Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Kamis, 7 Mei 2026 - 06:33 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Khazanah » Budaya

Ritual Adat Keboan Aliyan Kekayaan Budaya di Banyuwangi

Minggu, 31 Juli 2022 - 16:12 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220731 WA0060
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

BANYUWANGI.LIPUTAN11.COM –Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar tradisi Keboan Aliyan, yang dilaksanakan setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa. Hal ini sebagai wujud syukuran atas kelimpahan hasil bumi Desa Aliyan kepada Tuhan YME.

Ribuan orang berbondong-,bondong memadati tempat dilaksanakannya tradisi adat untuk menyaksikan ritual.
Sejumlah petani yang mengikuti ritual tersebut kerasukan roh gaib dan bertingkah layaknya kebo (kerbau). Mereka lalu berkeliling empat penjuru desa dan sesekali kerbau jadi- jadian itu masuk di kubangan air layaknya kerbau sungguhan.

Warga desa sangat antusias menyambut tradisi ini. Mereka bergotong royong menyiapkan sarana dan prasarana ritual hingga membangun gapura dari bambu yang dihiasi daun janur serta digantungi hasil bumi di sepanjang jalan desa Aliyan, sebagai perlambang kesuburan dan kesejahteraan warga masyarakat.

Selamatan massal juga digelar sebagai tanda dimulainya ritual, dan tiap rumah warga menyajikan nasi tumpeng untuk semua pengunjung yang mau makan.

Baca Juga:  Bupati Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional di Lingkungan Pemkab Tulungagung

Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo, mengatakan bahwa, tradisi keboan ini adalah perayaan yang dinantikan warga. Bahkan warga-warga yang merantau merelakan untuk bisa mengikuti acara ritual keboan bersama keluarga, Selain itu,acara ritual tersebut semua biaya ditanggung warga secara bergotong royong tanpa ada pungutan dari pemdes Aliyan.

“arga desa yang tinggal di luar kota bahkan menyempatkan mudik untuk menghadiri acara ini untuk mengikuti tradisi kebo-keboan. Jadi jelas untuk memperkuat ikatan silaturahim dengan seluruh warga desa,” ucapnya.Minggu (31/07/2022).

Lebih lanjut disampaikan Kades Aliyan bahwa, acara ritual Keboan ini dimulai sejak pagi, yang diawali dengan selamatan di empat penjuru desa (ider bumi). Bersamaan itu, sejumlah petani yang yang telah kerasukan siap menjalani ritual Keboan.

“Mereka lalu berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Saat berkeliling desa inilah, para “kerbau” itu bertingkah layaknya siklus cocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi,” tuturnya.

Baca Juga:  Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kiai Upas Sebagai Upaya Melestarikan Adat Budaya di Tulungagung

Anton Sujarwo menyebut bahwa tradisi Keboan Aliyan, merupakan salah satu kekayaan budaya asli warga lokal. Pemdes Aliyan mengangkat tradisi ini sebagai bagian dari Banyuwangi Festival sebagai bentuk apresiasi pada warga yang terus menjaga warisan para leluhur.

“Banyuwangi boleh maju, tapi tradisi dan budaya yang ada di tengah masyarakat tidak akan kita tinggalkan. Tradisi ini tidak hanya sekedar ritual rutin tapi juga menggambarkan semangat guyub dan gotong royong warga,” kata Anton.

“Tradisi-tradisi ini menjadi identitas dan ciri khas yang membedakan budaya Banyuwangi dengan daerah lainnya. Otensitas inilah yang terus kami dorong dan kembangkan menjadi atraksi daerah yang menarik wisatawan,” pungkasnya. (Yanto)

Banyuwangi Keboan Aliyan Kekayaan Budaya Ritual Adat
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Plt Bupati Tulungagung Hadiri Peringatan Hari Tari Dunia 2026

Senin, 27 April 2026 - 13:25 WIB

Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Panen Raya , Dinas Pertanian Pastikan Surplus Tulungagung Berkelanjutan

Jumat, 24 April 2026 - 07:58 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.