Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecamatan Boyolangu Gelar Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Masyarakat pada Hari Jadi ke-821 Tulungagung
  • Dinas Perikanan Tulungagung Sosialisasi Forikan, Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi
  • Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak
  • Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg
  • Rekrutmen PT XINCHAI Kabuh Disorot, MoU Belum Dilaporkan ke Disnaker, Izin Pabrik Masih Berproses
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan 152 Atlet Tulungagung ke POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026
  • Wasev TMMD ke-130 di Desa Pojok, Pembangunan Fisik Tunjukan Capaian Signifikan
  • Disperkim Tulungagung Perkuat Sanitasi Layak, Pembangunan Jamban Keluarga Dituntut Tepat Sasaran dan Akuntabel
Jumat, 6 November 2026 - 04:56 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Program “Anting Berlian” Antar Jombang Raih Penghargaan Kemenkes 2025

redaksiRabu, 12 November 2025 - 15:57 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251112 WA0035
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

 

JOMBANG, LIPUTAN11COM – Kabupaten Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, daerah yang dikenal dengan sebutan “Kota Santri” tersebut berhasil meraih Penghargaan Intervensi Spesifik Terbaik Regional 1 Tahun 2025 tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Rakornas PPS) Tahun 2025, yang berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, di Ruang Leimena, Lantai 2 Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenkes, perwakilan pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan itu, Kemenkes memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen kuat serta capaian signifikan dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi yang nyata dan berdampak.

Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah yang menonjol karena mampu menyelaraskan program intervensi spesifik stunting dengan hasil penurunan prevalensi yang terukur dan signifikan. Upaya tersebut dijalankan secara terintegrasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, bersama berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader Posyandu, organisasi keagamaan, sektor pendidikan, hingga swasta.

Dalam ajang tersebut, penghargaan dibagi ke dalam tiga wilayah besar, yaitu Regional 1 (Sumatera, Jawa, Bali), Regional 2 (Kalimantan, NTB, Sulawesi), dan Regional 3 (NTT, Maluku, Maluku Utara, serta Papua). Dari seluruh kategori, Jombang berhasil keluar sebagai kabupaten dengan capaian intervensi spesifik terbaik di Regional 1, sekaligus menjadi salah satu daerah dengan progres penurunan stunting tercepat di Indonesia.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Bersama Satgas Covid 19 Intens Gelar Pamor Keris

Keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Kabupaten Jombang selama ini dikenal memiliki sistem kerja terpadu dalam menekan angka stunting melalui berbagai inovasi berbasis masyarakat. Salah satunya adalah program “Besut Buka Gerbang Emas” (Berantas Stunting dengan Gerakan Jombang Eliminasi Masalah Stunting), yang kemudian dikembangkan menjadi “Anting Berlian” (Aksi Nyata Pemkab Jombang Tangani Stunting Berkelanjutan) di tahun 2025.

Program tersebut menitikberatkan pada pendekatan lintas siklus kehidupan—mulai dari pembinaan gizi remaja putri, pendampingan ibu hamil, hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita. Melalui intervensi yang komprehensif dan berbasis data, pemerintah daerah mampu memastikan bahwa setiap kelompok sasaran mendapat perhatian yang sesuai.

Hasilnya, penurunan angka stunting di Jombang menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Survei Nasional, angka stunting di Jombang turun dari 22,1% pada tahun 2022 menjadi 17,2% pada tahun 2024. Sementara itu, berdasarkan data aplikasi Si Gizi Kesga Kemenkes, angka stunting turun lebih tajam lagi — dari 10,85% pada tahun 2021 menjadi hanya 3,68% pada Oktober 2025.

IMG 20251112 WA0033

Capaian tersebut menegaskan bahwa kebijakan dan program yang diterapkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benar-benar berdampak langsung terhadap masyarakat di lapangan. Bahkan, dua hari sebelum acara Rakornas PPS, inovasi Jombang telah dipresentasikan sebagai “Best Practice” nasional dalam kegiatan publikasi capaian intervensi spesifik stunting di Kementerian Kesehatan.

Baca Juga:  Sejumlah Pejabat Polres Tulungagung Diganti, Wakapolres dan Kasat Reskrim Tempati Tugas Baru di Polda Jatim

Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen masyarakat Jombang. Mulai dari jajaran OPD, tenaga kesehatan, organisasi keagamaan, dunia usaha, hingga para kader Posyandu yang menjadi garda terdepan dalam penanganan stunting di desa-desa,” ujar Bupati Warsubi.

Beliau menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Capaian ini bukan tujuan akhir, tapi justru menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas intervensi spesifik dan sensitif. Kami berkomitmen melanjutkan program Besut Buka Gerbang Emas dan Anting Berlian secara berkelanjutan, agar anak-anak Jombang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. Semua ini demi mewujudkan Generasi Emas Jombang 2045,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Kabupaten Jombang semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang mampu menjadi contoh nasional dalam penanganan stunting berbasis kolaborasi lintas sektor. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jombang bertekad menjaga keberlanjutan program dan memastikan bahwa setiap anak Jombang mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, bahagia, dan berdaya saing tinggi.(lil)

Jombang
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg

Kamis, 5 November 2026 - 09:02 WIB

Rekrutmen PT XINCHAI Kabuh Disorot, MoU Belum Dilaporkan ke Disnaker, Izin Pabrik Masih Berproses

Rabu, 4 November 2026 - 13:26 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Kecamatan Boyolangu Gelar Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Masyarakat pada Hari Jadi ke-821 Tulungagung

Kamis, 5 November 2026 - 15:45 WIB

Dinas Perikanan Tulungagung Sosialisasi Forikan, Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi

Kamis, 5 November 2026 - 11:40 WIB

Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg

Kamis, 5 November 2026 - 09:02 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.