Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan
  • Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Pastikan Jombang Siap Jadi Tuan Rumah
  • GEMARIKAN Jombang Sasar Ratusan Pelajar, Dorong Budaya Makan Ikan untuk Cegah Stunting dan Cetak Generasi Unggul
  • Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perhutani KPH Bondowoso Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme
  • Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo Sabet Juara 1 Kirab Ancak Agung Maulid Nabi 1447 H
  • Momentum HUT ke-81 RI, RSUD Ploso dan Smile Train Buka Jalan Menuju Senyum dan Harapan Baru
  • Jelang HUT ke-81 RI, Plt Bupati Ahmad Baharudin Kukuhkan 77 Paskibraka
  • Jembatan Perintis Garuda Diresmikan Plt Bupati Tulungagung, Akses dan Ekonomi Warga Rejosari Kian Terbuka
Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:01 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Peristiwa

Pasca Puluhan Siswa SMPN 1 Boyolangu Alami Gangguan Pencernaan, Kepala SPPG Desa Tanggung Sampaikan Permohonan Maaf

RedaksiSelasa, 14 Oktober 2025 - 20:17 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
1000588432
Fatkurrohman Ka.SPPG (no 2 dari kiri) dan Siti Hanifah pihak Yayasan mitra SPPG (no 3 dari kiri) bersama sejumlah pengurus lainnya (foto:Asoi)
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tulungagung, liputan11.com – Pasca puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung mengalami gejala gangguan pencernaan usai menyantap menu MBG pada Senin (13/10/2025) kemarin, Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat, Fatkurrohman menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak.

“Yang jelas kami dari pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf atas kejadian di SMPN 1 Boyolangu kemarin,” ucapnya, Selasa (14/10/2025).

Menurut Fatkurrohman, penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Namun demikian pihaknya juga mengaku kejadian tersebut merupakan diluar kesengajaan.

“Dengan kejadian tersebut tentunya kami sangat prihatin sekali. Untuk itu kami kedepannya akan lebih berhati-hati dan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu MBG agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” terangnya.

Lebih lanjut kata Fatkurrohman, SPPG Desa Tanggung saat ini telah mampu menyediakan menu MBG sebanyak 3292 Porsi. Pihaknya mengaku dari jumlah tersebut porsi MBG yang dikirimkan ke SMPN 1 Boyolangu ada sebanyak 1.120 porsi dan itupun merupakan pengiriman yang pertama kalinya.

“Untuk menu MBG yang kita kirim ke SMPN 1 Boyolangu kemarin merupakan pengiriman yang pertama kalinya yaitu sebanyak 1.120 porsi dan kita sangat kaget atas kejadian tersebut,” tandasnya.

Pihaknya juga kooperatif melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan kondisi puluhan siswa yang mengalami gejala gangguan pencernaan.

Baca Juga:  Bakesbangpol Gelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial di Era Digital

“Dari hasil koordinasi kami dengan pihak Puskesmas Boyolangu, tercatat ada sebanyak 67 anak yang mengalami gangguan pencernaan dan Alhamdulillah setelah dilakukan penanganan dari pihak Nakes sebagian besar sudah dipulangkan karena kondisinya sudah mulai membaik. Semoga kejadian serupa tidak akan terulang kembali,” harapnya.

Siti Hanifah dari Yayasan Gusti Maringi Mukti, selaku mitra SPPG Desa Tanggung juga menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Ia mengaku Tim ahli gizi selalu melakukan uji coba menu MBG sebelum di distribusikan ke sekolah.

“Seperti menu yang kemarin nasi kuning ayam kecap itu dari Tim ahli gizi SPPG juga mencicipinya terlebih dahulu sebelum di distribusikan ke sekolah. Bahkan usai kejadian sisa menu serupa pun dari Kabag Wil SPPG yang kesini di hari yang sama jam 19.00 WIB (jam 7 malam) juga ikut memakannya dan kondisi nasinya masih dalam kondisi tidak basi, ayamnya pun juga tidak basi atau masih layak dikonsumsi. Setelah jeda dua jam berikutnya juga tidak merasakan gejala maupun reaksi apa-apa,” timpalnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tulungagung yang disampaikan Plt Ka. Dinkes Tulungagung dr. Anna Saptu Saripah menyampaikan dari jumlah keseluruhan siswa siswi SMPN 1 Boyolangu yang kemarin mengalami dugaan gangguan saluran pencernaan usai menyantap menu MBG sebagian besar sudah diberikan penanganan dan ini sebagian besar dalam kondisi stabil.

Baca Juga:  DKP Tulungagung Menggelar Koordinasi dan Evaluasi Kelompok Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari

“Saat ini sebanyak 58 anak sudah pulang dalam kondisi baik, tersisa 4 pasien masih dirawat di Puskesmas Boyolangu, 1 pasien di Puskesmas Beji dan untuk yang dirawat di RSUD dr. Karneni Campurdarat ada 5 pasien terdiri 4 pasien masih menjalani perawatan dan 1 pasien sudah pulang dalam kondisi stabil,” terangnya.

Pihaknya menyebut Dinkes Tulungagung dan Puskesmas setempat telah mengambil sampel makanan yang didapat untuk dikirim ke laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya, Laboratorium RSUD dr Iskak Tulungagung dan laboratorium Kesehatan Daerah Tulungagung. Langkah tersebut guna mengumpulkan data yang lengkap untuk mendukung penyelidikan epidemiologi agar dapat segera diketahui penyebabnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin usai mengecek kondisi puluhan siswa SMPN 1 Boyolangu yang dirawat di Puskesmas Boyolangu berharap kepada masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya program MBG dari Pemerintah. Menurutnya kejadian tersebut tidak ada unsur kesengajaan.

“Kami berharap kepada masyarakat tidak panik atau grogi dengan adanya program MBG dari Pemerintah. Kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan. Semoga kejadian tersebut merupakan yang pertama dan terakhir. Anak – anak sudah tertangani dengan baik semoga cepat sehat seperti sediakala,” tuturnya. (Nuha)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perhutani KPH Bondowoso Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo Sabet Juara 1 Kirab Ancak Agung Maulid Nabi 1447 H

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:16 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Polres Situbondo Imbau Masyarakat Gunakan Sepeda Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Muktamar ke-35 NU Tinggal Sepekan, Bupati Warsubi Pastikan Jombang Siap Jadi Tuan Rumah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

GEMARIKAN Jombang Sasar Ratusan Pelajar, Dorong Budaya Makan Ikan untuk Cegah Stunting dan Cetak Generasi Unggul

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Perhutani KPH Bondowoso Kobarkan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:49 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.