Close Menu
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • POP Kabupaten Jombang 2026 Resmi Bergulir, Yoni: Semua Sekolah Harus Punya Kesempatan Tampilkan Talenta Terbaik
  • Jogo Tulungagung di Kecamatan Pagerwojo, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ajak Jaga Kondusifitas Wilayah
  • Dorong Kemandirian Siswa, Dirjen Dikdasmen Hadiri Peluncuran GEMAS di (*G S *Gelora Situbondo*)
  • *KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*
  • Disperkim Tulungagung Pastikan Pembangunan Tangki Septik Batalyon Infanteri TP 886 Segera Rampung
  • Drainase Kenayan Rampung, Pemkab Tulungagung melalui Disperkim Tegaskan Kualitas dan Fungsi Infrastruktur
  • Lahan Terbatas, RSUD Jombang Dorong Pengembangan Vertikal, AMDAL Jadi Perhatian
  • Melalui Pelatihan DBHCHT Disperindag Tulungagung Cetak 29 Pelaku IKM Pembuatan Aneka Kue
Selasa, 22 September 2026 - 20:51 WIB
Liputan11
  • Home
  • Update
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Pendidikan
    • Pariwisata
    • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
    • Tulungagung
    • Kediri
    • Situbondo
    • Trenggalek
    • Ponorogo
    • Blitar
    • Jombang
    • Malang
    • Banyuwangi
  • Politik
  • Info Desa
Liputan11
Berita Utama » Update

Kegiatan Proyek di Situbondo Terancam Molor , Masyarakat Pertanyakan Kualitas dan Ketegasan Sanksi Pemkab

redaksiJumat, 19 Desember 2025 - 11:32 WIB
WhatsApp Facebook Twitter Copy Link
IMG 20251219 WA0113
Share
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Liputan11SITUBONDO – Menjelang tutup tahun anggaran 2025, sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Situbondo terpantau masih belum rampung. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi rendahnya kualitas pekerjaan akibat pengerjaan yang terburu-buru demi mengejar tenggat waktu (deadline).

*(Heppi suherman*) yang akrab di panggil *mas Heppi* salah satu warga Kabupaten Situbondo, menyuarakan keresahannya terhadap fenomena Pekerjaan Proyek ini. Ia menilai, sisa waktu yang hanya menghitung hari sangat tidak ideal untuk menyelesaikan pekerjaan fisik yang masih menumpuk.

Heppi juga menyoroti risiko degradasi mutu bangunan ketika rekanan (kontraktor) lebih fokus pada kecepatan daripada ketepatan.

“Dan Saat ini rekanan cenderung mengejar target penyelesaian agar tidak terkena denda. Pertanyaannya, apakah mutunya dijamin? Jangan sampai masyarakat dirugikan karena bangunan cepat rusak akibat dikerjakan asal-asalan demi mengejar kalender,” ujar Heppi.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 1446 Hijriah, Kelurahan Kepatihan Gandeng Anggota Perguruan Silat dan Warga Bersihkan Makam

Masyarakat khawatir pihak rekanan mengabaikan standar teknis hanya agar proyek terlihat “selesai” secara administratif sebelum tahun berganti.

Selain masalah kualitas, Heppi juga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo untuk transparan mengenai sanksi bagi rekanan yang terlambat. Berdasarkan aturan pengadaan barang dan jasa, setiap keterlambatan seharusnya memiliki konsekuensi hukum dan finansial yang jelas.

Beberapa poin krusial yang dipertanyakan masyarakat antara lain:

*Sanksi Denda:* Apakah Pemkab akan tetap menghitung denda keterlambatan secara objektif sesuai regulasi jika pekerjaan melewati batas waktu?
*Kelanjutan Proyek:* Bagaimana mekanisme penyelesaian bagi proyek yang dipastikan melampaui tahun anggaran?
*Pengawasan Lapangan:* Sejauh mana peran dinas terkait dalam mengawasi mutu di tengah tekanan waktu yang sempit?

Baca Juga:  DPRD Tulungagung Setujui Ranperda Perubahan APBD TA 2024

Keresahan ini didasari pada kekhawatiran bahwa denda keterlambatan sering kali dihindari oleh rekanan dengan cara memaksakan pengerjaan tanpa mengindahkan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Jika hal ini dibiarkan, maka masyarakat Situbondo adalah pihak yang paling dirugikan karena infrastruktur yang dibangun menggunakan uang rakyat tidak akan bertahan lama.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat juga menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk melakukan audit di lapangan terhadap proyek-proyek yang terindikasi molor tersebut.

*Tim*

Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Postingan Terkait

Pemkab Jombang Segel Sejumlah Tower BTS, Ratusan Menara Belum Miliki Sertifikat Laik Fungsi

Senin, 2 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sampah Berserakan Dan Bau,Menyengat,Menganggu Pengguna Jalan

Senin, 2 Februari 2026 - 19:50 WIB

Di Balik Gemerlap Tirta Wisata Keplaksari, Disporapar Jombang Disorot Soal Dugaan Publikasi Tebang Pilih Media

Senin, 2 Februari 2026 - 13:36 WIB
Add A Comment
Leave A Reply

Berita Terbaru

POP Kabupaten Jombang 2026 Resmi Bergulir, Yoni: Semua Sekolah Harus Punya Kesempatan Tampilkan Talenta Terbaik

Senin, 21 September 2026 - 10:53 WIB

Jogo Tulungagung di Kecamatan Pagerwojo, Plt Bupati Ahmad Baharudin Ajak Jaga Kondusifitas Wilayah

Minggu, 20 September 2026 - 18:58 WIB

Dorong Kemandirian Siswa, Dirjen Dikdasmen Hadiri Peluncuran GEMAS di (*G S *Gelora Situbondo*)

Sabtu, 19 September 2026 - 13:14 WIB

*KEPALA Sekolah SDN 3 LAMONGAN,ARJASA APRESIASI BANTUAN REHABILITASI DAN REVITALISASI DARI KEMENTERIAN RI PUSAT*

Jumat, 18 September 2026 - 10:31 WIB
Load More
Copyright © 2026 liputan11 All Right Reserved
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.