
JOMBANG,Liputan11.com – Mengawali tahun ajaran baru dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan, SMP Negeri 6 Jombang melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa percaya diri bagi para siswa sebelum menjalani proses pembelajaran di jenjang pendidikan yang baru.
Sebanyak 224 peserta didik baru mengikuti rangkaian MPLS dengan antusias. Sejak hari pertama kedatangan, para siswa mendapatkan sambutan hangat dari keluarga besar SMP Negeri 6 Jombang. Para guru dan tenaga kependidikan telah disiapkan untuk menyambut siswa di pintu gerbang sekolah sebagai bentuk penerapan konsep MPLS Ramah, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan penuh perhatian bagi peserta didik baru.
Kepala SMP Negeri 6 Jombang, Nur Chasanah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa konsep MPLS tahun ini menekankan pada pendekatan yang humanis dan mendidik. Sekolah ingin memastikan bahwa siswa baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMP Negeri 6 Jombang sejak pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
“Untuk menyambut murid baru, karena sekarang temanya adalah MPLS Ramah, kami ingin memberikan suasana yang nyaman kepada anak-anak. Kami sudah menyiapkan bapak ibu guru yang bertugas melakukan penyambutan di depan sekolah. Harapannya anak-anak datang dengan rasa senang, tidak merasa takut, dan segera merasa menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 6 Jombang,” ujar Nur Chasanah.
Selain melibatkan peran guru dalam penyambutan, SMP Negeri 6 Jombang juga mengapresiasi keterlibatan orang tua melalui gerakan Gamas (Gerakan Antar Anak ke Sekolah). Program tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan keluarga dalam memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak saat memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
Menurut Nur Chasanah, kehadiran orang tua saat mengantarkan anak di hari pertama sekolah memiliki nilai penting secara emosional. Hal tersebut menunjukkan perhatian, dukungan, dan kepedulian keluarga terhadap perjalanan pendidikan anak.
“Alhamdulillah, sebagian besar anak-anak kemarin sudah diantar oleh ayahnya. Ada juga yang diantar oleh ibu karena memang ada yang sudah tidak memiliki ayah. Yang paling penting adalah adanya dukungan keluarga, sehingga anak-anak merasa memiliki semangat baru untuk memulai perjalanan pendidikannya,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan MPLS SMP Negeri 6 Jombang diawali dengan upacara pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru, guru, dan tenaga kependidikan. Setelah itu, siswa mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang sesuai dengan arahan dan ketentuan dari Kementerian Pendidikan.
Nur Chasanah menegaskan bahwa seluruh materi dan kegiatan MPLS telah disusun berdasarkan pedoman resmi agar pelaksanaan MPLS benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Pelaksanaan MPLS ini sudah kami sesuaikan dengan instruksi dari Kemendikbud. Semua kegiatan mengacu pada rujukan yang diberikan, sehingga kegiatan ini bukan sekadar pengenalan sekolah, tetapi benar-benar menjadi proses awal pembentukan karakter dan kesiapan anak-anak dalam mengikuti pembelajaran,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan MPLS tersebut, peserta didik baru mendapatkan berbagai materi dan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan sekolah. Mulai dari pengenalan diri, pengenalan lingkungan sekolah, Wawasan Wiyata Mandala melalui tema ‘Aku dan Sekolahku’, penguatan karakter melalui program ‘Aku Anak Indonesia Hebat’, hingga berbagai kegiatan refleksi di setiap akhir kegiatan.
Refleksi menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan MPLS. Melalui refleksi, siswa diajak untuk memahami nilai-nilai yang mereka dapatkan, mengevaluasi pengalaman selama kegiatan berlangsung, serta menumbuhkan kesadaran bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk kepribadian.
Menurut Nur Chasanah, pendidikan karakter menjadi prioritas utama yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta didik SMP Negeri 6 Jombang. Sebab, menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari sikap dan perilaku seorang siswa.

“Kami ingin membentuk karakter anak terlebih dahulu. Kalau karakternya sudah baik, insyaallah hal-hal lainnya akan mengikuti. Anak yang memiliki karakter baik akan lebih mudah diarahkan untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar yang tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, nilai kejujuran menjadi salah satu karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Sebab, kejujuran menjadi dasar dalam membangun pribadi yang kuat dan berakhlak baik.
“Yang paling utama adalah kejujuran. Dengan kejujuran, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik atau berakhlakul karimah. Karena ilmu tanpa karakter yang baik belum cukup untuk menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Dalam memberikan motivasi kepada peserta didik baru, Nur Chasanah juga menyampaikan filosofi tentang tangga kehidupan. Ia mengibaratkan perjalanan pendidikan seperti seseorang yang sedang menaiki tangga menuju tempat yang lebih tinggi.
“Anak-anak, tangga itu tujuannya untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Filosofi itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian pasti memiliki cita-cita, ada yang ingin menjadi dokter, guru, atau profesi lainnya. Tetapi cita-cita itu tidak akan tercapai jika tidak ada langkah untuk mencapainya,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa setiap siswa sebenarnya telah memiliki berbagai “anak tangga” yang tersedia di sekolah untuk membantu mereka meraih impian. Guru yang berkualitas, tenaga kependidikan yang mendukung, fasilitas sekolah, serta lingkungan belajar yang positif merupakan bagian dari tangga yang akan mengantarkan siswa menuju kesuksesan.
“Bapak ibu guru yang hebat, tenaga kependidikan yang handal, perpustakaan yang lengkap, dan seluruh fasilitas sekolah adalah tangga yang bisa membantu kalian mencapai cita-cita. Tinggal bagaimana kalian mau melangkah, belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Melalui kegiatan MPLS Ramah ini, SMP Negeri 6 Jombang berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya positif sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat.
“Harapan kami anak-anak menjadi siswa yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, dan jujur. Karena dengan karakter yang baik, mereka akan mampu menghadapi tantangan di masa depan dan menjadi generasi yang membanggakan bagi keluarga, sekolah, maupun bangsa,” pungkas Nur Chasanah.
Dengan semangat MPLS Ramah, SMP Negeri 6 Jombang meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membangun manusia yang berintegritas, berakhlak, dan siap meraih cita-cita melalui proses yang bertahap dan penuh perjuangan.(lil)