Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Plt Bupati Tulungagung Resmikan Jalan Rabat Beton Karya Bhakti TNI di Desa Manding
  • Sidak Revitalisasi Sekolah, Sekda Jombang Beri Peringatan Keras: Uang Negara Jangan Dimainkan
  • Rp1,1 Miliar Digelontorkan, Enam Ruas Jalan Jombang Dibidik untuk Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Trotoar
  • Hari Jadi Jombang 2026, Perumdam Tirta Kencana Beri Promo Pasang Baru, Diskon hingga 25 Persen
  • HUT Jombang ke-116, RSUD Ploso Gandeng PERDAMI Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 116 Pasien
  • RSUD dr. Iskak Tulungagung Jadi Pilot Project Integrasi Tiga Kebijakan JKN
  • *Laporan Dugaan Pencemaran Limbah PG Asembagus Situbondo Ditindaklanjuti, Ditreskrimsus Polda Jatim Periksa Pelapor AMPS*
  • Disdagrin Jombang Kembalikan Pedagang ke Dalam Pasar Ploso, Relokasi ke Terminal Batal
Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:43 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Aroma ‘Makelar’ Proyek Irigasi Perpompaan Menyengat, Pengadaan Diduga Dikendalikan Supplier Paralon

redaksiKamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260820 WA0273 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11Situbondo – Program bantuan pemerintah untuk penguatan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi perpompaan, kini menuai sorotan tajam. Alih-alih dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh kelompok tani, proyek ini justru diduga kuat telah disetir oleh pihak ketiga (supplier) melalui koordinasi oknum di Dinas Pertanian setempat.

Modus yang mencuat ke permukaan adalah pergeseran otoritas. Semestinya, perencanaan dan pengadaan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat. Namun, faktanya di lapangan, proyek diduga telah “dipesan” dari penyedia pipa paralon tertentu berinisial (*A*)warga olean, bahkan sebelum kelompok tani memahami spesifikasi teknis yang dibutuhkan.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, terungkap indikasi bahwa kelompok tani seringkali hanya dijadikan “tameng” administrasi. Keputusan teknis hingga merk paralon yang digunakan ditentukan langsung oleh sang supplier (penjual paralon) yang disinyalir memiliki “koneksi kuat” dengan oknum di dinas terkait.

Baca Juga:  Dukung Program Gema Cantik Melesat di RSAR, Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo Edukasi Ibu Hamil Soal Gizi

“Kelompok tani hanya diminta menandatangani dokumen, sementara spek dan jumlah material semua sudah diatur oleh mereka (supplier). Dinas pun terkesan tutup mata dan memfasilitasi arahan dari vendor tersebut,” ujar sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya kepada tim jurnalist Rabu (20/8/2026).

IMG 20260820 WA0273
Ketua Forum Trabas (*Deny Rico*) praktik “makelar proyek” semacam ini dikhawatirkan menurunkan kualitas hasil pembangunan. Jika barang tidak sesuai spesifikasi atau harga di-markup secara tidak wajar demi keuntungan supplier dan oknum, umur teknis irigasi tersebut akan menjadi taruhannya. Petani menjadi pihak yang paling dirugikan karena infrastruktur yang seharusnya tahan lama, justru mudah rusak dan tidak berfungsi optimal.

Baca Juga:  Pertanyakan Progres Laporan, Hepi Di Dampingi Kuasa Hukumnya Kembali Sambangi Mapolres Situbondo

“Deni rico juga menambahkan ,Jika terbukti ada oknum Dinas Pertanian yang terlibat, maka ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan tindak pidana korupsi. Otonomi petani dirampas demi kepentingan dagang vendor tertentu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tudingan pengaturan proyek dari penyedia material tersebut.

Publik kini mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh atas dana bantuan irigasi perpompaan di wilayah tersebut. Jika praktik ini terus dibiarkan, program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani ini terancam hanya menjadi “lahan basah” bagi para pemburu rente, bukannya penyokong kedaulatan pangan.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

*Laporan Dugaan Pencemaran Limbah PG Asembagus Situbondo Ditindaklanjuti, Ditreskrimsus Polda Jatim Periksa Pelapor AMPS*

Jumat, 25 September 2026 - 13:38 WIB

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pesisir Berjalan Sesuai Rencana dan Standar Regulasi

Rabu, 23 September 2026 - 14:07 WIB

Dorong Kemandirian Siswa, Dirjen Dikdasmen Hadiri Peluncuran GEMAS di (*G S *Gelora Situbondo*)

Sabtu, 19 September 2026 - 13:14 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Plt Bupati Tulungagung Resmikan Jalan Rabat Beton Karya Bhakti TNI di Desa Manding

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Sidak Revitalisasi Sekolah, Sekda Jombang Beri Peringatan Keras: Uang Negara Jangan Dimainkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Rp1,1 Miliar Digelontorkan, Enam Ruas Jalan Jombang Dibidik untuk Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Trotoar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Hari Jadi Jombang 2026, Perumdam Tirta Kencana Beri Promo Pasang Baru, Diskon hingga 25 Persen

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:02 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.