Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan
  • Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin
  • *”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*
  • *Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*
  • Perhutani KPH Bondowoso Gelar Rapat Evaluasi Pekerjaan Semester I Tahun 2026
  • *Bertempat Di Aula MTS Fathus Salafi , XLSMART Menggelar Workshop “Bijak Bermedsos di Era Digitalisasi”*
  • *Workshop XLSMART Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial di Era Digitalisasi*
  • Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan
Senin, 22 Juni 2026 - 03:56 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Banyuwangi

Selamatkan Tanah HGU Seluas 95000 M², Pakde Sugirah Lakukan Gugatan ke PN Banyuwangi

RedaksiJumat, 3 Juni 2022 - 14:46 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
GridArt 20220603 144038371
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

BANYUWANGI.LIPUTAN11.COM – Pandangan miring sebagian masyarakat terhadap Wakil Bupati Banyuwangi, H. Sugirah, S.Pd., M.Si., yang dianggap hanya sebagai wayang di Pemerintahan ternyata tidak tepat. Penilaian miring tersebut ditepis Sugirah setelah dibuktikan dengan melakukan langkah tegas.

Pak De Sugirah (sapaan akrab Wabup Banyuwangi) secara diam-diam telah melakukan langkah-langkah taktis mengupayakan penyelamatan sebuah aset milik negara yang berbentuk Tanah Hak Guna Usaha (HGU).

Seperti yang disampaikan Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPC Kabupaten Banyuwangi Moch. Iqbal, S.H., bahwa Pakde berupaya melakukan gugatan pembatalan jual beli di Pengadilan Negeri Banyuwangi sebagaimana diketahui telah disidangkan dan terdaftar dengan register perkara Nomor: 67/ Pdt.G/ 2022/ PN.Byw.

“Tanah aset Negara c.q. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dimaksud adalah tanah HGU No. 3/ Desa Bomo seluas 95.000 M² terletak di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi yang telah habis masa kelola pada tahun 2010 dan telah diperjualbelikan tanpa melibatkan Negara oleh 2 (dua) Perseroan Terbatas dengan nilai kurang lebih Rp. 9.000.000.000,- (Sembilan milyar rupiah) pada tahun 2017 lalu,” kata Moch. Iqbal, S.H., kepada awak media pada Jum’at (03/06/2022).

Dalam hal ini Pakde juga turut mengajak ujung tombak pemerintahan setempat yakni Kepala Desa Bomo, Ir. Sutikno sebagai Penggugat dan menunjuk Kuasa Hukum dari BBHAR Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPC Kabupaten Banyuwangi. Kedua nama yang ditunjuk sebagai kuasa hukumnya yakni Moch. Iqbal., S.H. dan Anwar Anang Z., S.H. yang dulu juga sebagai pembela pasangan Ipuk Sugirah dalam sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Lakukan Pengamanan di Ajang Internasional World Surf League Championship Tour 2022

“Bahwa, dasar untuk melakukan gugatan tersebut yakni Pasal 17 ayat 1 (a) dan 2 Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1996, jo. pasal 22 ayat (2) jo. Pasal 31 (a) jo. Pasal 32 Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2021, dimana ditegaskan bahwa tanah HGU yang sudah habis masa/ mati, maka secara otomatis kembali menjadi milik Negara, yang artinya tidak dapat dialihkan baik hak maupun penguasaannya kepada pihak lain/ tidak boleh diperjualbelikan tanpa melibatkan Negara/ pemerintah,” ujarnya.

Menurut Iqbal, kalau Negara sebagai pemilik yang sah tidak dilibatkan dalam jual beli, maka jual beli yang dilakukan terhadap HGU yang sudah mati tentunya sebagai perbuatan melawan hukum, dan itu secara otomatis batal demi hukum, “bisa dikatakan jual beli bodong, karena buku fisik HGU tersebut sudah tidak berlaku lagi,” imbuhnya.

Dengan demikian yang seharusnya pemegang/ atas nama fisik SHGU menyerahkan kepada Badan Pertanahan baik untuk perpanjangan izin, perbaruan izin, atau sebagainya sesuai amanat  Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1996 jo.  Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2021, ini tidak dilakukan, malah diperjual belikan, jelas ini merugikan Negara baik pajak atau hak- hak Negara lainnya, dimana itu semua untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga:  Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2022, Polresta Banyuwangi Siap Kawal Mudik Lebaran

Tidak tanggung- tanggung, dalam gugatannya selain meminta untuk batalnya jual beli atas tanah Negara tersebut, Pak De dan Kepala Desa Bomo Ir. Sutikno juga meminta kepada majelis hakim agar menghukum kedua belah pihak yang telah melakukan jual beli tanah Negara tanpa izin Negara/ pemerintah dengan denda sebesar Rp. 100.000.000.000,- (seratus milyar) lebih.

“Ya karena dianggap telah mencoreng pemerintahan Kabupaten Banyuwangi, nantinya denda tersebut akan diberikan kepada seluruh rakyat Banyuwangi yang kurang mampu dan untuk pembangunan Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.

Apa yang dilakukan Wabup ini, kata Iqbal, sudah didiskusikan dengan DPRD Kabupaten Banyuwangi yang diketuai oleh I Made Cahyana Negara S.E., dan selanjutnya juga akan mengambil langkah- langkah taktis untuk penyelesaian sengketa HGU serta pengamanan asset daerah lainnya semata-mata untuk kepentingan rakyat Banyuwangi.

“Dalam sengketa ini, tidak menutup kemungkinan karena berkenaan dengan asset Negara yang didalamnya ada hak- hak Negara/ rakyat yang dilanggar, dan juga asset tersebut peruntukannya baik sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan rakyat, akan mengundang pihak- pihak intervenient dari masyarakat Banyuwangi untuk intervensi dalam pemeriksaan persidangan,” pungkas Iqbal. (Yanto)

aset negara Berita Banyuwangi Lakukan Gugatan Pakde Sugirah PN Banyuwangi Tanah HGU Tanah sengketa Wabup Banyuwangi
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

109 KPM Desa Tambak Rejo Terima BLT-DD Tahap IX

Jumat, 9 September 2022 - 16:09 WIB

Rapat DPC PDIP Diperluas Banyuwangi, Merdeka Bersatu Dalam Langkah Lima Mantap

Minggu, 4 September 2022 - 09:29 WIB

Pihak SPBU Akan Mengganti Kerugian Konsumen Jika Dari Hasil Investigasi Ditemukan Adanya Kadar Air Dalam Tangki Pendam

Kamis, 1 September 2022 - 17:50 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

*”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:43 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.