Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan
  • Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin
  • *”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*
  • *Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*
  • Perhutani KPH Bondowoso Gelar Rapat Evaluasi Pekerjaan Semester I Tahun 2026
  • *Bertempat Di Aula MTS Fathus Salafi , XLSMART Menggelar Workshop “Bijak Bermedsos di Era Digitalisasi”*
  • *Workshop XLSMART Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial di Era Digitalisasi*
  • Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan
Senin, 22 Juni 2026 - 02:38 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Kesehatan

Tekan Penyebaran Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Tulungagung Lakukan Fogging Gratis

Senin, 29 April 2024 - 11:54 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20240429 WA0018
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

TULUNGAGUNG, LIPUTAN11.COM,– Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terus melakukan koordinasi dan tindakan dengan lintas sektoral, untuk mengantisipasi menyebarnya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di wilayahnya salah satunya melalui fogging sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Dengan adanya kasus demam berdarah di Kabupaten Tulungagung, kami dari Dinkes salah satunya melakukan Fogging,” terang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, melalui Kabid Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Desi Lusiana Wardhani. Senin (29/4/2024).

Menurutnya, fogging atau tindakan pengasapan dengan bahan insektisida tersebut bertujuan untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang efektif membunuh nyamuk dewasa, namun tidak untuk larva, telur, ataupun jentik nyamuk.

“Namun demikian, pencegahan DBD akan lebih efektif jika fogging diimbangi dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dengan menggunakan istilah 3M plus secara serentak yaitu, dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik-jentik nyamuk,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, juga dapat dilakukan dengan melakukan tindakan plus seperti memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menyemprot dengan insektisida, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik nyamuk secara berkala.

Pihaknya juga menerangkan, kriteria fogging yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tulungagung yang pertama adalah ketika ada laporan kasus DBD dari Rumah sakit, atau Puskesmas, atau klinik yang merawat pasien Demam Berdarah.

Baca Juga:  Pengcab IMI Tulungagung 2022-2025 Dikukuhkan, Santoso: Akan Beri Wadah dan Pembinaan Balap Liar Menuju Profesional

Kemudian yang kedua, ketika dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) itu ada sumber penularnya, atau jentik di sekitarnya.

Dan yang ketiga, ketika ada tanda atau gejala DBD di lingkungan pasien.

Selanjutnya yang keempat adalah melakukan fogging ketika sudah dilakukan PSN plus di lingkungan tersebut.

“Tentunya, Fogging yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ini tidak berbayar alias gratis, karena sudah dianggarkan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Disinggung terkait adanya fogging mandiri atau fogging swadaya yang berbayar, yang biasanya dilakukan oleh kelompok masyarakat dengan memanggil pelaksana fogging swadaya, Desi mengaku pihaknya tidak mengetahui.

“Ya mungkin dikarenakan di sekitarnya ada isu kasus demam berdarah, atau mungkin sebenarnya belum demam berdarah, tapi demam dengue, yang mana demam dengue tidak masuk dalam kriteria fogging kita,” ungkapnya.

“Kalau mereka mau melakukan fogging secara mandiri itu ya silahkan, karena yang utama adalah PSN, tapi yang namanya masyarakat ya kita tidak bisa melarang kalau melakukan fogging mandiri ya monggo, mungkin ini yang dikatakan fogging berbayar. Yang pasti fogging yang berbayar bukan dari Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Satpol PP Tulungagung Razia Tempat Kos dan Warkop Karaoke Jelang Hari Valentine

Terkait dengan penanggulangan DBD pihaknya akan terus melakukannya melalui gerakan PSN plus serentak.

“Dinas Kesehatan Tulungagung juga sudah melakukan sosialisasi kepada nakes (perawat, bidan, dokter), bahwa ketika ada gejala DB harus waspada. Namun demikian tidak hanya pasien, tetapi nakesnya juga untuk memberikan edukasi kepada pasien,” tandasnya.

Desi memberikan himbauan kepada masyarakat, jika pasien dalam waktu tiga hari mengalami panas atau tidak turun, maka harus kembali ke nakes agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

“Jika mengalami hal demikian maka pasien segera kembali memeriksaan lagi ke petugas Nakes karena disini fase kritis DBD ada di hari ke 5, ke 6 dan ke 7. Itu secara medis kita lakukan dan terus kita himbau,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap laksanakan PSN plus, waspada, dan tidak meremehkan kalau ada gejala kasus demam berdarah.

“Jangan dianggap remeh, kebanyakan kasus kematian akibat DB itu karena meremehkan. Maka dari itu monggo kita saling bekerjasama tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga instansi dan sekolah, karena kasus DB banyak terjadi pada anak-anak, sekolah pun juga harus lebih perhatian untuk PSN,” pungkasnya. (Agus)

DBD Dinas Kesehatan Tulungagung PSN
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Boro Monitoring Penanaman Jagung di Desa Binaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Tulungagung Job Fair 2026, Resmi Dibuka Plt Bupati Ahmad Baharudin

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:10 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Perhutani KPH Bondowoso Bersama RS Bhayangkara Serahkan Kartu Prioritas Pelayanan Kesehatan kepada Karyawan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:51 WIB

Pj. Sekda Tri Hariadi di Lantik Sebagai Ketua PMI Tulungagung Masa Bhakti 2026–2031, Ini Kata Plt.Bupati Ahmad Baharudin

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:49 WIB

*”Madrasah Aliyah Fathus Salafi Gelar Workshop “Jejak Digital: Dampak Positif & Negatif Era Digitalisasi Bersama XLsmart”*

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Skandal Perselingkuhan Guncang Desa Kedungdowo Kec.Arjasa Situbondo Jawa Timur ,Suami Buka Suara*

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:43 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.