Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Patut Di Contoh,.Kepedulian Haji Nono Zalwa Secara Sukarela Memperbaiki Jalan Rusak Di Desa Jangkar
  • Polisi Cek Distribusi Gas Melon di Situbondo, Pastikan Pasokan Lancar dan Stok Tersedia
  • Kajati Jatim Apresiasi Pengelolaan Agroforestry dan Wisata Hutan di Bondowoso
  • KPK OTT di Tulungagung, 16 Orang Diamankan Termasuk Bupati
  • Pemkab Jombang Tertibkan PKL di Zona Merah, Alun-Alun Kembali Bersih dan Nyaman
  • Kolaborasi Zulkifli Hasan dan Warsubi Percepat Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
  • Pemkab Jombang Launching Bantuan Pangan Februari–Maret 2026, Ribuan Warga Plandaan Terima Beras dan Minyak
  • Sinergi Tiga Pilar Penegak Hukum, Polres Bondowoso Bersama Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Inkrah
Minggu, 12 April 2026 - 00:22 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
You are at:Berita Utama » Daerah » Tulungagung

Hadiri Rakor di Dyandra Convention Center, Bupati Tulungagung Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026

redaksiKamis, 9 April 2026 - 05:38 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260409 WA0001
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, Liputan11.Com – Pemerintah Kabupaten Tulungagung terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang tahun 2026. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi dampak yang dapat memengaruhi ketahanan pangan serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menghadiri langsung Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026 yang digelar di Dyandra Convention Center, Selasa (7/4/2026).

Kehadiran Bupati dalam forum tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah provinsi, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya langkah antisipatif yang dilakukan sejak dini. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi prioritas bersama agar dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian, ketersediaan air bersih, dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga:  BRIDA Tulungagung Laksanakan Laporan Akhir Kajian Analisis Peningkatan PAD dan Retribusi Daerah

“Ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih harus menjadi perhatian utama. Kita tidak boleh menunggu dampak terjadi, tetapi harus bergerak lebih awal dengan langkah yang terencana dan terukur,” ujarnya.

IMG 20260409 WA0000

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi serta kesiapan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyediaan cadangan air bersih, hingga optimalisasi jaringan irigasi guna menjaga produktivitas pertanian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk bergerak cepat dan responsif dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko selama musim kemarau, seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta krisis air bersih.

Baca Juga:  Lestarikan Warisan Budaya, Bupati Tulungagung Buka Pameran Keris Tosan Aji

Ia menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut. Pemerintah daerah diminta memiliki rencana aksi yang jelas dan terintegrasi agar penanganan dapat berjalan efektif dan efisien.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, kejaksaan, Perum Perhutani, hingga jajaran dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Jawa Timur.

Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi secara terpadu. Melalui koordinasi yang kuat dan kesiapsiagaan yang matang, diharapkan Kabupaten Tulungagung mampu menghadapi musim kemarau 2026 dengan lebih siap, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.(tot)

Bupati Tulungagung Pemkab Tulungagung Rapat Koordinasi Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

KPK OTT di Tulungagung, 16 Orang Diamankan Termasuk Bupati

Sabtu, 11 April 2026 - 10:51 WIB

Dinas Pendidikan Tulungagung Gelar ToT Literasi Keuangan “Cha-Ching Curriculum” Siapkan Generasi Emas

Kamis, 9 April 2026 - 10:32 WIB

Aksi Bejat Pencabulan Anak di Tulungagung, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Salah Satunya Kakek 70 Tahun

Selasa, 7 April 2026 - 23:55 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.