Jombang,Liputan11.com-Program Kerakyatan Ketahanan Pangan melalui budidaya ayam petelur resmi diluncurkan oleh Pemerintah Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah desa dalam membangun kemandirian pangan rumah tangga, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta membuka peluang usaha baru bagi warga desa.
Launching program tersebut menjadi momentum penting bagi Desa Sentul dalam menegaskan komitmennya terhadap pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Budidaya ayam petelur dipilih karena dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan bergizi maupun sebagai sektor usaha produktif yang mampu memberikan pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kepala Desa Sentul, Misbakhul Arifin, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan kelompok ternak desa agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen pangan secara mandiri. Menurutnya, telur sebagai sumber protein hewani yang mudah dijangkau memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi keluarga.
“Program ini berfokus pada pemberdayaan kelompok ternak desa dan penyediaan sumber protein hewani secara mandiri. Penguatan ketahanan pangan ini menjadi target utama Pemerintah Desa Sentul melalui BUMDes Sumber Makmur Sentul, di antaranya memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi berupa telur di desa, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok ternak dalam rangka menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ungkap Misbakhul Arifin.
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar bantuan usaha ternak biasa, melainkan bagian dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan. Pemerintah desa ingin menciptakan sistem ekonomi yang mampu tumbuh dari bawah, dimulai dari pemberdayaan masyarakat melalui sektor peternakan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Pelaksanaan program budidaya ayam petelur ini dilakukan melalui sistem kemitraan antara BUMDes Sumber Makmur Sentul dengan kelompok ternak masyarakat. Model kemitraan ini dinilai sangat efektif karena mampu memberikan akses yang lebih luas bagi peternak pemula maupun peternak kecil yang selama ini terkendala modal, pengetahuan teknis, hingga pemasaran hasil produksi.

Direktur BUMDes Sumber Makmur Sentul, Yani Pujo A, menjelaskan bahwa pola kemitraan tersebut dirancang agar masyarakat dapat menjalankan usaha peternakan dengan lebih aman, terarah, dan memiliki jaminan keberlanjutan usaha.
“Kemitraan budidaya ayam petelur adalah kerja sama antara BUMDes dan peternak. Pola ini mempermudah pemula atau peternak skala kecil mendapatkan akses usaha, teknologi, bimbingan teknis, serta jaminan pasar yang stabil,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu faktor utama keberhasilan usaha peternakan adalah adanya pendampingan yang konsisten. Karena itu, BUMDes tidak hanya berperan sebagai penghubung usaha, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis yang membantu masyarakat mulai dari proses budidaya hingga hasil panen dapat terserap pasar dengan baik.
Yani juga mengajak seluruh masyarakat Desa Sentul untuk tidak ragu memanfaatkan peluang usaha peternakan ayam petelur, karena sektor ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan di tengah kebutuhan konsumsi telur yang terus meningkat setiap hari.
“Beternak ayam petelur merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan. Usaha ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Jika kita berniat menjadi peternak ayam petelur, berarti kita telah mengikrarkan diri menjadi pelopor budidaya ayam petelur yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan, baik bagi peternak maupun masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Sentul berharap tercipta ekosistem peternakan yang kuat, produktif, dan berkelanjutan. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, budidaya ayam petelur diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Desa Sentul sebagai desa mandiri pangan, mandiri ekonomi, dan mandiri masa depan.(im)
