Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan
  • Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin
  • *”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*
  • *Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*
  • Perhutani KPH Bondowoso Gelar Rapat Evaluasi Pekerjaan Semester I Tahun 2026
  • *Bertempat Di Aula MTS Fathus Salafi , XLSMART Menggelar Workshop “Bijak Bermedsos di Era Digitalisasi”*
  • *Workshop XLSMART Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial di Era Digitalisasi*
  • Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan
Senin, 22 Juni 2026 - 03:55 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Khazanah » Budaya

Ritual Adat Keboan Aliyan Kekayaan Budaya di Banyuwangi

Minggu, 31 Juli 2022 - 16:12 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220731 WA0060
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

BANYUWANGI.LIPUTAN11.COM –Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar tradisi Keboan Aliyan, yang dilaksanakan setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa. Hal ini sebagai wujud syukuran atas kelimpahan hasil bumi Desa Aliyan kepada Tuhan YME.

Ribuan orang berbondong-,bondong memadati tempat dilaksanakannya tradisi adat untuk menyaksikan ritual.
Sejumlah petani yang mengikuti ritual tersebut kerasukan roh gaib dan bertingkah layaknya kebo (kerbau). Mereka lalu berkeliling empat penjuru desa dan sesekali kerbau jadi- jadian itu masuk di kubangan air layaknya kerbau sungguhan.

Warga desa sangat antusias menyambut tradisi ini. Mereka bergotong royong menyiapkan sarana dan prasarana ritual hingga membangun gapura dari bambu yang dihiasi daun janur serta digantungi hasil bumi di sepanjang jalan desa Aliyan, sebagai perlambang kesuburan dan kesejahteraan warga masyarakat.

Selamatan massal juga digelar sebagai tanda dimulainya ritual, dan tiap rumah warga menyajikan nasi tumpeng untuk semua pengunjung yang mau makan.

Baca Juga:  Rapat Paripurna Pengumuman Usulan Pemberhentian Bupati dan Wabup Tulungagung

Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo, mengatakan bahwa, tradisi keboan ini adalah perayaan yang dinantikan warga. Bahkan warga-warga yang merantau merelakan untuk bisa mengikuti acara ritual keboan bersama keluarga, Selain itu,acara ritual tersebut semua biaya ditanggung warga secara bergotong royong tanpa ada pungutan dari pemdes Aliyan.

“arga desa yang tinggal di luar kota bahkan menyempatkan mudik untuk menghadiri acara ini untuk mengikuti tradisi kebo-keboan. Jadi jelas untuk memperkuat ikatan silaturahim dengan seluruh warga desa,” ucapnya.Minggu (31/07/2022).

Lebih lanjut disampaikan Kades Aliyan bahwa, acara ritual Keboan ini dimulai sejak pagi, yang diawali dengan selamatan di empat penjuru desa (ider bumi). Bersamaan itu, sejumlah petani yang yang telah kerasukan siap menjalani ritual Keboan.

“Mereka lalu berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Saat berkeliling desa inilah, para “kerbau” itu bertingkah layaknya siklus cocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi,” tuturnya.

Baca Juga:  RSUD dr. Iskak Luncurkan SIKARISMA, Ini pesan Pj Bupati Tulungagung

Anton Sujarwo menyebut bahwa tradisi Keboan Aliyan, merupakan salah satu kekayaan budaya asli warga lokal. Pemdes Aliyan mengangkat tradisi ini sebagai bagian dari Banyuwangi Festival sebagai bentuk apresiasi pada warga yang terus menjaga warisan para leluhur.

“Banyuwangi boleh maju, tapi tradisi dan budaya yang ada di tengah masyarakat tidak akan kita tinggalkan. Tradisi ini tidak hanya sekedar ritual rutin tapi juga menggambarkan semangat guyub dan gotong royong warga,” kata Anton.

“Tradisi-tradisi ini menjadi identitas dan ciri khas yang membedakan budaya Banyuwangi dengan daerah lainnya. Otensitas inilah yang terus kami dorong dan kembangkan menjadi atraksi daerah yang menarik wisatawan,” pungkasnya. (Yanto)

Banyuwangi Keboan Aliyan Kekayaan Budaya Ritual Adat
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Tulungagung Job Fair 2026, Resmi Dibuka Plt Bupati Ahmad Baharudin

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:10 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

*”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:43 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.