Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Aspirator dan Ketua Kelompok Sekabupaten Situbondo Di duga Potong Anggaran Hingga Cacat Administrasi, (*LBH Cakra*) MeLaporkan 42 Penerima P3-TGAI Tahun 2026 
  • Dinsos Tulungagung Peringati HUT ke-19 PKH, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan Peserta Touring Lintas Jalur Selatan Besuki – Kalidawir
  • Disperindag Tulungagung Gelar Kurasi Promosi Dagang Daerah 2026, Perkuat Perluasan Jaringan Pasar IKM dan UMKM
  • *Antusias Dan Kompak Warga RT 03/08 Mimba’an Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggiran Sungai*
  • Tradisi Petik Padi di Desa Kalidawir, Plt Bupati Tulungagung Siap Dukung Program Swasembada dan Ketahanan Pangan Nasional
  • Petani bersama Bumdes Tanggulwelahan Tulungagung Pasang Plastik di Saluran Irigasi Minimalisir Kebocoran Air
  • Udara Kotor,Hak Terabaikan:Warga Asembagus Lagi-Lagi Hirup Debu Tolato Dan LBH Cakra Situbondo Soroti Pembiaran Polusi Debu Tolato Setiap Musim Giling
  • Rapat Paripurna DPRD Tulungagung Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan KUA-PPAS 2027, Plt. Ahmad Baharudin Sampaikan Apresiasi
Selasa, 28 Juli 2026 - 02:06 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah

“RSUD Jombang Perkuat Garda Depan Lawan TB di Hari Tuberkulosis Sedunia 2026: Layanan Gratis, Edukasi Masif, dan Target Putus Rantai

redaksiSelasa, 31 Maret 2026 - 15:08 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260331 WA0005
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

JOMBANG,Liputan11.com– RSUD Jombang menegaskan komitmennya dalam memerangi Tuberkulosis (TB) melalui peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 yang digelar di depan poli paru, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat edukasi publik, menghapus stigma, serta mendorong percepatan pemutusan rantai penularan TB di masyarakat.

Peringatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan rumah sakit, mulai dari Wakil Direktur Keuangan, Wakil Direktur Pelayanan, hingga para kepala bidang medis dan keperawatan. Sejumlah pasien TB yang tengah menjalani pengobatan juga turut hadir, mencerminkan pendekatan inklusif yang mengedepankan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, menjelaskan bahwa peringatan yang semestinya dilaksanakan pada 24 Maret itu baru dapat digelar karena tingginya beban pelayanan pasca libur panjang. Saat itu, lonjakan kunjungan pasien membuat seluruh tenaga difokuskan pada layanan kesehatan.

“Pelayanan kami saat itu sangat padat bahkan overload, sehingga kami memprioritaskan penanganan pasien. Hari ini baru bisa kami laksanakan, namun esensinya tetap sama, yakni edukasi dan penguatan komitmen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, RSUD Jombang menegaskan bahwa Tuberkulosis bukanlah penyakit kutukan, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan secara tuntas apabila ditangani dengan benar. Edukasi ini dinilai penting untuk mengikis stigma yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:  PT. Mega Akses Persada Diduga Pasang Tiang Fiber Ilegal di Jombang, Abaikan Aturan dan Peringatan

Menurut dr. Pudji, keberhasilan penanganan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sesuai regimen yang telah ditetapkan tenaga medis. Disiplin minum obat dan menjaga daya tahan tubuh menjadi faktor kunci dalam meningkatkan angka kesembuhan sekaligus menekan risiko penularan.

“Jika pasien patuh dalam pengobatan, maka tingkat kesembuhan tinggi. Ketika pasien sembuh, otomatis rantai penularan dapat diputus. Ini yang menjadi target utama kami,” tegasnya.

Selain pengobatan, RSUD Jombang juga menaruh perhatian pada aspek pencegahan melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Penularan TB yang terjadi melalui percikan batuk dan dahak menjadi fokus utama dalam sosialisasi kepada pasien dan masyarakat.

“Etika batuk dan cara membuang dahak yang benar adalah hal sederhana, tetapi berdampak besar dalam mencegah penularan. Ini terus kami tekankan dalam setiap edukasi,” tambahnya.

IMG 20260331 WA0006

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Jombang menerima pasien TB dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Pemerintah, melalui berbagai program, telah memastikan bahwa pengobatan TB dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari BPJS.

“Kami pastikan pengobatan TB tidak dipungut biaya. Ini bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat tidak takut dan tidak ragu untuk berobat,” jelasnya.

Baca Juga:  Dirlantas Polda Jatim Kunjungi Pelabuhan ASDP Ketapang, Pastikan Pengamanan Perayaan Nyepi Berjalan Aman 

Berdasarkan data layanan, rata-rata sekitar 40 pasien TB menjalani pengobatan setiap harinya di RSUD Jombang, dengan variasi kasus mulai dari kategori non-resisten hingga resisten obat. Kondisi ini menunjukkan bahwa TB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat upaya pengendalian, RSUD Jombang juga melakukan langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan. Bersama puskesmas, rumah sakit ini menyasar wilayah-wilayah yang menjadi kantong penyebaran TB untuk melakukan edukasi, skrining, dan deteksi dini.

“Kasus TB tidak tersebar merata, tetapi terkonsentrasi di titik-titik tertentu. Di wilayah tersebut kami lakukan pendekatan langsung, agar kasus bisa ditemukan lebih awal dan segera ditangani,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala awal TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, demam pada malam hari, serta keringat dingin. Deteksi dini, menurutnya, menjadi kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Melalui peringatan ini, RSUD Jombang menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan penyakit. Dengan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat, upaya eliminasi Tuberkulosis diharapkan dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.(Im)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Jangan Terburu-buru Cabut Gigi Berlubang, Dokter Spesialis RSUD Jombang: Banyak Kasus Masih Bisa Diselamatkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:49 WIB

Dua Prestasi Sekaligus, Dishub Jombang Tegaskan Komitmen Hadirkan Pelayanan Publik Berkualitas

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:15 WIB

RSUD Ploso Hadirkan Poli Sore, Inovasi Layanan Kesehatan yang Lebih Fleksibel untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Senin, 20 Juli 2026 - 16:48 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

Aspirator dan Ketua Kelompok Sekabupaten Situbondo Di duga Potong Anggaran Hingga Cacat Administrasi, (*LBH Cakra*) MeLaporkan 42 Penerima P3-TGAI Tahun 2026 

Senin, 27 Juli 2026 - 18:47 WIB

Dinsos Tulungagung Peringati HUT ke-19 PKH, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Berangkatkan Peserta Touring Lintas Jalur Selatan Besuki – Kalidawir

Senin, 27 Juli 2026 - 05:29 WIB

Disperindag Tulungagung Gelar Kurasi Promosi Dagang Daerah 2026, Perkuat Perluasan Jaringan Pasar IKM dan UMKM

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:42 WIB

*Antusias Dan Kompak Warga RT 03/08 Mimba’an Gotong Royong Bersihkan Sampah di Pinggiran Sungai*

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:03 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.