Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP
  • Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 
  • Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023
  • Pasabber Polres Situbondo Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim di Panji dan Mangaran
  • May Day di Situbondo Diwarnai Dialog Interaktif dan Berbagi Sembako, Kapolres Siap Jadi Mitra Strategis Pekerja
  • Hardiknas 2026 Jadi Panggung Prestasi, SMPN 1 Peterongan Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Unggul
  • May Day dan Ilusi Solusi: Saat Tuntutan Belum Menjadi Kebijakan
Kamis, 7 Mei 2026 - 04:20 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Atap Asrama Santri Putri di Besuki Ambruk, Kapolres Situbondo Turun Langsung ke Lokasi Pastikan Penanganan Cepat

redaksiRabu, 29 Oktober 2025 - 16:28 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251029 WA0041
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

SITUBONDO – Peristiwa ambruknya atap bangunan kamar santri putri salah satu Pondok Pesantren di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Rabu (29/10/2025) dini hari, mendapat perhatian serius dari Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan, S.I.K., M.I.K.

Begitu mendapat laporan, Kapolres Situbondo langsung turun ke lokasi bersama Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, S.H., M.H. dan Kapolsek Besuki AKP Febry Hermawan, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K. serta Unit Identifikasi Satreskrim Polres Situbondo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan penanganan insiden berjalan cepat dan tepat.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, saat seluruh santriwati tengah beristirahat di kamar asrama. Tiba-tiba atap bangunan ambruk dan menimpa para santri yang sedang tidur.

Akibat kejadian itu, ada 6 santriwati yang dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Satu santriwati dilaporkan meninggal dunia, sementara 2 korban lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Besuki.

Baca Juga:  Bawa Kabur 2 Ton Kacang Hijau, Pria Asal Kediri Diringkus Polisi

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan mengatakan, sesaat setelah menerima laporan, pihaknya bersama Polsek Besuki segera bergerak cepat ke lokasi kejadian dan memasang garis polisi di sekitar area pondok untuk mencegah masyarakat mendekat dan menghindari risiko tambahan.

“Area sudah kami sterilkan untuk keamanan bersama. Langkah ini juga bagian dari proses penyelidikan,” ujar AKBP Rezi Dharmawan di lokasi kejadian.

IMG 20251029 WA0044 scaled

Selain melakukan olah TKP, tim Polres Situbondo juga berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban serta keamanan bangunan di sekitar area terdampak.

Kapolres menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab ambruknya atap. Dari keterangan awal, kejadian diduga dipicu hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa jam sebelum insiden.

“Kami masih mendalami penyebab pasti runtuhnya atap bangunan. Dugaan sementara bisa karena faktor cuaca, tapi kami tunggu hasil pemeriksaan teknis dari petugas dan ahli bangunan,” jelasnya.

Baca Juga:  Polres Situbondo Beri Dukungan Psikologis Lewat Trauma Healing terhadap Korban Runtuhnya Atap Asrama Santri Putri

Ia juga menegaskan bahwa semua korban telah mendapat penanganan dengan baik, sementara korban meninggal dunia sudah dimakamkan dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Saat ini fokus kami memastikan situasi aman dan proses penanganan berjalan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan, suara gemuruh terdengar sesaat setelah hujan deras disertai angin kencang.

“Sekira pukul 00.30 atau 01.00 WIB terdengar suara keras. Yang ambruk itu bagian atapnya, sementara tembok masih utuh,” jelasnya.

Pihak pondok kini tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan lanjutan serta memastikan keselamatan para santri lainnya.

(*Sup*)

 

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:05 WIB

Perhutani KPH Bondowoso Teken PKS Optimalisasi Aset Dukung Program KDMP

Senin, 4 Mei 2026 - 19:35 WIB

Plt Bupati Ahmad Baharudin Lantik Kadisnakertrans Sebagai Pj Sekdakab Tulungagung 

Senin, 4 Mei 2026 - 18:07 WIB

Ini Kasus Yang DiSorot LBH Cakra DPC Situbondo Karena DiNilai Mandek Sejak Tahun2023

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:57 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.