liputan11Situbondo– Proyek bantuan pemerintah untuk program revitalisasi (*TK Saiful Hasan*) senilai Rp.700.211.00,00 juta kini berada di pusaran skandal. Publik mulai menyoroti pengerjaan fisik di lapangan yang dinilai jauh panggang dari api. Bukan kokoh, bangunan tersebut justru dianggap menyimpang dari spesifikasi teknis (spek) yang telah ditetapkan.30/10/2026

Investigasi awal di lapangan menunjukkan indikasi kuat adanya “permainan” pada penggunaan material. Investigasi menemukan kejanggalan mencolok mulai dari pemilihan genteng yang tidak sesuai kualitas yang dijanjikan, standar pembesian (struktur beton) yang diragukan kekuatannya, hingga komposisi campuran semen yang ditengarai tidak proporsional.
“Pengerjaan ini patut dicurigai. Anggaran sebesar Rp700 juta itu sangat besar. Tapi kenyataannya, spek yang dipasang terkesan murahan. Ini membahayakan keselamatan anak-anak nanti,” ujar salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Dugaan pelanggaran ini menimbulkan spekulasi adanya praktek pemangkasan kualitas (mark-down spek) demi meraih keuntungan pribadi dari oknum pelaksana. Lemahnya pengawasan dari dinas terkait ditengarai menjadi celah suburnya praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara ini.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah yang sempat mau di konfermasi melalui (*tlpn Watshap*) tidak ditanggapin malah nomer kami di blokir,dan juga pelaksana proyek dan instansi terkait masih belum memberikan klarifikasi resmi mengenai standar kualitas yang digunakan. Namun, masyarakat menuntut adanya audit independen segera agar tidak ada lagi dana publik yang “ditelan” bangunan setengah jadi yang asal-asalan.
Jika terbukti melanggar kontrak, maka aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan tindakan tegas untuk menyeret mereka yang bermain di balik proyek renovasi sarana pendidikan tersebut.(Tim)
