Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • *KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*
  • Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung
  • Drainase Kenayan Rampung, Pemkab Tulungagung melalui Disperkim Tegaskan Kualitas dan Fungsi Infrastruktur
  • Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian
  • DPRD dan Pemkab Tulungagung Sepakati Perubahan APBD 2026, Berikut Komposisi Perubahannya
  • SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026
  • RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile
  • *Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*
Sabtu, 19 September 2026 - 08:26 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah

“RSUD Jombang Perkuat Garda Depan Lawan TB di Hari Tuberkulosis Sedunia 2026: Layanan Gratis, Edukasi Masif, dan Target Putus Rantai

redaksiSelasa, 31 Maret 2026 - 15:08 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260331 WA0005
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

JOMBANG,Liputan11.com– RSUD Jombang menegaskan komitmennya dalam memerangi Tuberkulosis (TB) melalui peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 yang digelar di depan poli paru, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat edukasi publik, menghapus stigma, serta mendorong percepatan pemutusan rantai penularan TB di masyarakat.

Peringatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan rumah sakit, mulai dari Wakil Direktur Keuangan, Wakil Direktur Pelayanan, hingga para kepala bidang medis dan keperawatan. Sejumlah pasien TB yang tengah menjalani pengobatan juga turut hadir, mencerminkan pendekatan inklusif yang mengedepankan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan pasien.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, menjelaskan bahwa peringatan yang semestinya dilaksanakan pada 24 Maret itu baru dapat digelar karena tingginya beban pelayanan pasca libur panjang. Saat itu, lonjakan kunjungan pasien membuat seluruh tenaga difokuskan pada layanan kesehatan.

“Pelayanan kami saat itu sangat padat bahkan overload, sehingga kami memprioritaskan penanganan pasien. Hari ini baru bisa kami laksanakan, namun esensinya tetap sama, yakni edukasi dan penguatan komitmen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, RSUD Jombang menegaskan bahwa Tuberkulosis bukanlah penyakit kutukan, melainkan penyakit menular yang dapat disembuhkan secara tuntas apabila ditangani dengan benar. Edukasi ini dinilai penting untuk mengikis stigma yang masih berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Motor Penggerak Kesejahteraan di Kota Marmer: DBHCHT 2025 Tulungagung Fokus pada BLT, Kesehatan, dan Pemberantasan Rokok Ilegal

Menurut dr. Pudji, keberhasilan penanganan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sesuai regimen yang telah ditetapkan tenaga medis. Disiplin minum obat dan menjaga daya tahan tubuh menjadi faktor kunci dalam meningkatkan angka kesembuhan sekaligus menekan risiko penularan.

“Jika pasien patuh dalam pengobatan, maka tingkat kesembuhan tinggi. Ketika pasien sembuh, otomatis rantai penularan dapat diputus. Ini yang menjadi target utama kami,” tegasnya.

Selain pengobatan, RSUD Jombang juga menaruh perhatian pada aspek pencegahan melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Penularan TB yang terjadi melalui percikan batuk dan dahak menjadi fokus utama dalam sosialisasi kepada pasien dan masyarakat.

“Etika batuk dan cara membuang dahak yang benar adalah hal sederhana, tetapi berdampak besar dalam mencegah penularan. Ini terus kami tekankan dalam setiap edukasi,” tambahnya.

IMG 20260331 WA0006

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Jombang menerima pasien TB dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas. Pemerintah, melalui berbagai program, telah memastikan bahwa pengobatan TB dapat diakses secara gratis oleh masyarakat, termasuk melalui dukungan pembiayaan dari BPJS.

“Kami pastikan pengobatan TB tidak dipungut biaya. Ini bentuk komitmen pemerintah agar masyarakat tidak takut dan tidak ragu untuk berobat,” jelasnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jombang, Gus Sentot: “Status Tanah dan Sumber Dana Pembangunan TPT SMPN 1 Mojowarno Harus Jelas, Jangan Langgar Aturan”

Berdasarkan data layanan, rata-rata sekitar 40 pasien TB menjalani pengobatan setiap harinya di RSUD Jombang, dengan variasi kasus mulai dari kategori non-resisten hingga resisten obat. Kondisi ini menunjukkan bahwa TB masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat upaya pengendalian, RSUD Jombang juga melakukan langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan. Bersama puskesmas, rumah sakit ini menyasar wilayah-wilayah yang menjadi kantong penyebaran TB untuk melakukan edukasi, skrining, dan deteksi dini.

“Kasus TB tidak tersebar merata, tetapi terkonsentrasi di titik-titik tertentu. Di wilayah tersebut kami lakukan pendekatan langsung, agar kasus bisa ditemukan lebih awal dan segera ditangani,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala awal TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, demam pada malam hari, serta keringat dingin. Deteksi dini, menurutnya, menjadi kunci dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Melalui peringatan ini, RSUD Jombang menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan penyakit. Dengan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat, upaya eliminasi Tuberkulosis diharapkan dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.(Im)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian

Kamis, 17 September 2026 - 11:50 WIB

SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026

Selasa, 15 September 2026 - 09:29 WIB

RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile

Selasa, 15 September 2026 - 07:16 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

*KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*

Jumat, 18 September 2026 - 10:31 WIB

Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung

Kamis, 17 September 2026 - 19:41 WIB

Drainase Kenayan Rampung, Pemkab Tulungagung melalui Disperkim Tegaskan Kualitas dan Fungsi Infrastruktur

Kamis, 17 September 2026 - 18:05 WIB

Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian

Kamis, 17 September 2026 - 11:50 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.