Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Kamis, 7 Mei 2026 - 04:41 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Program MBG di Kediri Menyisakan Soal, Kali Ini Ada Ulat Didalam Kemasan Makanan

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:26 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20250524 WA00041
Ket : Tim Penyedia Bahan Baku MBG untuk wilayah Tulungrejo dan Pare, Zulfa Ikfina.
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

KEDIRI, LIPUTAN11.COM, –
Insiden tak mengenakkan terjadi dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Bhakti Mulya, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Pada Kamis siang, 22 Mei 2025, ditemukan seekor ulat dalam satu kemasan makanan yang disediakan untuk siswa.

Temuan tersebut langsung mengundang perhatian pihak sekolah dan penyedia bahan baku. Ulat diketahui berada di lauk tahu, dan diduga berasal dari buah salak yang busuk. Koordinator Tim Penyedia Bahan Baku MBG untuk wilayah Tulungrejo dan Pare, Zulfa Ikfina, memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka.

“Itu memang kesalahan dari kami. Buah-buahan sebenarnya sudah kami pilah satu per satu. Namun kami tidak tahu isinya karena dari luar buah salak nampak bagus, tetapi ternyata di dalam ada ulatnya,” ujarnya kepada awak Media, Jumat (23/5/2025).

Zulfa menjelaskan bahwa bahan baku makanan diperoleh dari pelaku UMKM lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami mengambil bahan dari beberapa UMKM di wilayah Pare yang telah melalui proses seleksi ketat,” tambahnya.

Baca Juga:  Sekdes Gamping Menerima dan Hormati Hasil Pertemuan di Kantor Camat Campurdarat

Sebagai bentuk evaluasi, Zulfa menyatakan akan lebih memperketat pengawasan terhadap bahan baku yang masuk, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Dan kami akan memberi teguran kepada pemasok buah. Kedepan, kami akan lebih hati-hati dan lebih selektif lagi, “tutup Zulfa.

Sebelumnya telah ramai bahwa Progam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) yang digagas presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kediri, ditemukan ulat di buah salak yang dibagikan.

Temuan ulat itu terjadi di SMK Bhakti Mulia, Kecamatan Pare, yang mana pertama kali di ketahui seorang siswa setelah petugas dari dapur SPPG mendroping sepaket nasi ke sekolah itu.

Saat hendak menyantap, ada seorang siswa menyadari adanya sedikit pergerakan yang menggeliat di salah satu tempat menu dalam wadah totebag.

“Saat itu menunya adalah telur puyuh, tahu bumbu goreng merah sama buah salak. Nah di buah salaknya itu ditemukan ada ulatnya,” kata Kepala Sekolah SMK Bhakti Mulia Pare, Imam Hanafi.

Baca Juga:  Kapolsek Puncu Polres Kediri Lakukan Sidak ke Pedagang Minyak Goreng

Berkat temuan dari siswa, seluruh pelajar di satu ruang tidak sedikitpun menyentuh makanan yang sudah disediakan, bahkan malah di kesampingkan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala SMK Bhakti Mulia ini, terdapat total 900 pelajar yang menjadi penerima manfaat di yayasan itu.

“Totalnya 900, namun yang masuk kemarin cuma sekitar 600. Kan saat ini kelas 12 sedang libur. Jadi yang kemarin sempat makan kurang lebih hanya 1 ruangan pelajar,” ujarnya.

Mengetahui adanya temuan ulat, petugas dari pihak sekolahan langsung menyisihkan sekotak nasi itu untuk menjadi bahan laporan kepada pihak yang menjadi tempat produksinya makanan itu.

Pihaknya juga telah melakukan komunikasi aduan terkait temuan di yayasan yang dipimpinnya kepada pihak dapur penyedia.

Bahkan ia mengaku telah memberikan sejumlah peringatan kepada pihak penyedia makanan agar lebih berhati-hati lagi dalam operasionalnya.(sin)

Kabupaten Kediri MBG Ulat
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.