Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Dijadwalkan Selesai Akhir 2026, Dinas PUPR Tulungagung Percepat Perbaikan Jalan
  • Perhutani KPH Bondowoso Serahkan TJSL untuk Mendukung Kegiatan Pendidikan KB Tunas Rimba
  • DPC PKB Tulungagung Gelar Muskercab Dan Pengukuhan Pengurus
  • Sekitar 600 Wisudawan UNWAHA Jombang Resmi Sarjana, Zulhas Titip Pesan Berani Menatap Masa Depan
  • Plt Bupati Tulungagung Resmikan Jalan Rabat Beton Karya Bhakti TNI di Desa Manding
  • Sidak Revitalisasi Sekolah, Sekda Jombang Beri Peringatan Keras: Uang Negara Jangan Dimainkan
  • Rp1,1 Miliar Digelontorkan, Enam Ruas Jalan Jombang Dibidik untuk Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Trotoar
  • Hari Jadi Jombang 2026, Perumdam Tirta Kencana Beri Promo Pasang Baru, Diskon hingga 25 Persen
Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:49 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Dugaan Bocornya Data Mutasi RSUD Jombang, Pengamat: Cacat Hukum, Sarat Politik, dan Ancam Profesionalisme Birokrasi

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:03 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20250825 WA0033
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Direktur Firma Hukum SSA Al-Wahid Jombang Syarahuddin.

JOMBANG,Liputan11.com – Rencana mutasi jabatan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mendadak jadi buah bibir. Bukan tanpa alasan, beredarnya data internal yang berisi daftar pejabat serta catatan politik yang melekat di dalamnya memicu kecurigaan publik akan adanya praktik birokrasi yang tidak sehat.

Dalam dokumen yang beredar, sejumlah nama pejabat, termasuk direktur RSUD, disebut-sebut diberi tanda khusus seperti “orang bupati sebelumnya” dan digantikan oleh pihak yang dianggap dekat dengan bupati terpilih hasil Pilkada. Bocornya data sensitif ini sontak menimbulkan pertanyaan besar: apakah mutasi yang akan dilakukan murni berdasarkan kinerja, atau justru dikendalikan kepentingan politik?

Praktisi hukum sekaligus pengamat kebijakan publik Jombang, Syarahuddin, menyebut kebocoran ini sebagai bukti adanya kejanggalan serius. Ia menilai, jika data tersebut benar adanya, maka jelas cacat hukum.

“Mutasi tidak boleh dilakukan atas dasar kepentingan politik, apalagi berdasarkan kedekatan dengan kubu tertentu. Mutasi harus mengacu pada kompetensi melalui mekanisme jobfit yang sah. Kalau data itu benar, jelas itu pelanggaran,” tegas Syarahuddin, Minggu (24/8/2025).

Baca Juga:  Atas Keberhasilannya Ungkap Kasus PMI Ilegal, Polres Tulungagung Dapat Penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI

Lebih jauh, ia menekankan bahwa dokumen mutasi tidak semestinya beredar sebelum proses jobfit dilaksanakan dan rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) turun. “Kalau sudah ada nama yang dilingkari, lalu dicoret hanya karena dianggap ‘orang lama’, itu jelas memperlihatkan birokrasi dijadikan alat politik. Sangat berbahaya,” tambahnya.

Syarahuddin yang juga Direktur Firma Hukum SSA Al-Wahid menegaskan, Bupati Jombang harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia mengingatkan bahwa mutasi yang salah langkah bisa menimbulkan masalah hukum hingga resistensi masyarakat.

“Mutasi itu ranah profesional, bukan panggung politik. Jika bupati berani melangkah di luar aturan, konsekuensi hukumnya bisa panjang. Jangan lupa, publik sekarang kritis, banyak tokoh masyarakat, akademisi, bahkan ulama yang ikut mengawasi,” ujarnya.

Ia pun mengaku siap mendukung mutasi apabila dilakukan sesuai regulasi, namun akan tetap bersuara keras jika melihat penyimpangan. “Kami tidak anti-mutasi. Tapi kami menolak jika mutasi hanya dijadikan alat untuk balas budi politik,” tegasnya.

Baca Juga:  SMKN 2 TULUNGAGUNG Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia 77 tahun "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat"

Selain itu, Syarahuddin juga menyayangkan apabila manajemen RSUD Jombang yang selama ini dinilai cukup baik justru dikacaukan demi kepentingan segelintir pihak.

“RSUD Jombang sudah banyak berbenah, mulai dari pelayanan, fasilitas, hingga pencapaian kinerja. Jangan sampai semua prestasi itu hancur hanya karena kepentingan politik jangka pendek,” ungkapnya.

Menurutnya, jika mutasi dilakukan secara serampangan, bukan hanya kredibilitas birokrasi yang rusak, tapi juga kualitas layanan publik akan terdampak. “Yang rugi bukan hanya pegawai, tapi masyarakat luas. Karena rumah sakit itu urusannya nyawa manusia,” tandasnya.

Berdasarkan data resmi, Pemkab Jombang memang sedang menghadapi persoalan serius soal kekosongan jabatan struktural. Per 1 Mei 2025, tercatat ada 79 posisi struktural eselon II, III, dan IV yang belum terisi, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah.

Pemkab berdalih bahwa mutasi diperlukan untuk mengisi kekosongan tersebut. Namun, bocornya data internal yang memuat catatan politik di balik nama-nama pejabat membuat publik kian curiga bahwa proses mutasi kali ini tidak sepenuhnya murni demi kebutuhan organisasi.(lil)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Sekitar 600 Wisudawan UNWAHA Jombang Resmi Sarjana, Zulhas Titip Pesan Berani Menatap Masa Depan

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:08 WIB

Sidak Revitalisasi Sekolah, Sekda Jombang Beri Peringatan Keras: Uang Negara Jangan Dimainkan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Rp1,1 Miliar Digelontorkan, Enam Ruas Jalan Jombang Dibidik untuk Normalisasi Drainase dan Pemeliharaan Trotoar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:43 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Dijadwalkan Selesai Akhir 2026, Dinas PUPR Tulungagung Percepat Perbaikan Jalan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Serahkan TJSL untuk Mendukung Kegiatan Pendidikan KB Tunas Rimba

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:03 WIB

DPC PKB Tulungagung Gelar Muskercab Dan Pengukuhan Pengurus

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Sekitar 600 Wisudawan UNWAHA Jombang Resmi Sarjana, Zulhas Titip Pesan Berani Menatap Masa Depan

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:08 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.