Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
Kamis, 7 Mei 2026 - 11:20 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah » Banyuwangi

Tradisi Malam Satu Suro di Banyuwangi, Mensucikan Diri Hingga Memandikan Pusaka Leluhur

Sabtu, 30 Juli 2022 - 00:08 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20220729 WA0303
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

BANYUWANGI.LIPUTAN11.COM- Pernah mendengar sejarah Malam 1 Suro, Malam 1 Suro tahun 2022 jatuh pada 30 Juli bertepatan dengan hari Sabtu.Malam tersebut merupakan malam Tahun Baru Islam pada 1 Muharram 1444 H.

Bagi sebagian masyarakat, Malam 1 Suro diyakini memiliki mistis. Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Jawa, Malam 1 Suro dipandang memiliki makna mistis lebih dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Pada Malam 1 Suro para penganut Kejawen (kepercayaan tradisional masyarakat jawa) akan menyucikan dirinya berikut benda-benda yang diyakini sebagai pusaka.

Contohnya Sejumlah keraton dari Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, hingga Kasepuhan Cirebon bahkan punya tradisi masing-masing untuk merayakan 1 Suro.

Salah satunya juga kota banyuwangi, yang sangat kental dengan mistis, memandikan pusaka dan membersihkan diri, yaitu mandi bunga tuju rupa serta mensucikan diri.

Berbagai tradisi dilakukan warga di Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menyambut datangnya malam suro.

Salah satu tempat yang melaksanakan tradisi jamasan pusaka adalah Museum Blambangan di Banyuwangi. Tradisi tersebut melibatkan sejumlah benda pusaka, mulai dari keris, tombak, klewang, hingga pedang.

Baca Juga:  Sosialisasi Program BPJS ketenagakerjaan Kementerian Kesehatan RI Terhadap Masyarakat Nelayan Muncar

Kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan adat istiadat secara turun-temurun, sekaligus membersihkan pusaka dan menjaga peninggalan yang ada.

“Kita lakukan (jamasan) setiap tahun. Jamasan intinya membersihkan pusaka. Di luar jamasan, kita sebulan sekali konservasi atau membersihkan pusaka yang ada di museum,” kata Kurator Museum Blambangan saat di konfirmasi detikOne, Bayu Ariwibowo, jumat (29/7/22).

Jamasan dilaksanakan dengan memilih benda yang perlu dibersihkan, kemudian benda tersebut dibersihkan dengan cara dilap menggunakan air atau air kelapa. Setelah dilap, benda pusaka dikeringkan dan disimpan kembali.

Selain itu, ritual lainnya yang dilaksanakan setiap malam satu suro, kebanyakan masyarakat berjiarah di rowo bayu atau alas purwo, yang berdatangan bukan dari msyarakat dalam kota saja tetapi dari luar kota, yang berdatangan bukan dari agama islam saja tetapi dari agama hindu.

Gus nur menambahkan” setiap malam satu suro beliau jiarah di rowo bayu, disana ritual dan berdzikir sesama murid-muridnya guna mensucikan diri dan memandikan peninggalan leluhurnya.

Baca Juga:  Jalan Poros Menuju Wisata Desa Penari di Banyuwangi yang lagi Viral, Rusak Parah

Habib dari bali atau yang biasa di sapa abi mengatakan,” saya setiap malam satu suro kalau tidak ada halangan, saya niatkan dari rumah harus hadir berjiarah di rowo bayu dan alas purwo, saya disana ritual dan memandikan pusaka peninggalan dari kakek saya,” ujar abi.

Menurut Nanang Hidayat pria yang berperawakan hitam manis pria asal tambak Rejo Banyuwangi juga menyampaikan, bahwa malam satu suro, malam yang sangat sakral bagi orang2 jaman dahulu, jadi kita sebagai generasi penerus harus bisa menjaga sejarah budaya orang Jawa jangan sampai punah.

Masih lanjud menurut Nanang, disela2 penjamasan pusaka juga menceritakan bahwa setiap malam satu suro, semua pusaka kalau bisa harus di jamas, jamas dalam arti bisa di bersihkan biar kelihatan pamornya pusaka yang tangguh dari nilai seni pembuatan para resi atau para empu dijaman kerajaan.Tutup” (Yanto)

di Banyuwangi Hingga Memandikan Pusaka Leluhur Mensucikan Diri Tradisi Malam Satu Suro
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

109 KPM Desa Tambak Rejo Terima BLT-DD Tahap IX

Jumat, 9 September 2022 - 16:09 WIB

Rapat DPC PDIP Diperluas Banyuwangi, Merdeka Bersatu Dalam Langkah Lima Mantap

Minggu, 4 September 2022 - 09:29 WIB

Pihak SPBU Akan Mengganti Kerugian Konsumen Jika Dari Hasil Investigasi Ditemukan Adanya Kadar Air Dalam Tangki Pendam

Kamis, 1 September 2022 - 17:50 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Satpolairud Polres Situbondo Jawa Timur Intensif Patroli, Nelayan Diingatkan Prioritaskan Untik Keselamatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:03 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.