Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kodim 0807 Tulungagung Dorong UMKM Naik Kelas, Ekonomi Kerakyatan Diperkuat Melalui TMMD ke-130
  • Gelar Wayang Kolaborasi, Disbudpar Tulungagung Perkuat Pelestarian Seni Budaya
  • Sambut Kunjungan Camat Gemolong Sragen, Rio Nusantata Lurah Kepatihan Bagikan Kunci Sukses Bank Sampah dan Wisata Petik Sayur
  • Pastikan Rampung Tepat Waktu, Dinas PUPR Tulungagung Kebut Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Plosokandang – Ringinpitu
  • Di Tengah Ancaman Kredit Macet BPR Nasional, Bank Jombang Raih Dua Penghargaan Digital Bergengsi
  • Regu “Black Horse” MTsN 2 Tulungagung Wakili Kwarcab di Lomba Tingkat IV Jawa Timur 2026
  • Kecamatan Boyolangu Gelar Gerakan Pangan Murah, Dukung Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Masyarakat pada Hari Jadi ke-821 Tulungagung
  • Dinas Perikanan Tulungagung Sosialisasi Forikan, Pentingnya Konsumsi Ikan untuk Pemenuhan Gizi
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Harapan di Balik Gedung Kusam: PAUD Kartika Kencana Menunggu Perhatian Pemkab Jombang

redaksiSenin, 26 Januari 2026 - 12:41 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260126 WA0004
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Jombang,Liputan11.com – Kondisi memprihatinkan kembali mencoreng wajah pendidikan anak usia dini di Kabupaten Jombang. PAUD Kartika Kencana yang berada di Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, kini berada dalam situasi yang jauh dari standar kelayakan sebagai tempat belajar anak-anak. Bangunan sederhana dengan dinding mulai kusam, cat yang mengelupas, serta pintu kayu yang tampak rapuh berdiri di tengah lingkungan yang tidak terawat. Halaman sekolah justru dipenuhi tumpukan sampah plastik, dedaunan kering, dan rumput liar yang tumbuh tak terkendali.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin, 26 Januari 2026 sekitar pukul 10.13 WIB di Jalan Bima No.12, Kedungombo, pemandangan tersebut memperlihatkan betapa minimnya perhatian terhadap fasilitas pendidikan usia dini. Sejumlah alat permainan edukatif anak terlihat masih berdiri, namun dikelilingi sampah dan toilet sudah tidak berfungsi. Kondisi ini tentu sangat tidak ideal bagi aktivitas belajar maupun bermain anak-anak yang seharusnya berlangsung di lingkungan bersih, sehat, dan aman.

Ironisnya, di tempat inilah puluhan anak setiap hari menimba ilmu sebagai bekal awal perjalanan pendidikan mereka. Alih-alih mendapatkan suasana yang ceria dan nyaman, para murid justru harus berhadapan dengan lingkungan yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.

Sampah yang berserakan tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berisiko menjadi sarang penyakit.
Kepala Desa Kedungombo, Lasiman, mengakui secara jujur bahwa kondisi gedung PAUD Kartika Kencana memang sudah tidak layak. Namun keterbatasan anggaran desa membuat pihaknya belum mampu melakukan perbaikan secara maksimal.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran ini, dana desa sudah banyak terserap untuk berbagai kebutuhan dan program prioritas lainnya. Selain itu, adanya program KDMP serta minimnya alokasi dana desa dari pemerintah pusat semakin mempersempit ruang fiskal desa untuk membangun atau merenovasi gedung PAUD.

Menurut Lasiman, pihak desa sebenarnya memiliki keinginan besar untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi anak-anak Kedungombo. Namun realita keuangan desa tidak memungkinkan untuk membiayai pembangunan gedung PAUD yang memadai.

Baca Juga:  Enam Orang Pelaku Balap Liar di JLS Tulungagung ditetapkan Tersangka

Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Jombang, khususnya Dinas Pendidikan, dapat turun tangan secara langsung memberikan bantuan pembangunan atau renovasi gedung PAUD.

Ia menilai bahwa pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa, melainkan juga pemerintah daerah dan pusat.

Tanpa dukungan dari pihak kabupaten, kondisi seperti yang dialami PAUD Kartika Kencana dikhawatirkan akan terus berlarut-larut.
Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Kartika Kencana, Ari Susanti, turut menyampaikan keresahan yang selama ini dipendam para tenaga pendidik. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada respons nyata terkait perbaikan gedung sekolah.

Meski begitu, Ari mengapresiasi perhatian dinas pendidikan yang telah membantu penyediaan sarana alat permainan edukatif, baik untuk di dalam maupun di luar ruangan, pada tahun ini. Namun ia menegaskan bahwa bantuan tersebut belum cukup jika bangunan utama sekolah tetap dalam kondisi tidak layak.

Menurutnya, sarana bermain yang bagus tidak akan optimal jika lingkungan belajar masih kotor dan gedung sekolah hampir tidak memenuhi standar keselamatan.
Lebih memprihatinkan lagi, PAUD Kartika Kencana saat ini memiliki total 31 murid yang harus dibagi di dua lokasi berbeda dengan jarak sekitar satu kilometer. Salah satu gedung dinilai lebih layak, namun ukurannya sangat kecil sehingga tidak mampu menampung seluruh siswa.

Akibat keterbatasan ruang tersebut, proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Guru harus berpindah-pindah lokasi, sementara anak-anak harus menyesuaikan diri dengan kondisi gedung yang berbeda.

Situasi ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga menunjukkan betapa minimnya infrastruktur pendidikan dasar di wilayah pedesaan.
Selain persoalan gedung, Ari Susanti juga menyoroti kondisi kesejahteraan guru PAUD yang masih jauh dari kata layak.

Baca Juga:  Waspadai Meluasnya Wabah PMK, Kapolresta Banyuwangi Pimpin Razia Gabungan Truk Pengangkut Ternak di Pelabuhan Ketapang 

Para guru selama ini hanya mengandalkan pemasukan dari uang SPP anak-anak, yang jumlahnya relatif kecil.
Di samping itu, memang ada insentif dari pemerintah, namun pencairannya dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga tidak dapat diandalkan sebagai penghasilan rutin bulanan.
Bersama guru PAUD lainnya se-Kabupaten Jombang, Ari mengaku terus memperjuangkan agar pemerintah memberikan tunjangan tetap setiap bulan bagi tenaga pendidik PAUD.

Menurutnya, peran guru PAUD sangat krusial dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini, sehingga sudah selayaknya mendapat perhatian lebih serius dari negara.

Kondisi PAUD Kartika Kencana Kedungombo sejatinya hanyalah satu contoh kecil dari persoalan besar pendidikan usia dini di daerah. Di tengah gencarnya program pemerintah tentang pembangunan sumber daya manusia unggul, masih banyak anak yang belajar di fasilitas yang jauh dari standar kelayakan.
Ketimpangan ini menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara kebijakan di atas kertas dengan realita di lapangan.

Sementara pembangunan infrastruktur besar terus digalakkan, sektor pendidikan dasar di pelosok desa justru sering terpinggirkan.
Lingkungan sekolah yang dipenuhi sampah dan bangunan yang rusak seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jika sejak usia dini anak-anak sudah terbiasa belajar dalam kondisi serba kekurangan, maka mimpi mencetak generasi unggul akan sulit terwujud.

Masyarakat Desa Kedungombo kini hanya bisa berharap agar jeritan mereka benar-benar sampai ke telinga para pemangku kebijakan di Kabupaten Jombang. Mereka menantikan langkah nyata, bukan sekadar janji, untuk menghadirkan gedung PAUD yang layak, bersih, dan aman bagi anak-anak.
Sebab di balik tembok kusam dan halaman penuh sampah itu, ada puluhan anak kecil yang menyimpan harapan besar untuk masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Di Tengah Ancaman Kredit Macet BPR Nasional, Bank Jombang Raih Dua Penghargaan Digital Bergengsi

Jumat, 6 November 2026 - 12:27 WIB

Legalitas Pabrik Sepatu PT XINCHAI Dipertanyakan, Komisi B DPRD Jombang Siapkan Sidak

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Lima Penyedia Ikut Mini Kompetisi, DKPP Jombang Akhirnya Tetapkan Putra Fazza Berkah dengan Harga Gabah Rp9.400/Kg

Kamis, 5 November 2026 - 09:02 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Kodim 0807 Tulungagung Dorong UMKM Naik Kelas, Ekonomi Kerakyatan Diperkuat Melalui TMMD ke-130

Jumat, 6 November 2026 - 22:39 WIB

Gelar Wayang Kolaborasi, Disbudpar Tulungagung Perkuat Pelestarian Seni Budaya

Jumat, 6 November 2026 - 22:32 WIB

Sambut Kunjungan Camat Gemolong Sragen, Rio Nusantata Lurah Kepatihan Bagikan Kunci Sukses Bank Sampah dan Wisata Petik Sayur

Jumat, 6 November 2026 - 20:16 WIB

Pastikan Rampung Tepat Waktu, Dinas PUPR Tulungagung Kebut Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Plosokandang – Ringinpitu

Jumat, 6 November 2026 - 19:08 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.