liputan11*SITUBONDO* — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Mojodungkul, Kec. Suboh, Kab. Situbondo, diduga tidak sesuai petunjuk teknis. Tim investigasi Situbondo menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan, termasuk dugaan pekerjaan asal-asalan dan penumpukan pasangan baru di atas pondasi lama.
P3-TGAI sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat petani dari Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air. Tujuannya memperbaiki, rehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi air tetap lancar di pweswahan dengan dana APBN sekitar Rp195 juta per kelompok. Di desa Mojodungkul.
Temuan di Lapangan
Berdasarkan hasil investigasi dilapangan,Pekerjaan dilakukan saat air masih mengalir*
Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas konstruksi karena adukan dan pasangan tidak bisa mengering sempurna,dan *Pengawasan lemah*
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) tidak berada di lokasi.
Tim investegasi dilapangan menyebutkan“Penggunaan semen merek Merdeka dan cara pasangan pondasi juga menunjukkan indikasi pengerjaan yang asal-asalan.”
Warga sekitar juga menyoroti adanya *pondasi lama yang ditumpuk langsung* tanpa pembongkaran, sehingga dikhawatirkan kekuatan bangunan tidak sesuai standar,upaya untuk konfirmasi kepada Ketua P3-TGAI tidak ada si lokasi.
Warga Mojodungkul yang enggan di aebutkan namanya berharap ada evaluasi dan pengawasan ulang agar jaringan irigasi yang dibangun benar-benar bisa berfungsi optimal untuk mendukung pertanian dan ketahanan pangan di desa.ujarnya(sup)
