Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026
  • RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile
  • *Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*
  • Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Bandung Bersatu Jaga Kondusivitas Wilayah
  • 15 Tahun Konsisten, Bank Jombang Kembali Panen Penghargaan Nasional
  • Apresiasi Kehadiran KPK di Sidang Ketiga, Kuasa Hukum Desak Keseriusan Mediasi dan Siap Buka Bukti Dugaan Korupsi Wabup Situbondo
  • (*Warga ViLa BR JALBUS Situbondo Tertipu GADAI Lahan Sawah Di Desa Duwet,Kerugian DiTafsir Rp250 Juta Lebih*)
  • Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi SIMPATUH BOSP, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tegaskan Pengelolaan Dana Pendidikan Harus Berbasis Data dan Akuntabel
Rabu, 16 September 2026 - 10:53 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Daerah

Fatayat NU Deklarasikan Gerakan FANTIK Bersama Posko Ramah Muktamirin

redaksiSabtu, 29 Agustus 2026 - 11:28 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

IMG 20260829 WA0001

JOMBANG, Liputan11.com — Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mendeklarasikan Gerakan FANTIK (Fatayat Anti Kekerasan) sebagai ikhtiar menghadirkan kasih sayang, keadilan, serta perlindungan bagi setiap perempuan dan anak.

Deklarasi penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut digaungkan di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, tepatnya di Posko Ramah Muktamirin. Deklarasi dibacakan oleh Sekretaris Posko Ramah Muktamirin, Gus Faiz.

Dalam deklarasi tersebut ditegaskan:

“Tidak ada toleransi bagi kekerasan. Gerakan FANTIK (Fatayat Anti Kekerasan), ikhtiar menghadirkan kasih sayang, keadilan dan perlindungan bagi setiap perempuan dan anak. Bersama Fatayat NU, hadirkan Indonesia yang aman, setara dan bermartabat. Jangan biarkan luka menjadi warisan, cegah kekerasan, tumbuhkan perlindungan. Setiap anak berhak tumbuh tanpa takut. Setiap perempuan berhak hidup tanpa kekerasan. Lindungi hari ini, selamatkan masa depan.”

Baca Juga:  Jembatan Semampir Rampung Direhabilitasi, Kini Kembali Dibuka untuk Umum

Gus Faiz, yang dikenal sebagai aktivis kemanusiaan di Jombang, menyatakan dukungannya terhadap Gerakan FANTIK. Menurutnya, gerakan tersebut tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang mampu membangun kesadaran masyarakat dan mendorong pencegahan kekerasan sejak dini.

“Gerakan ini dapat membangun kesadaran publik tentang pencegahan kekerasan dan meningkatkan interaksi serta partisipasi publik. Pentingnya penguatan strategi kampanye dengan pendekatan partisipatif dan kolaborasi lintas komunitas untuk memperluas jangkauan pesan serta mendorong keterlibatan publik yang lebih aktif dan berkelanjutan,” ujar Gus Faiz.

Baca Juga:  LBHAM Tegaskan Unggah Foto Menu MBG di Medsos Tak Bisa Dipidana, Bentuk Pengawasan Publik Lindungi Uang Rakyat

Ia menilai perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan, komunitas, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas.

Menurutnya, kampanye antikekerasan harus mampu mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata: berani mencegah, berani melindungi, dan berani bersuara ketika terjadi kekerasan.

Deklarasi FANTIK di Posko Ramah Muktamirin menjadi pesan kuat bahwa perjuangan menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama.

“Setiap anak berhak tumbuh tanpa takut. Setiap perempuan berhak hidup tanpa kekerasan. Lindungi hari ini, selamatkan masa depan.”

FANTIK: Bersama Fatayat NU, hadirkan Indonesia yang aman, setara dan bermartabat.(lil) 

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026

Selasa, 15 September 2026 - 09:29 WIB

RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile

Selasa, 15 September 2026 - 07:16 WIB

15 Tahun Konsisten, Bank Jombang Kembali Panen Penghargaan Nasional

Jumat, 11 September 2026 - 13:05 WIB
Add A Comment

Comments are closed.

Berita Terbaru

SMAN Kesamben Jombang Ukir Prestasi Gemilang, Sapu Bersih Empat Gelar Juara 1 Kejurda Jatim 2026

Selasa, 15 September 2026 - 09:29 WIB

RSUD Ploso Perluas Akses Layanan Kesehatan, Gandeng PT Probes Hadirkan MCU Mobile

Selasa, 15 September 2026 - 07:16 WIB

*Kepala SMP Nurul Huda Kapongan Apresiasi Bantuan Rehabilitasi & Revitalisasi dari Kementrian RI Pusat*

Senin, 14 September 2026 - 13:46 WIB

Plt Bupati Tulungagung Ajak Warga Bandung Bersatu Jaga Kondusivitas Wilayah

Sabtu, 12 September 2026 - 20:27 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.