Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan
  • Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih
  • Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak
  • Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental
  • Di Balik Polemik KPRI Sejahtera: Pembukuan Terpisah dan Pembelian Lahan Tanpa Izin Ketua Koperasi
  • Diotama Fairussani Raih Kepercayaan Mayoritas Siswa, Resmi Nahkodai OSIS SMKN 1 Jombang Masa Bakti 2026–2027
  • Lautan Manusia Padati Bongkot Spectacular Carnival 2026, Pesta Rakyat Sarat Budaya dan Kobarkan Semangat Kemerdekaan
  • Hadiri Bersih Desa Gombang, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ingatkan Warga Jaga Kerukunan
Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:51 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

redaksiMinggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260503 WA0072
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11SITUBONDO– LBH Cakra DPC Situbondo menyatakan mosi tidak percaya terhadap penanganan kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Situbondo. Pasalnya, laporan yang dilayangkan sejak tahun 2023 tersebut hingga kini seolah “jalan di tempat” tanpa kejelasan hukum yang pasti.

​Ketua DPC LBH Cakra Situbondo, Nofika Syaiful Rahman (yang akrab disapa Opek), menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah ekstrem Akan mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Kapolri hingga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
​
​Kasus ini bermula dari laporan resmi dengan Nomor Surat: 072/LPR/LBH CAKRA/VI/2023 yang awalnya dilayangkan ke Polda Jatim. Namun, setelah perkara dilimpahkan ke Polres Situbondo, progres penanganan kasus justru menunjukkan grafik stagnan.

Baca Juga:  Kapolri Silaturahmi dengan Masyayikh dan Sesepuh Ponpes Al Falah Ploso Kediri

​”Sangat fantastis. Dari tahun 2023 hingga sekarang tahun 2026, waktu yang dihabiskan pihak kepolisian tanpa hasil signifikan sungguh mencederai rasa keadilan. Jika dibiarkan, masyarakat tidak akan percaya lagi kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya di wilayah Situbondo,” tegas Opek

​Poin Utama Tuntutan LBH Cakra:

• ​Transparansi SP2HP: Hingga detik ini, LBH Cakra mengaku belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang memadai terkait bukti-bukti yang telah diserahkan.
• ​Surat ke Otoritas Tertinggi: LBH Cakra Akan menyurati Kapolri dan Presiden RI, dengan tembusan kepada KPK agar memantau langsung dugaan praktik korupsi di daerah yang tak kunjung tuntas.
• ​Dugaan Intervensi (Bekingan): LBH Cakra mempertanyakan apakah mandeknya kasus ini disebabkan oleh adanya kekuatan besar atau “bekingan” di balik Dinas Perhubungan Situbondo sehingga pihak kepolisian terkesan enggan melakukan pemeriksaan mendalam.
​
​Opek menilai, lambatnya respon Polres Situbondo dalam menangani kasus dugaan korupsi ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Jawa Timur. Ia menggarisbawahi bahwa bukti-bukti awal sudah diserahkan secara lengkap, namun tindakan nyata dari penyidik masih jauh dari harapan.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Wilayah Besuki, Ini Tanggapan Dinas PUPR Tulungagung

​”Apakah masyarakat Situbondo harus mengalami krisis kepercayaan total terhadap hukum? Atau memang polisi takut menyentuh kasus ini karena ada sosok di belakangnya? Kami menuntut keberanian dan integritas Polres Situbondo untuk segera menuntaskan kasus Dishub ini secara transparan,” tutup Opek dengan nada tajam.(sup)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Bondowoso Ungkap Kasus Pencurian Sepeda Motor , Satu Pelaku Ditangkap dan Satu Masuk DPO

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:26 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pameran Produk Unggulan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Bangkitkan Nasionalisme, Pemkab Tulungagung Bagikan 10.000 Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Mengasah Masa Depan Digital: SMAN 1 Panji Situbondo Gelar Workshop XL.SMART Bertajuk “Algoritma vs Otak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Literasi Digital, SMA & SMK Ibrahimy Situbondo Gelar Workshop Anti-Cyberbullying dan Kesehatan Mental

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:33 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.