harus diikuti pemeliharaan dan monitoring pertumbuhan tanaman agar menghasilkan tegakan yang sehat, produktif, dan memiliki daya dukung terhadap tata air serta keanekaragaman hayati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Misbakhul menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun literasi lingkungan dan kesadaran konservasi sejak dini. Menurutnya, menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan penanaman berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Perhutani, TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan generasi muda dalam mewujudkan hutan yang lestari, produktif, dan memberikan manfaat ekologis bagi kehidupan masyarakat. (Sup)
