Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Aroma ‘Makelar’ Proyek Irigasi Perpompaan Menyengat, Pengadaan Diduga Dikendalikan Supplier Paralon
  • Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan
  • Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Pastikan Jombang Siap Jadi Tuan Rumah
  • GEMARIKAN Jombang Sasar Ratusan Pelajar, Dorong Budaya Makan Ikan untuk Cegah Stunting dan Cetak Generasi Unggul
  • Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perhutani KPH Bondowoso Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme
  • Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo Sabet Juara 1 Kirab Ancak Agung Maulid Nabi 1447 H
  • Momentum HUT ke-81 RI, RSUD Ploso dan Smile Train Buka Jalan Menuju Senyum dan Harapan Baru
  • Jelang HUT ke-81 RI, Plt Bupati Ahmad Baharudin Kukuhkan 77 Paskibraka
Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Aroma ‘Makelar’ Proyek Irigasi Perpompaan Menyengat, Pengadaan Diduga Dikendalikan Supplier Paralon

redaksiKamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260820 WA0273 1
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

liputan11Situbondo – Program bantuan pemerintah untuk penguatan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi perpompaan, kini menuai sorotan tajam. Alih-alih dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh kelompok tani, proyek ini justru diduga kuat telah disetir oleh pihak ketiga (supplier) melalui koordinasi oknum di Dinas Pertanian setempat.

Modus yang mencuat ke permukaan adalah pergeseran otoritas. Semestinya, perencanaan dan pengadaan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat. Namun, faktanya di lapangan, proyek diduga telah “dipesan” dari penyedia pipa paralon tertentu berinisial (*A*)warga olean, bahkan sebelum kelompok tani memahami spesifikasi teknis yang dibutuhkan.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, terungkap indikasi bahwa kelompok tani seringkali hanya dijadikan “tameng” administrasi. Keputusan teknis hingga merk paralon yang digunakan ditentukan langsung oleh sang supplier (penjual paralon) yang disinyalir memiliki “koneksi kuat” dengan oknum di dinas terkait.

Baca Juga:  Razia Sejumlah Warkop Karaoke di Wilayah Ngantru, Satpol PP Tulungagung Bersama Tim Gabungan Amankan Puluhan Botol Miras

“Kelompok tani hanya diminta menandatangani dokumen, sementara spek dan jumlah material semua sudah diatur oleh mereka (supplier). Dinas pun terkesan tutup mata dan memfasilitasi arahan dari vendor tersebut,” ujar sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya kepada tim jurnalist Rabu (20/8/2026).

IMG 20260820 WA0273
Ketua Forum Trabas (*Deny Rico*) praktik “makelar proyek” semacam ini dikhawatirkan menurunkan kualitas hasil pembangunan. Jika barang tidak sesuai spesifikasi atau harga di-markup secara tidak wajar demi keuntungan supplier dan oknum, umur teknis irigasi tersebut akan menjadi taruhannya. Petani menjadi pihak yang paling dirugikan karena infrastruktur yang seharusnya tahan lama, justru mudah rusak dan tidak berfungsi optimal.

Baca Juga:  Sejumlah SPBU di Tulungagung Dilakukan Pengecekan, BBM Partalite Relatif Aman

“Deni rico juga menambahkan ,Jika terbukti ada oknum Dinas Pertanian yang terlibat, maka ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan tindak pidana korupsi. Otonomi petani dirampas demi kepentingan dagang vendor tertentu,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pertanian terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tudingan pengaturan proyek dari penyedia material tersebut.

Publik kini mendesak adanya transparansi dan audit menyeluruh atas dana bantuan irigasi perpompaan di wilayah tersebut. Jika praktik ini terus dibiarkan, program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani ini terancam hanya menjadi “lahan basah” bagi para pemburu rente, bukannya penyokong kedaulatan pangan.(Tim)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perhutani KPH Bondowoso Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo Sabet Juara 1 Kirab Ancak Agung Maulid Nabi 1447 H

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:16 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Aroma ‘Makelar’ Proyek Irigasi Perpompaan Menyengat, Pengadaan Diduga Dikendalikan Supplier Paralon

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Pastikan Jombang Siap Jadi Tuan Rumah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

GEMARIKAN Jombang Sasar Ratusan Pelajar, Dorong Budaya Makan Ikan untuk Cegah Stunting dan Cetak Generasi Unggul

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:03 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.