liputan11Situbondo – Juru Bicara Aliansi Media Peduli Situbondo, Nofika Syaiful Rahman yang akrab disapa Opek, kembali menyuarakan keprihatinanya terkait pencemaran udara di sekitar Pabrik Gula Asembagus dan wilayah sekitarnya.
Opek yang juga menjabat sebagai Ketua DPC LBH Cakra Situbondo itu angkat bicara usai rapat internal pengurus Aliansi Media Peduli Situbondo selama 3 jam. Ia menegaskan bahwa isu utama yang dibahas kali ini adalah hak masyarakat atas udara sehat.
Dalam keterangannya pada Rabu, 19 Agustus 2026, Opek memaparkan bahaya kesehatan dari asap PG Asembagus.
*Dampak yang dikeluhkan meliputi:*
1- *Gangguan saluran pernapasan*
2 *Iritasi mata*
-dan 3-*Risiko penyakit paru-paru kronis*
Menurut Opek, dampak baru ini muncul akibat kandungan partikel debu ampas tebu dan gas sisa pembakaran yang mencemari udara di kawasan industri Asembagus dan sekitarnya.20/8/2026
“Saya berharap PG Asembagus kembali seperti semula. Jangan sampai ada lagi debu ampas yang membuat masyarakat resah, bahkan terganggu kesehatannya akibat pencemaran udara yang terus terjadi setiap musim giling,” tegas Opek.
Ia juga menyoroti perubahan pasca revitalisasi pabrik. “Dulu sebelum ada revitalisasi tidak ada yang namanya debu ampas. Saya berharap pihak PG Asembagus atau perusahaan lebih mengedepankan dampak sosial, jangan hanya mengedepankan profit,” lanjutnya.
Opek menekankan bahwa ini adalah tanggung jawab manajemen perusahaan, General Manager, maupun pihak keamanan. “Jika tidak mampu mengatasi, maka sebaiknya segera mundur dari jabatannya,” pungkas juru bicara Aliansi Media Peduli Situbondo itu.(sup)
