
JOMBANG,Liputan11.com – Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Kabuh–Tapen mulai dikebut. Memasuki minggu ketiga Agustus 2026, aktivitas pekerjaan fisik terlihat di sejumlah titik, ditandai dengan proses pembersihan lahan, penggalian dan pengerjaan pondasi untuk tiang penerangan jalan.
Proyek yang berada pada jalur strategis Kabupaten Jombang tersebut direncanakan membangun sekitar 160 titik PJU. Pekerjaan ini diharapkan menjadi salah satu penguatan infrastruktur dasar untuk menunjang keselamatan lalu lintas sekaligus mengantisipasi meningkatnya aktivitas kendaraan di kawasan utara Jombang.
Di lapangan, para pekerja tampak melakukan pekerjaan pondasi dengan dukungan alat dan kendaraan proyek. Papan peringatan juga dipasang di sekitar lokasi sebagai bentuk pemberitahuan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati karena terdapat aktivitas pekerjaan di badan maupun sisi jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Yohan Kurnia mengatakan, pekerjaan fisik telah dimulai sejak awal Agustus 2026 dan saat ini masih berfokus pada pembangunan pondasi.
“Sudah memasuki minggu ketiga. Mulai awal Agustus kemarin sudah di lapangan. Pekerjaan mulai dari pembersihan, penggalian, kemudian pondasi. Sekarang masih fokus di pondasi,” ujar Yohan, Kamis (20/8/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut memiliki target waktu pelaksanaan sekitar tiga bulan. Dengan demikian, seluruh pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026.
“Targetnya selesai sesuai jadwal di akhir Oktober, selama tiga bulan,” katanya.
Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan tersebut sekitar Rp1,6 miliar. Dengan jumlah titik mencapai 160 PJU, proyek ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur penerangan yang cukup signifikan di wilayah Kabupaten Jombang.
Secara trase, pembangunan PJU tersebut merupakan kelanjutan dari penerangan jalan yang sudah ada. Dari prapatan Kabuh, jaringan PJU diteruskan ke arah timur hingga menuju perempatan yang mengarah ke Pasar Tapen.
Langkah tersebut dinilai penting karena ruas Kabuh–Tapen tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga berada pada kawasan yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Yohan menyebut, pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan infrastruktur, termasuk penerangan jalan. Ketika aktivitas kawasan meningkat, akses kendaraan menuju lokasi industri juga diperkirakan semakin padat.
“Harapannya dengan adanya PJU baru ini, karena di sana akan menjadi kawasan industri, begitu pekerjaannya selesai jalan di Kabupaten menjadi terang. Sehingga akses kendaraan menuju kawasan industri menjadi lebih aman dan selamat,” ungkapnya.

Menurut Yohan, dalam perspektif tata ruang, sejumlah kawasan di wilayah tersebut memang diarahkan untuk mendukung pengembangan industri. Di antaranya kawasan sepanjang Sungai Brantas, jalur dari arah Ploso menuju Kabuh hingga mendekati perbatasan Lamongan, serta ruas dari perempatan Kabuh menuju Tapen.
Namun, tidak seluruh jalur yang terhubung dengan kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Sejumlah ruas seperti jalur Ploso–Kabuh dan Ploso–Gedeg merupakan jalan provinsi sehingga penanganannya berada pada kewenangan pemerintah provinsi.
Sementara untuk ruas Kabuh–Tapen yang menjadi lokasi pembangunan PJU, kondisi jalan secara umum dinilai sudah cukup lebar untuk menunjang mobilitas kendaraan. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah titik yang perlu mendapatkan perhatian, terutama pada beberapa jembatan yang dinilai membutuhkan pelebaran.
“Untuk wilayah Kabupaten Kabuh–Tapen itu jalan sudah lebar. Tinggal beberapa jembatan yang perlu dilebarkan,” jelasnya.
Pembangunan PJU ini pada akhirnya bukan sekadar persoalan menambah jumlah lampu di sepanjang jalan. Lebih jauh, keberadaan penerangan menjadi bagian dari kebutuhan keselamatan lalu lintas, khususnya pada ruas yang berpotensi mengalami peningkatan arus kendaraan akibat perkembangan kawasan.
Dengan target 160 titik dan penyelesaian pada akhir Oktober, pekerjaan tersebut kini memasuki tahap penting. Pondasi yang sedang dikerjakan menjadi dasar untuk tahapan berikutnya hingga pemasangan tiang, jaringan dan lampu.
Masyarakat tentu berharap pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan penerangan yang berfungsi optimal. Terlebih, nilai investasi yang mencapai sekitar Rp1,6 miliar harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan pengguna jalan.
Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi, ruas Kabuh–Tapen diharapkan semakin terang, aman dan siap menghadapi peningkatan mobilitas seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah utara Kabupaten Jombang.
Penerangan jalan yang memadai sekaligus menjadi bagian dari wajah baru kawasan. Ketika infrastruktur dasar mulai diperkuat, jalur Kabuh–Tapen diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarkawasan, tetapi juga mampu mendukung pergerakan ekonomi dan membuka akses yang lebih aman bagi masyarakat maupun kendaraan yang menuju kawasan industri.(im)