Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Hadiri Rakor di Dyandra Convention Center, Bupati Tulungagung Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026
  • Mendukung Penghijauan,KPH Perhutani Bondowoso Menyerahankan Bibit di Lingkungan Mapolres Situbondo
  • Aksi Bejat Pencabulan Anak di Tulungagung, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Salah Satunya Kakek 70 Tahun
  • Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencurian Kabel Milik Telkom di Kalidawir, 10 Tersangka Huni Jeruji Besi
  • Perhutani KPH Bondowoso Menyerahkan Bibit Pohon ke Polres Bondowoso Untuk Ruang Terbuka Hijau
  • Aktivitas Jual Beli di Luar Pasar Ngariboyo Berpotensi Jalan Macet
  • Kapolres Bondowoso hadiri pelepasan Satgas UNIFIL Yonif 514 ke Lebanon, Kapolres Bondowoso Sampaikan Pesan Kebanggaan
  • Polres Situbondo Ringkus Komplotan Pelaku Curas Moncel
Kamis, 9 April 2026 - 05:39 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
You are at:Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Hadiri Rakor di Dyandra Convention Center, Bupati Tulungagung Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026

redaksiKamis, 9 April 2026 - 05:38 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260409 WA0001
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, Liputan11.Com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun 2026. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi dampak yang dapat memengaruhi ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menghadiri langsung Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026 yang digelar di Dyandra Convention Center, Selasa (7/4/2026).

Kehadiran Bupati dalam forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah provinsi, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi prioritas bersama agar dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  Ribuan Warga Tulungagung Ikuti Jalan Sehat Hari Koperasi ke-75, Rebutkan Hadiah Sepeda Motor

“Ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih harus menjadi perhatian utama. Kita tidak boleh menunggu dampak terjadi, tetapi harus bergerak lebih awal dengan langkah yang terencana dan terukur,” ujarnya.

IMG 20260409 WA0000

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi serta kesiapan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyediaan cadangan air bersih, hingga optimalisasi jaringan irigasi guna menjaga produktivitas pertanian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk bergerak cepat dan responsif dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko selama musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih.

Baca Juga:  Pemkab Tulungagung Gelar Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas

Ia menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut. Pemerintah daerah diminta memiliki rencana aksi yang jelas dan terintegrasi agar penanganan dapat berjalan efektif dan efisien.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kejaksaan, Perum Perhutani, hingga jajaran dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Jawa Timur.

Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi secara terpadu. Melalui koordinasi yang kuat dan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan Kabupaten Tulungagung mampu menghadapi musim kemarau 2026 dengan lebih siap, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.(tot)

Bupati Tulungagung Pemkab Tulungagung Rapat Koordinasi Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Aksi Bejat Pencabulan Anak di Tulungagung, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Salah Satunya Kakek 70 Tahun

Selasa, 7 April 2026 - 23:55 WIB

Polres Tulungagung Ungkap Kasus Pencurian Kabel Milik Telkom di Kalidawir, 10 Tersangka Huni Jeruji Besi

Selasa, 7 April 2026 - 23:43 WIB

Drumband Melody Marchers SDN 1 Tamanan Raih Banyak Prestasi, Diknas Pendidikan Apresiasi

Rabu, 1 April 2026 - 14:15 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.