Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Kamis, 7 Mei 2026 - 07:20 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Banyuwangi

Jalan Poros Menuju Wisata Desa Penari di Banyuwangi yang lagi Viral, Rusak Parah

Senin, 13 Juni 2022 - 22:09 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220613 220845
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Banyuwangi.Liputan11.com-Jalan poros yang menghubungkan antara desa gendoh dengan desa Sragi dan juga akses jalan menuju wisata desa penari yang lagi viral, kondisi jalannya sangat rusak parah. Hal itu menjadikan salah satu advokat ternama di Banyuwangi dan juga pembina salah satu LSM di Banyuwangi angkat bicara.

Sugeng Setiawan,S.H., salah satu advokat Banyuwangi sekaligus Pembina dari LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) mengatakan, jalan yang berlubang itu diakibatkan oleh transportasi muatan pasir.

“Karena kalau kita berbicara dari sisi manfaat tambang pasir yang ada di wilayah Sragi itu tidak ada manfaatnya sama sekali kepada masyarakat. Manfaatnya cuma pada juragan-juragan atau kapitalis yang mempunyai uang untuk melakukan pertambangan,” ucapnya.

Menurut Sugeng, mereka tidak melihat dari sisi manfaat secara umum, tapi hanya memikirkan keuntungan profit secara pribadi. Maka dari itu, perlu jadi perhatian pejabat terkait khususnya Pemda Banyuwangi beserta pihak Kepolisian dalam menyikapi kondisi jalan raya Gendo-Sragi yang rusak parah akibat dampak tambang pasir yang ada di Sragi.

Baca Juga:  Pemilihan Ketua Takmir Masjid Al Muttaqin Berlangsung Ketat, Haji Munib Terpilih Dengan Suara Terbanyak

“Bagi saya ilegal, walaupun itu sudah ada izinnya, menurut informasi yang kami terima belum tentu lainnya itu ada,” ujarnya.

Ketua Pembina salah satu LSM di Banyuwangi itu juga menyampaikan, terkait rusaknya jalan jalan akibat adanya tambang pasir tersebut tidak sedikit masyarakat yang mengalami kecelakaan.

“Makanya tidak heran ketika mereka ambil sikap protes keras dengan cara menanam pohon di jalan. Hal tersebut adalah bentuk kekecewaan. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengaspirasikan pohon itu sebagai bentuk protes ketidak setujuan dengan adanya tambang,” tandasnya.

“Jadi kalau saya boleh berpendapat, tutup tambang itu. Karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat sekitar,” kata Sugeng Setiawan.

Baca Juga:  Babinsa Bangusari Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid At-Taubah

Ia berharap pihak satpol PP, dan Dinas terkait segera mengambil langkah karena ini merusak fasilitas umum, merusak jalan.

“Dan kalau bisa PU Bina Marga harus ngasih peringatan, Karena apa? Karena ini tugasnya mereka diberi anggaran dari negara untuk pembenahan jalan,” ujarnya.

“Sekarang jalan itu dibuat dari hasil pungutan ke masyarakat yang dibayar setiap tahunnya untuk dialokasikan ke situ, tetapi yang menikmati itu adalah kapitalis-kapitalis berkedok tambang pasir, sehingga manfaatnya ya hanya dirasakan oleh mereka mereka yang punya kepentingan sendiri.Jelas ini tugas PU Bina Marga harus melakukan tindakan berupa peringatan. Kalau untuk penutupan jelas, itu ya dari pihak kepolisian,” tukas Sugeng.

Sementara itu, plt. Kepala dinas PUCKPP Banyuwangi, Danang Hartanto,belum memberikan tanggapan saat dihubungi tim liputan11.com lewat sambungan seluler. (Yanto)

Banyuwangi Jalan Poros Menuju Wisata Desa Penari Rusak Parah yang lagi Viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.