Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pemkab Jombang Tertibkan PKL di Zona Merah, Alun-Alun Kembali Bersih dan Nyaman
  • Kolaborasi Zulkifli Hasan dan Warsubi Percepat Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
  • Pemkab Jombang Launching Bantuan Pangan Februari–Maret 2026, Ribuan Warga Plandaan Terima Beras dan Minyak
  • Sinergi Tiga Pilar Penegak Hukum, Polres Bondowoso Bersama Kejari Gelar Pemusnahan Barang Bukti Inkrah
  • Kapolres Situbondo Bagikan Ratusan Nasi Kotak Usai Salat Jumat
  • Perhatian Serius Polisi Ingatkan Kepada Siswa SMP di Situbondo Tidak Bawa Motor Sendiri ke Sekolah
  • Jumat Asri Desa Ngariboyo Jadi Bukti Kebersamaan Pemdes Dengan Warga
  • Pemkab Jombang Perkuat Komitmen Pengentasan RTLH, Bantuan Rp35 Juta per Unit Jadi Harapan Baru Warga
Sabtu, 11 April 2026 - 06:15 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
You are at:Berita Utama » Daerah » Jombang

RSUD Ploso Harumkan Nama Indonesia di Forum Dunia, Dua Dokter Spesialis Mata Tampil di Kongres Internasional APAO 2026

redaksiSenin, 9 Februari 2026 - 06:03 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20260218 WA0000
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

JOMBANG, Liputan11.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan RSUD Ploso Kabupaten Jombang di panggung internasional. Dua dokter spesialis mata andalannya, dr. Dinda Zhafira, Sp.M., M.Ked.Klin dan dr. H.M. Sjarifudhin, Sp.M., M.MR., M.HKes., CMC, dipercaya menjadi delegasi sekaligus presenter ilmiah dalam ajang bergengsi Asia-Pacific Academy of Ophthalmology (APAO) Congress 2026, forum ilmiah terbesar bagi para pakar kesehatan mata di kawasan Asia-Pasifik.

Kongres tahunan edisi ke-41 yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di Hong Kong tersebut mempertemukan ribuan dokter spesialis mata, peneliti, akademisi, serta praktisi medis dari berbagai negara untuk berbagi inovasi, riset terbaru, dan perkembangan teknologi oftalmologi modern. Kehadiran delegasi dari RSUD Ploso menjadi bukti nyata bahwa layanan kesehatan dari daerah mampu berdiri sejajar dan mendapat pengakuan di tingkat global.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga membawa nama Indonesia — khususnya Kabupaten Jombang — dalam forum ilmiah internasional yang selama ini didominasi rumah sakit besar dan pusat akademik dunia.

Dalam sesi presentasi poster ilmiah, kedua dokter memaparkan laporan kasus klinis berjudul “From Dengue to Lupus: Lupus Vasculitis Presenting as Acute Visual Loss During Dengue Fever.” Sebuah studi kasus yang lahir dari pengalaman nyata pelayanan medis di RSUD Ploso.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jombang, Gus Sentot: “Status Tanah dan Sumber Dana Pembangunan TPT SMPN 1 Mojowarno Harus Jelas, Jangan Langgar Aturan”

Kasus tersebut mengisahkan seorang pasien yang mengalami kehilangan penglihatan secara mendadak saat menjalani perawatan akibat demam berdarah dengue. Awalnya, gangguan penglihatan diduga sebagai komplikasi infeksi virus dengue yang umum terjadi.

Namun melalui ketelitian observasi klinis, pemeriksaan berlapis, serta pendekatan diagnostik yang komprehensif, tim dokter menemukan fakta mengejutkan: penyebab utama bukanlah infeksi dengue semata, melainkan penyakit autoimun Lupus yang bermanifestasi sebagai vaskulitis lupus pada pembuluh darah mata.

Kompleksitas diagnosis inilah yang menarik perhatian peserta kongres. Kasus tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kepekaan klinis, kemampuan analisis mendalam, serta kolaborasi medis dalam mengungkap penyakit dengan gejala menyerupai kondisi umum.

“Keikutsertaan kami bukan hanya untuk mempresentasikan kasus, tetapi membawa pengalaman klinis dari rumah sakit daerah ke forum dunia. Ini menjadi bukti bahwa kualitas diagnosis dan pelayanan di RSUD Ploso terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu kedokteran global,” ungkap dr. Dinda di sela kegiatan kongres.

Selain mempresentasikan penelitian, delegasi RSUD Ploso juga mengikuti berbagai simposium internasional, workshop teknologi medis, serta diskusi ilmiah mengenai inovasi terbaru dalam diagnosis dan terapi penyakit mata. Mulai dari teknik bedah modern, pendekatan terapi berbasis riset terbaru, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam oftalmologi menjadi bagian dari pembelajaran selama kongres berlangsung.

Ilmu dan pengalaman tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari, sehingga masyarakat Jombang dapat merasakan langsung manfaat perkembangan kedokteran dunia tanpa harus pergi ke kota besar.

Baca Juga:  Harapan di Balik Gedung Kusam: PAUD Kartika Kencana Menunggu Perhatian Pemkab Jombang

Keikutsertaan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan mata di daerah agar semakin modern, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Apresiasi dan Kebanggaan Institusi
Direktur RSUD Ploso menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian kedua dokter tersebut. Menurutnya, keberhasilan menembus seleksi presentasi ilmiah pada forum internasional bergengsi merupakan indikator nyata kualitas sumber daya manusia kesehatan di RSUD Ploso yang semakin kompetitif secara global.

Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi seluruh tenaga medis untuk terus mengembangkan kompetensi, memperkuat budaya riset klinis, serta aktif berkontribusi dalam perkembangan ilmu kedokteran.

Local Experience, Global Recognition
Dengan semangat “Local Experience, Global Recognition,” RSUD Ploso terus berkomitmen mendorong tenaga medisnya untuk berkarya dan berkolaborasi di panggung internasional.

Langkah ini diyakini tidak hanya mengangkat reputasi institusi, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, inovatif, dan berstandar global bagi masyarakat.

Keberhasilan ini menjadi pesan kuat bahwa rumah sakit daerah bukan sekadar fasilitas pelayanan kesehatan, melainkan juga pusat inovasi, pembelajaran, dan kontribusi ilmiah yang mampu memberi warna dalam perkembangan dunia medis internasional.(Im)

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Tertibkan PKL di Zona Merah, Alun-Alun Kembali Bersih dan Nyaman

Sabtu, 11 April 2026 - 04:01 WIB

Kolaborasi Zulkifli Hasan dan Warsubi Percepat Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 11 April 2026 - 03:32 WIB

Pemkab Jombang Launching Bantuan Pangan Februari–Maret 2026, Ribuan Warga Plandaan Terima Beras dan Minyak

Sabtu, 11 April 2026 - 03:05 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.