
JOMBANG,Liputan11.com – Pesta demokrasi pelajar digelar di SMA Negeri Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (10/9/2026). Sebanyak delapan siswa bersaing memperebutkan kepercayaan untuk memimpin dua organisasi strategis di lingkungan sekolah, yakni Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode 2026/2027.
Kontestasi berlangsung dengan menghadirkan empat kandidat Ketua OSIS, yaitu Vano Regyan Pratama, Chaila Daniswari P.H., Damar Fatih Wibowo, dan Khoirunisa Adya Putri.
Sementara empat kandidat lainnya, A Alfian Haqi, Bilqis Khalwa H., Vidan Aruna, dan Xenia Ramadana, bersaing untuk menduduki posisi Ketua MPK.
Pemilihan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian kepengurusan. Di balik proses pencoblosan, terselip pembelajaran penting bagi para siswa tentang bagaimana demokrasi dijalankan, bagaimana sebuah pilihan ditentukan, sekaligus bagaimana setiap keputusan harus dihormati.
Para siswa diberikan kesempatan menentukan sendiri sosok yang dianggap mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Pilihan tersebut tentunya tidak hanya berkaitan dengan popularitas, tetapi juga menyangkut visi, gagasan, karakter, kemampuan berkomunikasi, hingga kesiapan kandidat dalam mengemban tanggung jawab.
Kepala SMAN Ploso, Qoidatun Nisak, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa proses pemilihan menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan kepemimpinan siswa.
> “Yang terpenting bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi bagaimana proses ini menjadi pembelajaran bagi siswa untuk berdemokrasi, menghargai pilihan, dan siap bertanggung jawab terhadap keputusan bersama,” ujarnya.
Menurut Qoidatun, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi siswa. Sebab, kepemimpinan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung dalam mengambil keputusan, bekerja sama, menghadapi perbedaan pandangan, dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana.
Karena itu, siapa pun yang nantinya memperoleh suara terbanyak diharapkan tidak melihat kemenangan sebagai akhir dari sebuah kompetisi. Justru, kemenangan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membuktikan kepercayaan yang telah diberikan oleh para siswa.
Ketua OSIS memiliki peran penting dalam menggerakkan berbagai kegiatan kesiswaan. Sementara MPK diharapkan mampu menjalankan fungsi representasi siswa, menampung aspirasi, sekaligus menjadi bagian dari proses pengawasan dan evaluasi terhadap program organisasi siswa.
Qoidatun berharap kepengurusan baru nantinya mampu menghadirkan OSIS dan MPK yang aktif, kreatif, aspiratif, serta mampu menjadi ruang tumbuh bagi seluruh siswa.
Organisasi siswa, lanjutnya, diharapkan tidak hanya sibuk dengan kegiatan seremonial. Lebih jauh, OSIS dan MPK harus mampu melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, mendorong prestasi, mengembangkan kreativitas, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
Bagi delapan kandidat, pemilihan ini juga menjadi pengalaman berharga dalam membangun keberanian dan mental kepemimpinan. Mereka telah memilih untuk tampil di hadapan teman-temannya, menawarkan gagasan, dan mempertaruhkan kepercayaan melalui proses demokrasi yang berlangsung di sekolah.
Namun, pada akhirnya, tidak semua kandidat akan menjadi pemenang.
Di situlah nilai pendidikan dari proses tersebut menjadi penting. Kandidat yang memperoleh suara terbanyak harus siap mengemban amanah, sedangkan kandidat yang belum mendapatkan kepercayaan tetap memiliki ruang untuk berkontribusi bagi kemajuan sekolah.
Sebab, demokrasi bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demokrasi juga tentang bagaimana setiap orang mampu menghargai pilihan, menerima hasil, dan tetap bekerja bersama setelah proses pemilihan berakhir.
Hingga berita ini ditulis, hasil perolehan suara belum diumumkan. Pihak sekolah dijadwalkan menyampaikan hasil pemilihan pada Kamis sore.
Siapa pun yang nantinya terpilih, satu hal telah dimulai di SMAN Ploso: proses belajar menjadi pemimpin. Bukan hanya belajar mendapatkan suara, tetapi belajar memegang kepercayaan, menyuarakan aspirasi, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan setiap langkah yang diambil.
Dari pemilihan OSIS dan MPK inilah, sekolah menanamkan satu pesan penting kepada generasi muda: kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling banyak dipilih, melainkan siapa yang mampu menjaga kepercayaan setelah terpilih.(im)