Wakil Ketua DPRD Jombang Angkat Bicara Soal PAUD Reyot Kedungombo, Faktor Keamanan Jadi Sorotan

JOMBANG,Liputan11.com – Kondisi memprihatinkan gedung PAUD Kartika Kencana di Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, akhirnya mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatulloh yang akrab disapa Gus Sentot, angkat suara dan meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera memberikan atensi khusus terhadap sarana pendidikan anak usia dini yang dinilai jauh dari kata layak.

Dalam keterangannya pada Selasa, 27 Januari 2026, Gus Sentot menegaskan bahwa persoalan fasilitas PAUD tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan anak, sehingga sudah semestinya didukung dengan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi bangunan PAUD Kartika Kencana yang hingga kini masih digunakan meski belum tentu memenuhi standar kelayakan. Gedung sederhana yang tampak rapuh, lingkungan sekitar yang kotor, serta minimnya fasilitas penunjang menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan kesehatan para murid.

“Bangunan seperti itu sangat rawan. Bukan hanya soal kenyamanan belajar, tapi juga menyangkut faktor keamanan anak-anak. Kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar Gus Sentot dengan nada tegas.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jombang, khususnya Dinas Pendidikan, segera turun tangan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Menurutnya, perlu ada langkah cepat dan konkret, baik melalui renovasi gedung, pembangunan fasilitas baru, maupun penataan lingkungan sekolah agar benar-benar layak digunakan.

Gus Sentot menekankan bahwa keterbatasan anggaran desa tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan anak-anak belajar di lingkungan yang berisiko. Pemerintah kabupaten memiliki peran strategis dalam menjamin mutu pendidikan, termasuk memastikan seluruh lembaga PAUD memiliki sarana yang aman dan manusiawi.

“Desa sudah menyampaikan keterbatasannya. Nah, di sinilah peran kabupaten harus hadir. Jangan sampai pendidikan usia dini selalu jadi sektor yang dikorbankan karena alasan anggaran,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan keluhan pihak desa dan pengelola PAUD Kartika Kencana sebelumnya. Kepala Desa Kedungombo, Lasiman, telah mengungkapkan bahwa anggaran desa tahun ini tidak memungkinkan untuk membangun atau memperbaiki gedung PAUD. Sementara Kepala Sekolah Ari Susanti juga mengeluhkan belum adanya tanggapan serius terkait kondisi bangunan, meskipun bantuan sarana bermain sudah sempat diberikan.

Dengan jumlah murid mencapai 31 anak yang harus dibagi di dua lokasi berbeda, kondisi ini semakin memperlihatkan ketimpangan fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan ruang belajar nyaman justru harus menyesuaikan diri dengan gedung sempit, lingkungan kotor, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Sorotan dari DPRD ini menjadi sinyal bahwa persoalan PAUD Kartika Kencana bukan sekadar masalah lokal desa, melainkan sudah menjadi isu yang perlu ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

Baca Juga:  Satlantas Polrestabes Surabaya Sosialisasi Bahaya Truk ODOL

Pengamat pendidikan di Jombang menilai bahwa kasus ini mencerminkan masih lemahnya perhatian terhadap pendidikan anak usia dini dibandingkan jenjang pendidikan formal lainnya. Padahal, fase PAUD merupakan masa emas perkembangan anak yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia ke depan.

Jika pemerintah daerah tidak segera bertindak, dikhawatirkan kondisi serupa akan terus berulang di berbagai desa lain. Gedung reyot, lingkungan tak sehat, serta minimnya anggaran akan menjadi lingkaran masalah yang tak pernah selesai.

Masyarakat Kedungombo kini berharap pernyataan Gus Sentot tidak berhenti sebatas wacana. Mereka menantikan langkah nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, mulai dari survei lapangan hingga realisasi bantuan fisik untuk memperbaiki atau membangun gedung PAUD yang layak.

Bagi warga, pendidikan anak bukan sekadar urusan administrasi, melainkan investasi masa depan yang tidak bisa ditunda. Setiap hari keterlambatan perbaikan berarti anak-anak tetap harus belajar dalam kondisi yang tidak aman.

Dengan adanya perhatian dari legislatif, publik kini menunggu komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang untuk membuktikan keberpihakannya pada pendidikan dasar, terutama di desa-desa yang selama ini kerap terpinggirkan dari prioritas pembangunan.

Sebab di balik dinding rapuh PAUD Kartika Kencana, tersimpan harapan puluhan anak kecil yang berhak mendapatkan tempat belajar layak, aman, dan bermartabat.(lil)

tampilkan lebih banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button